Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, dan Gambarnya Lengkap

Di seluruh dunia, terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang dapat kita temukan. Namun, dari seluruh ragam alat musik tersebut, secara umum mereka terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu jenis alat musik melodis, alat musik ritmis, dan alat musik harmonis. Pengkategorian ini khususnya dilakukan berdasarkan fungsi dari alat musik itu sendiri dalam suatu iringan musik. Nah, berikut ini kita akan membahas satu persatu dari ketiga jenis alat musik tersebut secara lebih lengkap disertai dengan pola dan gambarnya. Silakan disimak!

Pengertian Alat Musik Melodis

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis ialah alat musik yang dapat membunyikan melodi dalam sebuah lantunan lagu namun pada umumnya tidak dapat memainkan kord sendirian. Artinya, alat musik ini dapat menghasilkan nada atau notasi menyerupai Do, Re, Mi, ...dst yang dapat melengkapi bunyi-bunyian yang dihasilkan dari alat musik ritmis dan harmonis. Alat musik melodis juga dapat diartikan sebagai alat musik yang mempunyai irama atau nada. Biasanya fungsi dari alat musik melodis ini ialah untuk mengatur nada dalam sebuah lagu atau musik.

Ada aneka macam jenis alat musik melodis yang dapat kita temukan ketika ini, mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. Namun, beragam jenis alat musik tersebut juga dapat digolongkan berdasarkan pada cara memainkannya. Berikut ini ialah beberapa cara memainkan alat musik melodis tersebut untuk Anda ketahui.
  1. Dipetik, contohnya menyerupai kecapi, mandolin, gitar, dan sasando.
  2. Ditiup, contohnya menyerupai seruling dan pianika.
  3. Ditekan, contohnya menyerupai akordion dan piano.
  4. Digoyang, contohnya menyerupai angklung.
  5. Digesek, contohnya menyerupai biola.
  6. Dihisap, contohnya menyerupai harmonika.

Contoh Alat Musik Melodis

Secara lebih jelas, berikut ini kami sajikan pula pembahasan mengenai beberapa pola alat musik melodis beserta gambarnya lengkap untuk Anda.

1. Biola

Biola ialah pola alat musik melodis yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini punya 4 dawai yang distel dengan interval tepat (G-D-A-E). Bedasarkan tinggi rendah nada yang dihasilkan, biola juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu biola alto, biola cello, dan biola double bass atau kontra bass (biola dengan nada tertinggi). Dalam bahasa Indonesia, pemain alat musik ini dikenal dengan sebutan violinis.

2. Akordion

Contoh alat musik melodis modern selanjutnya ialah akordeon. Akordeon ialah alat musik sejenis organ yang dimainkan dengan cara digantungkan di badan, tangan kiri pemain akan menekan tombol-tombol akor, sedang tangan kananya memainkan melodi dari lagu yang dibawakan. Di Indonesia, alat musik yang ditemukan C.F.L. Buschmann dari Jerman ini memang belum begitu populer, namun tidak dengan di negara-negara Eropa dan Latin.

Contoh Alat Musik Melodis

3. Bonang

Bonang ialah alat musik tradisional Jawa yang berdasarkan fungsinya juga digolongkan ke dalam jenis alat musik melodis. Alat musik ini dimainkan denganc ara dipukul. Dalam pertunjukan wayang dan upacara adab Jawa, bonang selalu ada dan menjadi embel-embel hiburan rakyat.

4. Angklung

Angklung ialah pola alat musik melodis tradisional Sunda yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia sebagai warisan dunia. Terbuat dari bambu, alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan ini menghasilkan suara melodis yang berasal dari benturan pipa bambu dengan kayu yang berada di dalamnya.

Contoh Alat Musik Melodis Modern

5. Suling

Alat musik tradisional yang satu ini juga berasal dari Jawa Barat. Ia termasuk ke dalam jenis alat musik melodis sebab akan menghasilkan notasi atau nada yang cantik kalau dimainkan. Semuanya mungkin sudah tahu kalau alat musik ini memang dimainkan dengan cara ditiup.

6. Kecapi

Sama menyerupai angklung, kecapi juga merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kebudayaan Sunda. Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik ini akan menghasilkan melodi yang sangat indah. Ia dapat dimainkan secara tunggal atau sebagai embel-embel bunyi-bunyian alat musik lain.

Contoh Alat Musik Melodis Tradisional

7. Sasando

Alat musik dawai yang berasal dari pulau Rote, NTT ini ialah hasil karya luar biasa dari nenek moyang Indonesia pada masa silam. Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik melodis ini akan menghasilkan suara yang tidak jauh berbeda dengan suara gitar, kecapi, biola, dan alat musik dawai lainnya.

Nah, itulah sekilas pembahasan kami mengenai pengertian alat musik melodis beserta jenis dan contoh-contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan mari kita lanjutkan pembahasan kita ke alat musik ritmis.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Alat Musik Ritmis, 9 Contoh dan Gambarnya

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, alat musik berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 3, yaitu alat musik harmonis, alat musik ritmis, dan alat musik melodis. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh seputar salah satu dari 3 alat musik tersebut yaitu mengenai alat musik ritmis, terkhusus mengenai pengertian, contoh, serta beragam cara memainkannya. Silakan disimak.

Pengertian Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis yaitu alat musik yang tidak dapat membunyikan nada-nada tertentu, melainkan hanya dimainkan sebagai pengiring irama dan pengatur tempo lagu. Beberapa pola alat musik ini misalnya drum, marakas, simbal, tamborin, timpani, triangle, konga, timpani, kastanyet, rebana, tifa, dan kendang. Secara umum, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul, namun ada pula beberapa alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digesek dan dikocok (digoyangkan).

pengertian alat musik ritmis

Contoh Nama Alat Musik Ritmis dan Gambarnya

Dengan perkembangan seni musik dunia yang begitu pesat, pada masa sekarang ini kita dapat menemukan aneka macam pola alat musik ritmis. Adapun beragam pola tersebut dapat kita kategorikan menjadi jenis alat musik tradisional dan jenis alat musik modern. Berikut ini yaitu beberapa pola alat musik ritmis berdasarkan penggolongan tersebut lengkap dengan pembahasan dan gambarnya.

