Peninggalan Kerajaan Kalingga
Sumber sejarah Kerajaan Kalingga sangatlah terbatas. Rujukan utama yang digunakan para jago mengungkapkan keadaan kerajaan ini yakni catatan seorang pengembara dari Dinasti Tang berjulukan I-Tsing. Selain catatan-catatan I-Tsing, beberapa peninggalan ibarat candi, arca, dan prasasti juga menjadi patokan dalam mengungkap eksistensi dan keadaan kerajaan ini di masa silam.1. Prasasti Tukmas
Peninggalan Kerajaan Kalingga yang pertama yakni prasasti Tukmas. Prasasti ini ditemukan di Kecamatan Grabak, Magelang – Jawa Tengah. Prasasti Tukmas bertuliskan aksara Pallawa dan berbahasa Sansekerta lengkap dengan pahatan beberapa gambar.Prasasti Tukmas berisi wacana kabar adanya sungai di lereng Gunung Merapi yang airnya jernih, ibarat mirip anutan sungai Gangga di India. Adapun gambar-gambar yang termuat di dalamnya yakni gambar trisula, kapak, kendi, cakra, kelasangka, dan bunga teratai. Gambar-gambar tersebut menjadi bukti bahwa kerajaan Kalingga memiliki kekerabatan dekat dengan kebudayaan Hindu dari India.
Letak penemuan prasasti Tukmas yang cukup jauh dari perkiraan ibukota kerajaan juga menandakan bahwa cakupan wilayah kekuasaan dari Kerajaan Kalingga cukup luas.
2. Prasasti Sojomerto
Prasasti Sojometro yakni prasasti peninggalan Kerajaan Kalingga yang titemukan di wilayah Kabupaten Batang. Dinamakan Sojometro alasannya prasasti ini ditemukan sempurna di dusun yang berjulukan Sojomerto.Prasasti Sojomerto bertuliskan aksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuno. Dengan wujudnya ini, para jago memperkirakan bahwa prasasti Sojomerto dibuat pada era ke 7 Masehi.
Isi prasasti Sojomerto menceritakan wacana kondisi keluarga kerajaan Kalinga. Salah satu wacana pendiri kerajaan yang berjulukan Dapunta Sailendra. Dari nama tersebut, diperkirakan pendiri Kalingga berasal dari garis keturunan Dinasti Sailendra, penguasa Kerajaan Mataram Kuno di masa sebelumnya.
3. Prasasti Upit
Prasasti Upit yakni sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Ngawen, Kec. Ngawen – Kab. Klaten. Isi prasasti ini menceritakan wacana adanya sebuah kampung, berjulukan kampung upit yang menjadi tempat perdikan (bebas pajak) alasannya anugerah dari ratu Shima. Saat ini, prasasti upit disimpan di Museum Purbakala, Jawa Tengah di Prambanan, Klaten.Selain meninggalkan beberapa prasasti, Kerajaan Kalingga juga meninggalkan bangunan Candi. Ada 2 candi peninggalan Kerajaan Kalingga, yaitu candi Angin dan candi Bubrah. Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Kediri .
4. Candi Angin
Candi Angin ditemukan di Desa Tempur, Kec. Keling, Jepara – Jawa Tengah. Dinamakan candi angin yakni alasannya candi ini berdiri di atas tempat yang cukup tinggi, kendati terpaan angin sangat kencang dari waktu ke waktu, candi ini tidak rubuh dan justru tetap kokoh.Dari analisa karbon, diperkirakan candi angin dibangun pada masa sebelum pembangunan Candi Borobudur. Tidak terdapatnya ornamen-ornamen Hindu Budha membuat candi ini diperkirakan dibangun sebelum kebudayaan Hindu Budha berbaur dengan kebudayaan asli masyarakat Jawa.
5. Candi Bubrah
Candi Bubrah ditemukan di lokasi sekitar candi angin. Dinamakan candi Bubrah alasannya pada ketika ditemukan, kondisi candi ini sudah luluh lantah (Jawa : Bubrah). Dari arsitektur dan gaya bangunannnya, candi ini diperkirakan dibuat pada sekitar era ke 9 Masehi dengan bercorak kebudayaan Budha. Candi yang dibuat dari materi kerikil andesit ini berukuran 12 meter x 12 meter. Saat ditemukan reruntuhan yang tersisa tingginya hanya sekitar 2 meter saja.Demikian sekilas pemaparan kami mengenai beberapa peninggalan Kerajaan Kalingga, baik yang berupa candi maupun yang berupa prasasti. Meski tidak menguak banyak hal wacana sejarah Kerajaan Kalingga, peninggalan-peninggalan tersebut sampai kini masih dirawat dan terus dipelihara sebagai warisan budaya untuk generasi Indonesia yang selanjutnya. Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar