Penarikan Uang Gaib
Bicara perihal penarikan uang gaib, ayah saya memang ialah orang yang sempurna untuk di ajak berdiskusi. Ia paham betul mengenai perkara ini, pasalnya hampir 20 tahun usia masa mudanya dihabiskan untuk berburu harta karun, termasuk harta-harta gaib yang tak kasat mata.Suatu kisah yang paling berkesan baginya terkait dengan usaha penarikan uang gaib ialah ketika ia berhasil menemukan dan melihat secara eksklusif dengan matanya sendiri, bertumpuk-tumpuk uang koin emas dan berkarung-karung emas batangan di dalam sebuah goa besar di kawasan Ujung Kulon, Banten.

Ia bersama 3 temannya telah mencari tumpukan harta itu selama berbulan-bulan dengan keringat dan modal yang tidak sedikit. Pencariannya dalam menemukan harta tersebut harus dilalui dengan beragam ritual, mulai dari dukungan sesaji, pertapaan, hingga mengorbankan beberapa ekor sapi.
Singkat cerita, setelah aneka macam ritual telah dijalani, ayah saya dan ketiga temannya mendapat wahyu atau pandangan gres dalam pertapaannya di sebuah lembah yang gelap. Secara bersamaan, keempat orang tersebut memiliki mimpi yang sama. Mereka bermimpi mendengar bunyi adanya orang yang berkata bahwa jika ingin harta dunia, maka mereka harus berjalan sejauh 10.000 langkah ke arah barat, lurus tanpa memotong jalan.
Mendapati wahyu tersebut, bergegaslah ayah dan tiga temannya mengikuti petunjuk yang diberikan bunyi gaib tersebut. Meski menemui bukit dan tebing yang curam, mereka terus berjalan sebisa mungkin tanpa memotong atau memutari jalan. Hingga akhirnya, pada langkah ke 99.990 mereka bertemu dengan sebuah lisan goa yang menganga.
Masuklah mereka ke dalam goa tersebut, akan tetapi tak ada sesuatupun harta benda atau uang yang mampu mereka dapatkan dari dalamnya. Awalnya mereka kemudian berpikir, bahwa bunyi yang mereka dengar ialah sebuah bisikan jin-jin yang berusaha mengganggu tapa brata yang mereka lakukan. Akan tetapi, ketika hendak kembali pulang, salah satu temannya melihat ada sebatang emas bung karno yang menempel di sebuah dinding goa. Diambillah emas tersebut dengan cara mengeruk dinding goa. Apa disangka, dinding goa rupanya sangat rapuh sehingga pada satu sisinya itu ambrol dan membuka ruangan gres yang tak pernah terjamah oleh siapapun sebelumnya.
Rupanya, di dalam dinding goa yang gres terbuka tersebut bertumpuk uang koin emas kuno dan berkarung-karung emas dengan aneka macam bentuk dan ukuran. Betapa girangnya ayah dan teman-temannya mendapati hal tersebut. Tidak sia-sia perjuangannya dalam mencari apa yang diingininya. Sehingga terbayangkan akan datangnya kemuliaan dunia dan kekayaan yang akan segera dinikmatinya. Euforia dan kebahagiaan tampak terang di raut wajah ayah dan teman-temannya. Bila diperkirakan, total uang yang mampu ia dapatkan dari harta yang mereka temukan mampu mencapai 2 triliun rupiah lebih. Itupun jika dihitung pada tahun 1995, dikala harga emas hanya sebesar Rp. 20.000. Bayangkan jika emas itu dihitung dengan nilai di tahun ini, tentu total uang hasil konversinya mampu mencapai beratus-ratus triliun.
Akan tetapi, kebahagiaan ayah dan temannya itu tidak bertahan lama. Pasalnya, ketika berusaha mengarungi emas-emas yang berserak, tiba-tiba terdengar bunyi dari sisi goa yang lebih dalam.
“Ambillah sedikit banyak emas yang kalian lihat dikala ini sesuka kalian, namun saya akan mengambil pula 3 orang di antara kalian yang saya pilih secara acak untuk menemani saya disini!” kata bunyi gaib itu dalam bahasa Banten Kuno.
Mendengar bunyi itu, nyali ayah dan teman-temannya seketika eksklusif menciut. Dalam benak masing-masing kemudian berpikir bahwa nantinya hanya akan ada satu orang saja di antara mereka yang akan menikmati harta gaib itu, sedangkan 3 orang lainnya harus mati meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dalam penantian panjang.
Setelah berpikir lama, jadinya ayah dan teman-temannya sepakat untuk tidak mengambil sedikitpun emas-emas yang dilihatnya. Pamitlah mereka kepada bunyi gaib itu, dengan berkata bahwa mereka tidak mau mengorbankan salah tiga di antara teman-temannya hanya alasannya ialah harta dunia yang menunjukkan kenikmatan sementara.
Maka pergilah ayah ketiga temannya dengan tangan hampa dan kekecewaan yang berkecamuk. Sesampainya di tengah perjalanan menuju rumah, rupanya mereka menemukan masing-masing 1 batang emas bung karno dalam saku celananya. Emas itu mungkin merupakan cendera mata dan ganti rugi atas pengorbanan yang telah mereka lakukan. Dari kejadian itulah kemudian ayah dan teman-temannya mencapai titik balik. Mereka lantas tobat dan tidak mau lagi melaksanakan perburuan harta gaib yang penuh risiko. Hingga dikala ini, ayah dan teman-temannya kembali menjadi orang-orang pada umumnya yang jika ingin memiliki harta, maka mereka harus bekerja sendiri.
5 Cara Mendapatkan Uang GaibNah, demikianlah kisah perihal perburuan dan penarikan uang gaib dan harta gaib yang bersumber dari kisah nyata. Tentunya kisah ini terlalu singkat untuk menggambarkan situasi yang bahwasanya dialami oleh ayah dan teman-temannya. Akan tetapi, meski begitu kita tetap dapat mengambil pelajaran berharga dari kisah ini. Urungkanlah niat Anda untuk memburu harta yang belum pasti, terlebih jika harta itu bukan milik Anda. Karena akan banyak hal yang harus Anda korbankan untuknya. Semoga bermanfaat! Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com
Pesugihan Uang Gaib Tanpa Tumbal
Nyi Roro Kidul dan Soekarno
0 komentar:
Posting Komentar