1. Kendang

Yang pertama yaitu kendang atau gendang. Alat musik tradisional Jawa ini juga merupakan alat musik ritmis yang dimainkan sebagai pengatur irama. Biasanya dimainkan sebagai embel-embel iringan musik gamelan yang dipentaskan dikala pertunjukan wayang, tari jaipong, sinden, atau campur sari. Kendang ada beragam macamnya, ada kendang ketipung (ukuran kecil), kendang ciblon atau kebar (ukuran menengah), dan kendang kalih (ukuran besar). Semua macam kendang ini dimainkan dengan cara diteplak atau dipukul.

gambar alat musik ritmis beserta namanya

2. Tifa

Tifa yaitu alat musik tradisonal Papua yang juga termasuk jenis alat musik ritmis. Berdasarkan cara memainkan, bentuk, serta materi pembuatannya, alat musik ini bergotong-royong tidak jauh berbeda dengan gendang Jawa, hanya saja bentuk tabungnya yang ramping memanjang membuat dia umumnya dimainkan sambil berdiri. Tifa seringkali dimainkan dikala digelarnya upacara etika Papua atau pesta-pesta adat.

3. Tamborin

Tamborin yaitu alat musik ritmis tradisional yang dapat menghasilkan 2 bunyi sekaligus dikala dimainkan. Bunyi pertama berupa bunyi gemerincing yang berasal dari tumbukan logam pada bab sisi, sedangkan bunyi kedua berupa bunyi tabuhan yang berasal dari bab membrannya. Alat musik ini diketahui berasal dari Eropa, namun di beberapa bagian dunia lain alat musik serupa juga banyak ditemukan.

alat musik ritmis dan penjelasannya

4. Drum

Drum yaitu kelompok alat musik ritmis yang terbuat dari kulit atau plastik yang direntangkan pada sebuah lubang tabung dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik atau pemukul khusus. Dalam pertunjukan musik rock, pop, dan jazz, drum umumnya mengacu pada satu set alat musik yang terdiri dari bass drum, snare drum, hi-hat, tom-tom, cymbal, dan lain sebagainya. Orang yang memainkan drum set ini disebut dengan istilah drummer.

5. Triangle

Triangle juga merupakan salah satu pola alat musik ritmis modern. Alat musik yang berbentuk segitiga dan terbuat dari materi logam ini menghasilkan bunyi ketika dipukul pada bab sisi luar maupun dalam menggunakan pemukul logam pula. Triangle biasanya dimainkan pada musik-musik slow, menyerupai pop, jazz, atau dangdut.

Nah, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai pengertian alat musik ritmis beserta pola dan gambarnya lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan mari kita lanjutkan pembahasan kita mengenai alat musik harmonis pada artikel selanjutnya.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Alat Musik Gesek, Pengertian dan 5 Contoh Lengkap dengan Gambar

Berdasarkan cara memainkannya, alat musik terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu alat musik tiup, alat musik petik, alat musik pukul, dan alat musik gesek. Di antara keempat jenis alat musik tersebut, alat musik gesek termasuk jenis alat musik yang paling sedikit contohnya. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas pola alat musik gesek tersebut lengkap dengan gambar dan pemaparannya.

Alat Musik Gesek

Alat musik gesek ialah instrumen musik yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini akan menghasilkan suatu suara melodis kalau terjadi ukiran antara dawai dan busurnya. Beberapa pola alat musik ini misalnya biola, contre bass, viola, cello, dan alat musik tradisional rebab. Berikut pemaparan dan gambar dari beberapa alat musik tersebut.

Alat Musik Gesek
1. Biola
Alat musik gesek pertama yang tentu sudah tidak gila lagi bagi kita ialah biola. Biola merupakan alat musik modern yang lazim dimainkan dalam pertunjukan musik orkestra, jazz, pop, dan musik melayu. Alat musik ini memiliki 4 dawai yang diatur sedemikian rupa sehingga memiliki interval nada yang tepat ketika digesek. Para pemain biola umumnya ialah wanita. Mereka dikenal dengan sebutan violinist.

2. Contre Bass atau Double Bass
Contre bass atau double bass ialah biola berukuran besar yang pada umumnya dimainkan pada pertunjukan musik jazz, orkestra, musik bluegrass, country, dan musik rockabilly. Sesuai dengan namanya, alat musik gesek satu ini juga menghasilkan nada-nada rendah ketika dimainkan. Selain digesek, ia kadang kali juga dibunyikan dengan cara dipetik. Di Indonesia, alat musik satu ini memang tidak begitu dikenal, namun di negara-negara Latin dan Eropa, ia selalu dimainkan mengiringi setiap pertunjukan musik.

Alat Musik Gesek
3. Viola
Viola ialah alat musik yang termasuk dalam keluarga biola. Banyak orang yang menganggap viola sama dengan biola. Namun keduanya bersama-sama berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada ukuran dan nada yang dihasilkan. Viola umumnya berukuran lebih kecil dan menghasilkan nada yang lebih berat (rendah) dibandingkan dengan alat musik biola.

4. Cello
Cello atau Violoncello juga merupakan alat musik yang masuk dalam keluarga biola. Ia berukuran lebih kecil dibandingkan double bass namun lebih besar dibandingkan biola. Alat musik ini merupakan instrumen yang wajib ada dalam pertunjukan musik klasik Eropa. Sedangkan di Indonesia, ia kurang begitu dikenal alasannya ialah memang tidak biasa dimainkan dalam pagelaran musik tanah air.

5. Rebab
Rebab merupakan pola alat musik gesek tradisional yang berasal dari jazirah Arab. Alat musik satu ini umumnya akan hadir dalam pertunjukan seni musik Betawi atau gambang kromong serta pertunjukan-pertunjukan kesenian khas Jawa sebagai embel-embel iringan gamelan.

Alat Musik Gesek
Nah, demikianlah beberapa pola alat musik gesek beserta pengertian, penjelasan dan gambar lengkapnya. Ada yang tahu pola alat musik gesek lainnya yang belum disebutkan dalam artikel ini? Silakan sampaikan tambahan gosip Anda melalui kolom komentar di bawah.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Unsur Unsur Seni Rupa Terapan 2 dan 3 Dimensi beserta Contohnya

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang alhasil dapat dinikmati menggunakan indera penglihatan dan rabaan. Karya seni rupa atau visual art ialah karya yang mampu dilihat alasannya memiliki bentuk dan wujud yang nyata. Karya seni rupa mempunyai beberapa unsur. Unsur-unsur pembentuknya ini disebut unsur-unsur seni rupa.

Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur-unsur seni rupa ialah unsur-unsur yang mewujudkan atau menciptakan suatu karya seni rupa. Unsur-unsur seni rupa tersebut ada 8, yaitu titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, cahaya, dan ruang.

