Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kerajaan Islam Di Indonesia. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kerajaan Islam Di Indonesia. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan kurun ke 14 Masehi di wilayah yang secara administratif kini masuk dalam  Provinsi Aceh. Kerajaan yang sultan pertamanya berjulukan Sultan Ali Muhayat Syah ini memegang peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan Malaysia pada masa silam. Bukti pentingnya peranan kerajaan Aceh tersebut membekas pada beberapa peninggalan Kerajaan Aceh menyerupai yang akan kita bahas pada artikel berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Aceh

Berikut ini yaitu beberapa peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi bukti bahwa kerajaan tersebut pernah ada dan memiliki peranan penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Aceh

1. Masjid Raya Baiturrahman

Peninggalan Kerajaan Aceh yang pertama dan yang paling dikenal yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1612 Masehi ini berada di sentra Kota Banda Aceh. Saat aksi militer Belanda II, masjid ini sempat dibakar. Namun pada selang 4 tahun setelahnya, Belanda membangunnya kembali untuk meredam amarah rakyat Aceh yang hendak berperang merebut syahid.

Saat bencana Tsunami melanda Aceh pada 2004 lalu, masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia satu ini menjadi pelindung bagi sebagian masyarakat Aceh. Kekokohan bangunannya tak bisa digentarkan oleh sapuan ombak laut yang kala itu meluluhlantahkan kota Banda Aceh.


2. Benteng Indrapatra

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Benteng Indrapatra. Benteng ini merupakan benteng pertahanan yang sebenarnya sudah mulai dibangun semenjak masa kekuasaan Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu tertua di Aceh, tepatnya semenjak kurun ke 7 Masehi. Benteng yang kini terletak di Desa Ladong, Kec. Masjid Raya, Kab. Aceh Besar ini pada masanya dulu memiliki peranan penting dalam melindungi rakyat Aceh dari serangan meriam yang diluncurkan kapal perang Portugis.

Peninggalan Kerajaan Aceh
Sekarang, kita hanya dapat menemukan 2 benteng yang masih kokoh berdiri. Benteng tersebut berukuran 70 meter x 70 meter dengan tinggi 4 meter dan tebal sekitar 2 meter. Selain menjadi peninggalan bersejarah, benteng Indrapatra kini juga dikenal sebagai objek wisata unggulan Kab. Aceh Besar. Gaya arsitekrur serta keunikan konstruksinya yang hanya terbuat dari susunan kerikil gunung ini membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya.

3. Gunongan

Gunongan yaitu peninggalan Kerajaan Aceh yang berupa sebuah taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman ini berdasarkan sejarahnya merupakan bukti cinta Sultan Aceh pada permaisurinya yang sangat cantik. Permaisuri yang tak diketahui namanya ini merupakan putri raja Kerajaan Pahang yang ditawan alasannya yaitu kerajaannya kalah perang. Sang Sultan jatuh cinta dan mempersuntingnya, hingga kemudian si permaisuri tersebut meminta dibuatkan sebuah taman yang sama persis dengan istana kerajaannya yang terdahulu untuk mengobati rasa rindunya.

Peninggalan Kerajaan Aceh
Gunongan ketika ini terletak tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Tepatnya berada di Desa Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Jika berkunjung ke Banda Aceh, jangan lupa sempatkan diri Anda singgah di taman asmara ini.

4. Makam Sultan Iskandar Muda

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling ternama, Sultan Iskandar Muda. Makam yang terletak di Kelurahan Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini sangat kental dengan nuansa Islami. Ukiran dan pahatan kaligrafi pada kerikil nisannya sangat cantik dan menjadi salah satu bukti sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Aceh

5. Meriam Kerajaan Aceh

Kesultanan Aceh telah bisa membuat sarana persenjataannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan eksistensi meriam-meriam bau tanah yang kini berjajar di benteng Indraparta dan musium Aceh. Awalnya meriam-meriam tersebut dianggap berasal dari pembelian ke Kerajaan Turki, namun setelah diteliti ulang, ternyata bukan. Teknisi-teknisi kerajaan Aceh-lah yang membuatnya berbekal ilmu yang mereka pelajari dari kerajaan Turki Ustmani. Peranan meriam-meriam ini sangat penting dalam perlawan dan perang terhadap para penjajah dan kapal-kapal perang musuh yang hendak menyandar ke dermaga tanah rencong.

Peninggalan Kerajaan Aceh

6. Uang Emas Kerajaan Aceh

Aceh berada di jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis. Berbagai komoditas yang berasal dari penjuru Asia berkumpul di sana pada masa itu. Hal ini membuat kerajaan Aceh tertarik untuk membuat mata uangnya sendiri. Uang logam yang terbuat dari 70% emas murni kemudian dicetak lengkap dengan nama-nama raja yang memerintah Aceh. Koin ini masih sering ditemukan dan menjadi harta karun yang sangat diburu oleh sebagian orang. Koin ini juga bisa dianggap sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang sempat berjaya pada masanya.

Peninggalan Kerajaan Aceh
Nah, para pembaca, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai 6 peninggalan Kerajaan Aceh lengkap dengan penjelasan dan gambar-gambarnya. Jika ada yang perlu disampaikan silakan berkomentar melalui kolom di bawah ini. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran pedoman Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya pengaruh Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun menjelma sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas ihwal apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan ihwal keberadaan kerajaan ini di masa lalu sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut misalnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau gesekan indah.