Unsur Unsur Seni Rupa

1. Titik

Titik merupakan unsur dasar dalam seni rupa. Di antara unsur-unsur seni rupa yang lain, unsur ini ialah unsur yang ukurannya paling kecil. Semua wujud karya seni rupa, diawali oleh titik. Meski sederhana, titik juga dapat menjadi perhatian pusat, terutama jikalau berkumpul dan dipadukan dengan unsur seni rupa yang lain.


2. Garis

Garis ialah gesekan berbatas dengan dimensi memanjang dan memiliki suatu arah tertentu.  Unsur seni rupa yang satu ini memiliki beberapa sifat, antara lain pendek, panjang, miring, lurus, vertikal, horizontal, tebal, tipis, halus, berombak, melengkung, patah-patah, dan lainnya. Garis dalam seni rupa digunakan untuk memperoleh kesan tertentu, misalnya membuat kesan megah, kekar, simpel, kuat, atau agung.

Unsur Unsur Seni Rupa

3. Bidang

Bidang ialah unsur seni rupa yang dibentuk oleh korelasi beberapa garis. Bidang mempunyai dimensi panjang dan lebar. Berdasarkan jenisnya, bidang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu bidang geometris, bidang biomorfosis (organis), bidang tak beraturan, dan bidang bersudut. Adapun berdasarkan bentuknya, unsur unsur seni rupa ini dibedakan menjadi  segitiga, bidang segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan lain sebagainya.

Unsur Unsur Seni Rupa

4. Bentuk atau Bangun

Bentuk merupakan unsur seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi. Bentuk dapat menyatakan sifat dari sebuah karya seni rupa, misalnya ornamental, bundar, kotak, atau tak beraturan (absurd). Adapun bentuk yang memiliki unsur nilai (value) disebut bentuk plastis (form) misalnya menyerupai meja, kursi, lemari, dan lain sebagainya.

Unsur Unsur Seni Rupa

5. Tekstur

Tekstur ialah unsur seni rupa yang menjadi sifat permukaan dari sebuah benda. Tekstur menyatakan kesan halus, kasar, kusam, mengkilap, licin, berpori, dan lain sebagainya. Tekstur dapat diketahui  melalui indra penglihatan dan rabaan. Penglihatan menyatakan tekstur semu (maya) sedangkan rabaan menyatakan tekstur nyata.

6. Warna

Warna ialah unsur seni rupa yang memiliki spektrum tertentu dalam sebuah cahaya tepat (berwarna putih). Suatu warna dapat diketahui identitasnya melalui panjang gelombang cahaya. Warna seringkali menjadi unsur utama yang digunakan untuk karya seni rupa. Berdasarkan spektrumnya, warna dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu warna primer, warna sekunder, warna tersier, warna analogus, dan warna komplementer.

Unsur Unsur Seni Rupa
  1. Warna primer ialah warna dasar yang tidak dapat diperoleh melalui campuran warna lain. Contoh warna ini antara lain kuning, merah, dan biru.
  2. Warna sekunder ialah warna yang diperoleh melalui hasil percampuran dua warna primer. Contoh warna ini antara lain oranye (jingga), ungu, dan hijau.
  3. Warna tersier ialah warna yang diperoleh dari hasil percampuran dua warna sekunder. Contoh warna ini antara lain aquamarine, chartreuse, marigold, vermilion, magenta, dan violet.
  4. Warna analogus ialah warna yang letaknya berada dalam deretan dalam suatu lingkaran warna. Contoh warna ini antara lain deretan warna hijau yang menuju warna kuning, deretan warna ungu menuju warna merah,dan lain sebagainya.
  5. Warna komplementer ialah warna kontras yang saling berseberangan dalam sebuah lingaran warna. Contoh warna ini antara lain deret warna kuning yang berseberangan ungu, merah yang berseberangan denga hijau, dan lain sebagainya.

7. Gelap dan Terang

Gelap dan terang atau cahaya juga merupakan unsur unsur seni rupa yang dapat mensugesti keindahan suatu seni rupa. Cahaya memiliki kegunaan untuk menggambarkan benda tampak menjadi 3 dimensi, menyatakan kesan kedalaman, dan memberi perbedaan kontras.
Cahaya gelap dan terang dapat dibuat melalui daya pancar atau pencampuran hitam dan putih.

Unsur Unsur Seni Rupa Terapan 2 dan 3 Dimensi

8. Ruang (kedalaman)

Ruang menjadi salah satu unsur seni rupa 3 dimensi. Ruang dapat dilihat dalam seni arsitektur rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Sedangkan dalam seni rupa 2 dimensi, unsur unsur seni rupa yang satu ini hanya bersifat semu. Ruang dalam seni rupa dua dimensi dapat ditemukan melalui penggambaran pipih, menjorok, cembung,datar, cekung, jauh, dekat, dan lain sebagainya.

Unsur Unsur Seni Rupa Terapan 2 dan 3 Dimensi
Nah, demikianlah unsur-unsur seni rupa yang dapat kami jelaskan di kesempatan kali ini. Semoga dapat menambah wawasan Anda terkait dengan dunia seni rupa.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

15 Aliran Seni Rupa, Ciri, Contoh Gambar, dan Tokohnya

Dalam dunia seni musik kita mampu menemukan beragam jenis anutan musik yang mirip dangdut, pop, jazz, keroncong, rock, dan lain sebagainya. Begitupun dengan seni tari, seni arsitektur, dan ragam seni lainnya. Namun, bagaimana dengan seni rupa? Apakah seni rupa juga terbagi atas beberapa anutan tertentu? Apa saja aliran seni rupa tersebut dan bagaimana contohnya? Untuk lebih mengetahui seputar hal ini, silakan simak pembahasan berikut ini!

Aliran Seni Rupa

Ternyata, seni rupa telah berkembang semenjak lama dan telah melahirkan beragam anutan yang semuanya memiliki kekhasannya masing-masing.  Ada anutan naturalisme, realisme, romantisme, impresionisme, dan lain sebagainya.

1. Aliran Naturalisme

Naturalisme ialah anutan seni rupa yang berusaha melukiskan sebuah objek yang sama persis dengan keadaan alam. Ciri anutan seni yang satu ini ialah wujudnya yang sama persis dengan sesuatu yang dilihat oleh mata kita. Proporsi, perspektif, keseimbangan, pewarnaan, dan prinsip-prinsip seni rupa lainnya tergambar dengan sempurna sesuai pemandangan sebenarnya. Beberapa tokoh seni rupa yang mengikuti anutan ini antara lain Basuki Abdullah, Gambir Anom, Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, William Hogart, dan Frans Hall.

Aliran Seni Rupa

2. Aliran Realisme

Realisme ialah anutan seni rupa yang menggambarkan keadaan kasatmata yang benar-benar ada. Ciri anutan seni yang satu ini ialah lebih ditekankannya suasana dibanding objek dari kenyataan tersebut. Beberapa seniman atau tokoh yang memilih anutan seni ini antara lain Fransisco de Goya, Gustove Corbert, dan Honore Daumier.


3. Romantisme

Romantisme ialah anutan seni rupa yang lebih menampilkan nilai-nilai fantastis, indah, irasional, dan absurd. Umumnya menceritakan kisah-kisah romantis atau dramatis. Beberapa ciri karya seni yang menganut anutan romantisme antara lain permainan warna yang lebih meriah, objek lebih sedikit, adanya objek pria gagah atau wanita yang lembut. Tokoh atau seniman yang menganut anutan ini antara lain Raden Saleh, Theobore, dan Gerriwult.

4. Ekspresionisme

Ekspresionisme ialah aliran seni rupa yang lebih mengutamakan curahan batin pembuatnya secara bebas, baik dari dalam batin, imajinasi maupun perasaannya. Objek-objek yang dilukiskan dalam anutan ini biasanya memiliki nuansa kekerasan, kengerian, kemiskinan, kesedihan, dan tingkah manusia. Adapun beberapa tokoh yang menganut anutan ini antara lain Popo Iskandar, Paul Gaugiuin, Vincent Van Gogh, Ernast Ludwig, Emile Nolde, Karl Schmidt, JJ. Kandinsky, Affandi, Zaini dan Paul Klee.

5. Impresionisme

Impresionisme ialah aliran seni rupa yang lebih mengutamakan kesan selintas pada suatu obyek yang ditunjukan atau dilukiskan. Ciri anutan seni rupa ini yang paling menonjol ialah objek yang digambarkan tidak mendetik atau agak kabur. Beberapa seniman yang menganut anutan impreionisme antara lain Casmile Pissaro, Claude Monet, Aguste Renoir, SIsley, Kusnadi, Solichin, Edward Degas, Mary Cassat, dan Afandi.

6. Kubisme

Kubisme ialah aliran seni rupa yang cenderung mengambarkan usaha abstraksi objek ke dalam bentuk geometri tertentu untuk menerima sensasi dan nilai seni. Corak yang menjadi ciri utama anutan ini ialah adanya gambaran yang bentuknya ibarat bidang-bidang mirip segiempat, segitiga, silinder, lingkaran, bola, kubus, kerucut, dan kotak-kotak. Tokoh-tokoh yang memilih anutan musik ini misalnya Pablo Picasso, Gezanne, Metzinger, Albert Glazes, Braque, Fernand Leger, Francis Picabia, Robert Delaunay, dan Juan Gris.

Aliran Seni Rupa

7. Fauvisme

Fauvisme ialah sebuah anutan seni rupa yang muncul sekitar era XX Masehi. Pelukis-pelukis muda yang lahir di masa itu menghasilkan karya dengan ciri warna yang liar, beberapa tokoh dalam anutan ini antara lain Andre Dirrain, Henry Matisse, Rauol Dufi, Maurice de Vlamink, dan Kess Van Dongen.

8. Dadaisme

Dadaisme ialah anutan seni rupa yang justru dianggap antiseni dan antiperasaan sebab lebih merefleksi kekerasan dan kekasaran. Prinsip seni rupa dan ciri-ciri karya yang menggunakan anutan ini antara lain tergambarnya sifat dan huruf absurd dari suatu objek misalnya lukisan Ratu Monalisa yang diberi kumis, WC absurd diberi judul dan dipamerkan. Adapun beberapa tokoh yang menggunakan anutan seni rupa satu ini diantaranya Max Ernst, Juan Gross, Marcel Duchamp, Hans Arp, dan Picabia.

9. Futurisme

Futurisme ialah anutan seni rupa yang menggambarkan keindahan dan menjadi anutan pendobrak Kubisme yang dibilang statis. Objek dalam anutan ini memiliki ciri yang cenderung lebih mengabadikan gerak, misalnya lukisan kucing yang berkaki > 4. Adapun beberapa tokoh seni dunia yang menggunakan anutan ini misalnya Severini, Boccioni, Umberto, Carlo Cara, Gioccomo Ballad, dan Ruigi Russalo.

10. Surealisme

Surealisme ialah anutan seni rupa yang ditujukan untuk menggambarkan objek yang sering dijumpai dalam mimpi. Ciri objek dalam anutan ini ialah keganjilan dan kontrol di bawah sadar dari bentuk objek tersebut. Beberapa tokoh dalam anutan ini antara lain Salvador Dali darl Andre Masson. Joan Miro, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

Aliran Seni Rupa

11. Konstruktivisme

Aliran konstruktivisme lahir pertama kali di Rusia tahun 1915. Beberapa tokoh yang berperan dalam anutan seni rupa satu ini ialah Laszlo Moholy-nagy, Victor Pasmore, Liubov Popova, Oskar Schlemmer, dan Naum Gabo.

12. Post Modern atau Kontemporer

Post modern ialah anutan seni rupa yang tidak terikat oleh pakem dan berkembang sesuai zaman. Aliran ini merefleksikan situasi dan waktu secara tematik. Adapun beberapa ciri objek yang ditunjukan dalam anutan ini antara lain dinamis, mengutamakan kebebasan ekspresi, dan mencolok. Beberapa tokoh seni rupa Indonesia yang menggunakan anutan ini antara lain Sprinka, Jim Nyoman Nuarta, Supankat, dan Angelina P.

13. Popular Art atau Pop Art

Popular art ialah anutan seni yang muncul akhir kejenuhan pada seni tanpa objek. Aliran ini mengingatkan kita pada keadaan lingkungan sekitar yang telah lama dilupakan. Objek dalam lukisan yang menampilkan anutan ini umumnya menampilkan sindiran, karikatur, atau humor. Beberapa tokoh yang dalam anutan pop art antara lain George Segal, Tom Wasselman, Claes Oldenburg, Yoseph Benys, dan Cristo.

Aliran Seni Rupa

14. Abstraksionisme

Abstraksionime ialah anutan seni rupa yang berkembang untuk melepaskan diri dari asosiasis atau sensasi-sensasi figuratif suatu obyek. Ada 2 jenis anutan abstaksionisme, yaitu anutan absurd kubistis yang mengungkapkan bentuk geometri murni, dan anutan absurd nonfiguratif yang mengungkapkan perasaan melalui garis dan warna. Tokoh anutan ini antara lain Wassily kadinsky dan Naum Goba.