Peninggalan Kerajaan Demak

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu ialah Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai ketika ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh alasannya ialah itu, pintu bledek mampu diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan dongeng yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain alasannya ialah Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi digunakan sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan alasannya ialah sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru ialah tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang digunakan masjid ini, dan berdasarkan dongeng semua soko guru tersebut dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan mendapat peran untuk membuat semua tiang tersebut sendiri, hanya saja ketika ia gres membuat 3 buah tiang setelah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini digunakan pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid biar segera datang melakukan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk ibarat tapal kuda memiliki filosofi bahwa jikalau kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera datang untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibuat seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya digunakan sebagai kawasan berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, ketika ini situs tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

6. Maksurah

Maksurah ialah dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibuat sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada ketika Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna ihwal ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana ialah singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam kawasan penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa ialah piring bantuan seorang putri dari Campa yang tak lain ialah ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di kawasan imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta penjelasan dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan dapat memiliki kegunaan untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

15 Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo, Gambar, dan Keterangannya

Kesultanan Makassar atau biasa disebut Kerajaan Gowa Tallo yaitu kerajaan bercorak Islam yang berdiri pada awal periode ke 16 Masehi di Sulawesi Selatan. Kerajaan ini terdiri awalnya terdiri atas beberapa kerajaan kecil yang terus bertikai. Dua kerajaan yang paling dominan, yakni Kerajaan Gowa dan Tallo mempersatukan mereka menjadi Kerajaan Makassar. Kerajaan Gowa Tallo selama berdiri telah meninggalkan beberapa benda bersejarah. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa peninggalan Kerajaan Gowa Tallo tersebut lengkap dengan gambarnya.

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Beberapa peninggalan Kerajaan Gowa Tallo di antaranya yaitu Benteng Rotterdam (Benteng Ujung Pandang), Batu Pallantikang, Masjid Katangka, Kompleks Makam Katangka, serta Makam Syekh Yusuf.

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

1. Benteng Ford Ratterdam

Benteng Fort Rotterdam yaitu sebuah bangunan benteng peninggalan masa kejayaan kerajaan Gowa Tallo yang terletak di pesisir barat pantai kota Makassar. Benteng ini dibangun oleh raja Gowa ke-9, yakni I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' Kallonna pada tahun 1545. Karena awalnya berbahan tanah liat, Raja Gowa ke-14, yakni Sultan Alauddin kemudian memugar bangunan benteng dengan materi kerikil padas yang diperoleh dari pegunungan Karst di Maros.

Orang Makassar menyebut benteng Fort Rotterdam dengan sebutan benteng panyyua atau benteng penyu. Pasalnya, kalau dilihat dari atas, benteng ini memiliki bentuk menyerupai penyu. Bentuk ini memiliki filosofi bahwa Kerajaan Gowa Tallo yaitu kerajaan yang berjaya di laut dan daratan, sama menyerupai penyu yang hidup di dua alam.

Pada masa silam, benteng Fort Rotterdam menjadi markas pasukan katak kerajaan. selain itu, ia juga berfungsi sebagai sentra pertahanan kerajaan Gowa-Tallo dari serangan laut. Pada masa kepemimpinan Cornelis Speelman atas distrik Sulawesi benteng ini pernah beralih fungsi menjadi daerah penyimpanan rempah-rempah dari seluruh wilayah di Indonesia Timur. Selain itu, nama benteng yang sesungguhnya yaitu benteng Ujung Pandang, olehnya kemudian diubah pula menjadi Benteng Rotterdam untuk mengenang tanah kelahirannya di kota Rotterdam, Belanda.

2. Batu Pallantikang

Batu pallantikang atau kerikil pelantikan yaitu sebuah kerikil andesit yang diapit kerikil kapur. Batu peninggalan Kerajaan Gowa Tallo ini dipercaya memiliki tuah alasannya yaitu dianggap sebagai kerikil dari khayangan. Karena anggapan tersebut, sesuai namanya kerikil ini digunakan sebagai daerah pengambilan sumpah atas setiap raja atau penguasa gres di kerajaan Gowa Tallo. Batu ini masih insitu atau berada di daerah aslinya, yakni di tenggara kompleks pemakaman Tamalate.

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

3. Masjid Katangka

Masjid Katangka atau kini disebut masjid Al-Hilal yaitu masjid peninggalan Kerajaan Gowa Tallo yang diperkirakan dibangun pada tahun 1603. Masjid ini secara administratif kini terletak di Desa Katangka, Kec. Somba Opu, Gowa, tak jauh dari kompleks pemakaman Sultan Hassanudin. Nama Katangka diyakni berasal dari nama materi pembuatannya yaitu kayu Katangka.

4. Kompleks Makam Katangka

Di areal masjid Katangka, terdapat sebuah kompleks pemakaman dari mendiang keluarga dan keturunan raja-raja Gowa, termasuk makam Sultan Hasanuddin. Makam raja-raja mampu dikenali dengan mudah alasannya yaitu diatapi dengan kubah. Sementara makam pemuka agama, kerabat, serta keturunan raja hanya ditandai dengan kerikil nisan biasa. [Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Banten]

5. Makam Syekh Yusuf

Syekh Yusuf yaitu ulama besar yang hidup di zaman kolonial Belanda. Pengaruhnya yang sangat besar bagi perlawanan rakyat Gowa Tallo terhadap penjajah, membuat Belanda mengasingkannya ke Srilanka, kemudian ke Cape Town, Afrika Selatan. Jenazahnya setelah beberapa tahun kemudian dikembalikan ke Makassar dan dimakamkan di sana, tepatnya di dataran rendah Lakiung sebelah barat Masjid Katangka.

Nah, demikianlah beberapa peninggalan Kerajaan Gowa Tallo lengkap dengan gambar dan keterangannya. Semoga dapat membantu pekerjaan rumah Anda dan dapat menambah wawasan sejarah kita semua.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com