15. Neo-Klasik

Neo klasik ialah anutan seni rupa yang muncul setelah pecahnya revolusi Perancis. Objek dalam anutan ini bersifat rasional, obyektif, dan klasik. Adapun beberapa ciri-ciri lainnya antara lain objek lukisan terikat pada norma intelektual akademis, bentuknya selalu seimbang, Batasan-batasan warna bersih dan statis, hiperbolis, raut wajah hening dan terkesan agung, serta mengandung dongeng lingkungan istana. Adapun tokoh dalam anutan Neo-Klasik ini ialah Jean August Dominique Ingres.

Nah, demikianlah pembahasan mengenai 15 anutan seni rupa beserta sekilas pembahasan, ciri-ciri, dan tokoh-tokoh yang berkecimpung di dalamnya. Perlu diingat bahwa meskipun masing-masing anutan memiliki ciri khas yang berbeda-beda, namun semuanya tetap sama-sama mengandung unsur-unsur seni rupa sebagai pakem nilai estetika yang dimilikinya. Semoga dapat bermanfaat dalam menyelesaikan peran sekolah adik-adik semua. Kami mohon artikel ini di share melalui jejaring sosial di bawah bila Anda merasa terbantu. Terimakasih.

Sumber Gambar : MasterBama
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

4 Tokoh Seni Rupa Indonesia yang Sangat Dikenal Dunia

Nenek moyang Indonesia dikenal memiliki jiwa seni yang tinggi. Ini dibuktikan dari aneka macam peninggalan kebudayaan yang sampai sekarang masih dapat kita nikmati, misalnya rumah adat, senjata tradisional, dan lain sebagainya. Adapun pada perkembangannya, jiwa seni nenek moyang kita ternyata secara turun temurun mengalir dengan sangat faktual pada beberapa orang yang kemudian menjadi tokoh di republik ini, tokoh seni rupa Indonesia.

Tokoh Seni Rupa Indonesia

Ada banyak seniman yang terlahir dari bangsa Indonesia. Tak cukup tentu jikalau semuanya dicatatkan pada artikel kali ini. Oleh sebab itu, kami hanya menuliskan beberapa di antaranya yang mungkin bisa mewakili betapa hebatnya bangsa ini dalam menciptakan sebuah kesenian yang disukai dunia. Berikut ialah beberapa tokoh seni rupa Indonesia yang kami maksud tersebut.

Tokoh Seni Rupa Indonesia

1. Basuki Abdullah (Pelukis)

Basuki Abdullah seorang tokoh seni rupa Indonesia yang lahir di Surakarta, 27 Januari 1915. Ia merupakan salah seorang pelukis maestro dengan aliran seni rupa realis dan naturalis. Meninggal pada umur 78 tahun tepatnya pada 5 November 1993, ia pernah diangkat menjadi salah seorang pelukis resmi istana negara pada masa kepemimpinan presiden Soeharto. Karya-karya yang terlahir dari tangannya begitu dikenal sampai ke seluruh penjuru dunia. Lukisannya menjadi barang buruan langka yang dicari oleh banyak orang. Beberapa pola lukisan yang pernah dibuat olehnya antara lain berjudul Lukisan "Kakak dan Adik" (1978) dan Lukisan "Balinese Beauty" (1976).


2. Affandi Koesoema (Pelukis)

Affandi Koesoema ialah pelukis indonesia pertama yang membawa nama baik bangsa indonesia di mata dunia. Ia ialah seorang pelukis maestro yang lahir di Cirebon, tahun 1907. Karya-karyanya sangat familiar di dunia internasional sebab selain memiliki nilai estetis yang tinggi, lukisan yang dibuat Affandi juga seing dipamerkan melalui pameran-pameran tunggal yang diadakannya di aneka macam belahan dunia ibarat Inggris, India, Eropa, dan Amerika. Tokoh seni rupa Indonesia ini juga terbilang sangat produktif. Selama masa hidupnya (meninggal 23 Mei 1990), ia telah menghasilkan > 2000 lukisan rupawan yang sebagian besar kini telah laku terjual. Beberapa karya seni rupa 2 dimensi berupa lukisan yang pernah dibuatnya antara lain poster propaganda Boeng, ajo, Boeng! tahun 1945.

Tokoh Seni Rupa Indonesia

3. F. Widayanto (Keramikus)

F. Widayanto ialah seorang keramikus terkenal lulusan Institut Teknologi Bandung. Berbagai karya keramik yang dibuatnya sangat disukai konsumen mancanegara. Diawali tahun 1983, ia membangun bisnisnya dalam dunia seni rupa sampai hasilnya meraih sukses dan bisa bekerja sama dengan Kobayashi, sebuah perusahaan importir Jepang untuk barang-barang kesenian dan pecah belah.

Tokoh Seni Rupa Indonesia

4. I Nyoman Nuarta (Pematung)

I Nyoman Nuarta ialah pematung asal Indonesia yang lahir di Bali, 14 November 1951. Ia dikatakan sebagai salah satu tokoh seni rupa Indonesia, selain sebab karya-karya patungnya yang keindahannya menguncang, juga sebab ia menjadi salah satu penggagas Gerakan Seni Rupa Baru pada tahun 1976. Beberapa mahakaryanya yang sangat dikenal antara lain Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), Patung Garuda Wisnu Kencana (Badung, Bali), serta Monumen Proklamasi Indonesia (Jakarta).

Tokoh Seni Rupa Indonesia
Nah, demikianlah beberapa tokoh seni rupa Indonesia yang karya-karyanya dikagumi dan begitu dikenal oleh masyarakat dunia. Semoga kita semua bisa mencontoh rekam jejak dan kesungguhan mereka dalam berkarya. Amin.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

6 Fungsi Seni Rupa dari Berbagai Sudut Pandang dan Contoh

Banyak seniman yang telah terlahir ke dunia. Mereka menciptakan beragam karya seni rupa yang sangat menggelitik dan menarik bagi semua orang, termasuk kita. Ada di antaranya yang berupa lukisan, patung, mozaik, kaligrafi, dan masih banyak lagi. Namun, dari keadaan ini, sebetulnya ada sebuah pertanyaan menarik terkait dengan lahirnya seni rupa di dunia. Ya, apa bergotong-royong fungsi seni rupa bagi kehidupan kita, umat manusia? Apa manfaatnya dan ibarat apa kegunaannya?

Fungsi Seni Rupa

Yang Mahakuasa semesta alam menciptakan sesuatu pasti karena sebab. Begitupun ketika Ia menciptakan bermacam-macam seni rupa. Seni rupa ternyata memiliki berbagai fungsi, bukan hanya bagi para seniman yang membuatnya, melainkan juga bagi para penikmat karya seni rupa tersebut. Adapun berdasarkan subjek yang merasakannya, fungsi seni rupa dibagi menjadi 2, yaitu fungsi individual dan fungsi sosial.

1. Fungsi Indivudual

Fungsi individual yakni fungsi seni rupa yang hanya dapat dinikmati oleh para pembuat seni rupa itu sendiri, dalam hal ini tentunya yakni para seniman. Ada 2 fungsi individual dari seni rupa yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan fisik dan sebagai pemenuhan kebutuhan emosional.

Fungsi Seni Rupa

a. Sebagai pemenuhan kebutuhan fisik

Manusia yakni mahluk yang memiliki banyak kebutuhan, salah satunya yakni kebutuhan fisik. Dalam hal ini, seni rupa terapan yang merupakan salah satu cabang seni berdasar kegunaannya dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Contoh-contoh yang dapat kita temukan misalnya penerapan seni dalam bidang arsitektur (bangunan), furniture (kelengkapan), tekstil, serta seni kerajinan.

b. Sebagai pemenuhan kebutuhan emosional

Fungsi seni rupa juga mampu sebagai alat pemenuhan kebutuhan emosional seseorang. Perasaan gembira, sedih, cinta, benci, jengkel dan lain sebagainya mampu dituangkan melalui seni rupa. Beberapa karya seni rupa yang ada ketika ini bahkan sangat terang menggambarkan emosional pembuatnya. Hal ini terkait dengan jenis seni rupa kontemporer. [BACA JUGA: Tokoh Seni Rupa Indonesia]


2. Fungsi Sosial

Selain dapat bermanfaat bagi para pembuatnya, seni rupa juga mempunyai banyak fungsi bagi masyarakat. Fungsi ini disebut fungsi sosial. Adapun fungsi sosial dari seni rupa tersebut antara lain:

Fungsi Seni Rupa

a. Sebagai sarana rekreasi

Banyaknya acara harian yang dilakukan, sering kali membuat seseorang mengalami rasa jenuh. Kejenuhan ini tak lain hanya dapat diobati dengan penyegaran. Selain dengan melihat seni yang tercipta di alam, penyegaran dalam menghilangkan rasa jenuh juga dapat dilakukan dengan menilik hasil karya seni rupa yang biasa tersedia di pameran, pagelaran musik, dan pertunjukan seni rupa lainnya. Inilah fungsi seni rupa yang paling utama sebagai sarana rekreasi.

b. Sebagai sarana Komunikasi 

Bahasa merupakan sarana komunikasi yang paling umum digunakan setiap insan di dunia. Namun, ada beberapa orang ternyata memiliki keterbatasan dalam penggunaan sarana tersebut. Sebagai solusi, penggunaan bahasa seni yang tertuang dalam sebuah karya seni (dalam hal ini termasuk seni rupa), mampu menjadi alternatif bahasa universal yang justru dapat dimengerti tanpa harus dibatasi oleh ruang dan waktu.

c. Fungsi Sosial di bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu usaha mengkondisikan transformasi pada pola pikir dan keterampilan seseorang biar menjadi lebih maju. Berdasarkan pengertian tersebut, seni juga berarti dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan. Melalui seni, pendidikan diberikan melalui bahasa universal yang terkandung pada nilai estetika sebuah pertunjukan seni. Fungsi seni rupa dalam hal ini yakni sebagai pembimbing dan pendidikan mental bagi seseorang serta dapat menumbuhkan pengalaman adat dan estetika.

d. Fungsi Sosial Seni di bidang Rohani

Fungsi seni rupa yang terakhir yakni sebagai sarana kerohanian. Menurut Kar Barth, keindahan sejatinya bersumber dari Tuhan. Agama yakni ilham seni yang berfungsi untuk membekaskan pengalaman-pengalaman religi. Oleh karena itu, melalui seni, peningkatan kerohanian seseorang akan mampu lebih efektif dibandingkan penyaluran yang bebas dari nilai-nilai seni.

Nah, demikianlah beberapa fungsi seni rupa ditinjau dari beberapa sudut pandang. Semoga dengan disertai beberapa contoh, pembahasan mengenai fungsi seni rupa ini dapat lebih mudah dipahami. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Macam Macam Seni Rupa Berdasarkan Wujud, Masa, Fungsi, dan Contohnya

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang cukup dikenal dan diminati sebagian besar masyarakat Indonesia. Berbagai karya yang dihasilkan dari seni rupa ini terlihat lebih menarik dibandingkan karya yang dihasilkan dari cabang seni lainnya. Beberapa karya tersebut misalnya, lukisan, kaligrafi, patung, dan mozaik. Adapun berdasarkan pada beberapa hal, seni rupa dibedakan menjadi beberapa macam. Pada artikel ini, kita akan membahas seputar macam macam seni rupa tersebut secara lebih lengkap, biar Anda tidak galau mengkategorikan suatu karya seni yang Anda temui nantinya.

Macam-Macam Seni Rupa

Macam macam seni rupa dapat dibedakan berdasarkan wujudnya, masa, dan fungsinya. Berdasarkan wujudnya, karya berdasarkan fungsinya, macam macam seni rupa dibedakan menjadi seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Macam-Macam Seni Rupa

1. Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya, seni rupa dibedakan menjadi seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi. Seni rupa 2 dimensi yaitu seni rupa yang wujudnya hanya terdiri dari 2 dimensi, yaitu dimensi panjang dan dimensi lebar. Contoh seni rupa 2 dimensi antara lain lukisan, batik, sketsa, kaligrafi, dan seni ilustrasi. Sedangkan seni rupa 3 dimensi adalah seni rupa yang wujudnya terdiri dari 3 dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi atau kedalaman. Contoh seni rupa 3 dimensi misalnya, patung, dekorasi, bangunan, dan lain sebagainya.


2. Berdasarkan Massanya

Berdasarkan masa atau waktu munculnya, seni rupa dibedakan menjadi 3 macam. Macam macam seni rupa tersebut antara lain:
  1. Seni rupa tradisional adalah seni rupa yang dibuat menggunakan aturan, pakem, atau teladan tertentu. Karya seni ini diciptakan secara berulang-ulang ibarat bentuk aslinya dan tidak boleh diubah apapun alasannya. Oleh alasannya yaitu hal tersebut, macam karya seni rupa yang satu ini bersifat statis. Contohnya antara lain patung dewa, rumah adat, senjata adat, dan pakaian adat.
  2. Seni rupa modern yaitu seni rupa yang muncul berdasarkan kreativitas pembuatnya dalam menciptakan sebuah karya yang belum pernah ada sebelumnya. Seni rupa modern mengutamakan prinsip pembaruan. Contoh seni rupa ini antara lain berupa grafis, lukisan, karikatur digital, patung mozaik, dan kriya.
  3. Seni rupa kontemporer yaitu karya seni rupa yang kemunculannya sangat dipengaruhi waktu di mana karya seni tersebut dibuat. Seni rupa kontemporer bersifat kekinian. Situasi dan kondisi dikala karya tersebut diciptakan sangat tergambar terang dari karya seni yang dihasilkan. Daya fantasi, imajinasi, dah impian pembuatnya merupakan beberapa unsur yang tidak mampu dilepaskan dari lingkungan sekitar kawasan dan waktu karya seni tersebut dibuat.

3. Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, macam macam seni rupa dibedakan menjadi seni rupa murni dan seni rupa terapan.
  1. Seni rupa murni yaitu karya seni rupa yang dibuat berdasarkan tujuan estetika semata. Pembuatnya menggunakan karya seni rupa ini sebagai ungkapan inspirasi dan gagasannya tanpa batasan apapun. Contoh karya seni rupa ini misalnya lukisan, patung, kaligrafi, dan lain sebagainya.
  2. Seni rupa terapan adalah seni rupa yang dibuat berdasarkan pada tujuan-tujuan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat menggunakan karya seni ini bukan hanya sebagai pengindah, melainkan juga sebagai pembantu dalam acara kita. Contoh karya seni rupa terapan misalnya rumah adat, senjata tradisional, keramik, arsitektur, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai macam-macam seni rupa, baik berdasarkan wujud, masa, maupun berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Semoga dapat membantu dan silakan dibagikan ke teman-teman Anda yang sekiranya membutuhkan artikel ini. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

8 Prinsip Prinsip Seni Rupa dan Penjelasannya Lengkap

Suatu karya seni rupa dikatakan memiliki nilai seni atau nilai estetika alasannya yaitu beberapa unsur yang dimilikinya. Unsur-unsur seni rupa tersebut meliputi garis, bidang, bentuk, tekstur, warna, pencahayaan, dan lain sebagainya. Namun, tahukah Anda kalau keindahan dari penggabungan unsur-unsur seni rupa tersebut bergotong-royong tidak akan terlepas dari beberapa prinsip dasar yang menunjang dalam segala bentuk karya seni rupa. Apa saja prinsip prinsip seni rupa tersebut? Berikut akan kita bahas jawabannya pada artikel kali ini.

Prinsip Prinsip Seni Rupa

Prinsip seni rupa yaitu prinsip yang menunjang bagaimana beberapa unsur dalam sebuah karya digabungkan sehingga memiliki nilai seni. Prinsip-prinsip seni rupa tersebut sedikitnya ada 8, yaitu kesatuan, keselarasan, penekanan, irama, gradasi, proporsi, komposisi, dan keseimbangan. [BACA JUGA : Tokoh Seni Rupa Indonesia]

1. Kesatuan

Kesatuan atau unity adalah prinsip yang menunjang bagaimana unsur-unsur dalam seni rupa saling berpadu satu sama lain sehingga saling menunjang dalam membangun sebuah komposisi yang menarik dan indah. Di antara prinsip prinsip seni rupa yang lain, kesatuan yaitu modal awal yang harus ditunjang oleh prinsip lainnya sehingga dapat menimbulkan sebuah karya seni bernilai estetis.

Prinsip Prinsip Seni Rupa

2. Keselarasan

Suatu kesatuan unsur-unsur karya seni rupa hanya akan dikatakan mengagumkan dan memiliki nilai estetis bila mereka berpadu dengan selaras. Keselarasan atau harmonis adalah kaitan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk, pencahayaan, warna dalam menciptakan suatu keindahan.


3. Penekanan

Penekanan atau kontras adalah prinsip yang mendasari kesan perbedaan dari dua unsur yang berlawanan dan saling berdekatan. Penekanan akan membuat sebuah karya seni tidak bersifat monoton. Dengan menunjukkan perbedaan yang mencolok pada bentuk, warna, dan ukuran sebuah karya seni akan terlihat lebih menarik.

4. Irama

Irama atau rythm adalah prinsip yang mendasari pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur. Pengulangan unsur-unsur seni rupa yang diatur mampu berupa garis, bentuk, atau variasi warna. Pengulangan yang sama akan terasa statis, sedangkan pengulangan yang dilakukan secara bervariasi akan menghasilkan irama harmonis yang dapat meningkatkan nilai estetika dari karya seni yang dibuat. [BACA JUGA : Macam Macam Seni Rupa]

5. Gradasi

Gradasi yaitu susunan warna yang didasari pada tingkatan tertentu pada sebuah karya seni. Di antara prinsip prinsip seni rupa, gradasi merupakan prinsip yang paling sering diterapkan dalam pembuatan mozaik, karikatur, lukisan, dan seni rupa 2 dimensi lainnya. Gradasi akan membuat sebuah karya menjadi lebih hidup.

6. Kesebandingan

Kesebandingan atau proporsi adalah prinsip seni rupa yang mengacu pada keteraturan dan pembiasaan dari wujud karya seni rupa yang diciptakan. Sebagai contoh, dikala hendak membuat lukisan manusia, pelukis harus berilmu menyesuaikan ukuran antara mata, hidung, mulut, alis, dagu dan bab badan lainnya semoga selaras. Begitu pun dalam proses pembuatan karikatur. Ukuran-ukuran dari unsur seni rupa yang terdapat di dalamnya harus berada dalam perbandingan yang proporsional.

7. Komposisi

Di antara prinsip prinsip seni rupa yang lain, komposisi menjadi prinsip yang paling penting dalam mendasari keindahan dari sebuah karya seni. Komposisi sendiri merupakan organisasi dari unsur-unsur seni rupa yang disusun menjadi teratur, serasi, dan menarik.

8. Keseimbangan

Dan prinsip yang terakhir yaitu keseimbangan atau balance. Keseimbangan yaitu prinsip yang bertanggung jawab pada kesan dari suatu susunan unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip kesemibangan akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.

Nah, demikianlah prinsip prinsip seni rupa dan penjelasan yang dapat kami sampaikan. Ketika hendak membuat sebuah karya seni, pastikan Anda memperhatikan ke delapan prinsip tersebut kalau ingin karya seni yang berhasil dibuat menjadi tampak mengagumkan dan menarik. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

7 Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara dan Gambarnya

Berdasarkan asalnya, seni rupa terapan dibedakan menjadi seni rupa terapan nusantara dan seni rupa terapan modern. Jika seni rupa terapan modern yakni seni rupa yang berasal dan muncul akhir dari perpaduan kebudayaan masa kini, maka seni rupa terapan nusantara yakni seni rupa yang justru murni berasal dari kebudayaan nusantara Indonesia di masa silam. Bagi Anda yang belum mengetahui apa saja contoh karya seni rupa terapan nusantara ini, simaklah pembahasan berikut!

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Seni rupa terapan nusantara yakni seni rupa terapan yang lahir dari kebudayaan masyarakat nusantara dari masa ke masa. Menyadari bahwa luas negara kita yang begitu besar, maka seni rupa terapan yang dimiki oleh banga ini pun menjadi sangat beragam jenis dan macamnya. Namun, secara umum semuanya terangkum dalam 7 pola berikut ini.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

1. Rumah Adat

Contoh seni rupa terapan nusantara yang pertama yakni rumah adat. Rumah sopan santun ialah rumah yang arsitekturnya dimiliki dan lahir dari kebudayaan masyarakat sopan santun atau suku-suku yang tersebar di nusantara. Sedikitnya, Indonesia memiliki 35 rumah sopan santun dari masing-masing provinsi yang dimilikinya. Misalnya rumah sopan santun Krong Bade yang berasal dari Aceh, rumah sopan santun Limas dari Sumatera Selatan, rumah Joglo dari DI Jogjakarta, rumah Lamin dari Kalimantan Timur, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui daftar rumah sopan santun di Indonesia, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.


2. Alat Transportasi Tradisional

Alat transportasi tradisional juga merupakan salah satu contoh karya seni rupa terapan nusantara. Selain memiliki nilai estetis, alat transportasi tradisional ibarat becak, perahu, delman, dan pedati juga memiliki nilai praktis sebagai sarana mobilitas masyarakat. Perkembangan alat transportasi tradisional secara perlahan telah mengalami pergeseran. Penggunaannya kini terbatas sebagai sarana wisata di tengah semakin maju dan beragamnya moda transportasi modern.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

3. Senjata Tradisional

Senjata tradisional yang pada masa silam berfungsi sebagai sarana untuk berburu, berperang, bekerja, dan sebagai benda pusaka, juga dianggap sebagai salah satu pola seni rupa terapan nusantara alasannya keunikan dan nilai estetis yang milikinya. Beberapa senjata tradisional tersebut antara lain celurit dari Madura, keris dan Jawa Tengah, mandau dari Kalimantan, kujang dari Jawa Barat, dan lain sebagainya.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

4. Pakaian Adat

Suku-suku di Indonesia memiliki ciri khas pakaian adatnya masing-masing. Pakaian sopan santun ini bekerjsama juga merupakan pola seni rupa terapan nusantara mengingat bahwa mereka selain memiliki nilai praktis sebagai pemenuhan kebutuhan sandang, juga memiliki nilai estetis dari keindahan yang dimilikinya. Fungsi seni rupa terapan dari pakaian sopan santun dapat dirasakan bagi para penggunanya.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
  • Tenun yakni salah satu teknik pembuatan kain yang merupakan warisan dari nenek moyang Bangsa Indonesia di masa silam. Ada beragam teknik tenun yang mampu digunakan, antara lain tentun sulam, tenun tapis, tenun mesin dan lain sebagainya.
  • Batik yakni kain yang dihias sedemikian rupa menggunakan gambar-gambar tertentu  melalui proses printing atau canting. Batik ada beragam jenisnya, yang paling terkenal misalnya batik pekalongan dan batik solo.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

5. Seni Kriya

Beberapa karya dari seni kriya juga merupakan pola dari seni rupa terapan nusantara. Seni kriya sendiri yakni seni kerajinan tangan yang menghasilkan barang jadi siap pakai. Bebapa diantaranya antara lain anyaman bambu yang digunakan sebagai dinding rumah, gerabah sebagai perabotan rumah tangga, sepatu dari seni kriya kulit, dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa contoh seni rupa terapan nusantara yang dapat kami sampaikan di kesempatan kali ini. Semoga dapat menambah wawasan Anda sekalian. Terima kasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Seni Rupa Terapan, Sejarah, Fungsi, dan Contoh Gambar

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, kita tahu bahwa berdasarkan fungsinya seni rupa dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni ialah seni rupa yang peruntukannya hanya sebagai penghias sehingga ia sekedar memiliki nilai estetika saja. Sedangkan seni rupa terapan ialah seni rupa yang selain memiliki nilai estetika, ia juga memiliki nilai praktis yang dapat digunakan dan dimanfaatkan di kehidupan kita sehari-hari.

Dibanding seni rupa murni, seni rupa terapan cukup umur ini lebih digandrungi sebab kebermanfaatannya yang dirasa lebih banyak. Untuk mengetahui apa saja kebermanfaatan dari jenis seni rupa yang satu ini, berikut akan kita bahas seputar pengertian seni rupa terapan tersebut, beserta fungsi, contoh, dan gambar karyanya. Silakan disimak!

Pengertian Seni Rupa Terapan

Pengertian Seni Rupa Terapan

Secara bahasa, pengertian seni rupa terapan ialah suatu seni yang menghasilkan karya yang selain memiliki nilai estetika (keindahan), juga memiliki nilai praktis sehingga dapat digunakan dalam menunjang acara kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa seni rupa terapan bukan hanya mengutamakan sisi keindahannya saja, melainkan juga kegunaan dari karya yang dihasilkannya.

Karya seni rupa terapan kadang kali disebut karya seni yang aplikatif. Artinya, karya tersebut dapat diterapkan atau diaplikasikan ke dalam bentuk-bentuk fungsional dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Adapun beberapa wujud dari karya seni rupa terapan ini sesungguhnya sudah sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya antara lain perhiasan, perlengkapan makan, ibadah, pakaian, dan lain sebagainya. [Baca Juga : Pengertian Seni Rupa Kontemporer]

Sejarah Seni Rupa Terapan

Dirunut ke masa lalu, seni rupa terapan sesungguhnya sudah dekat dengan zaman nenek moyang bangsa Indonesia di masa silam. Sejarah membuktikan, pada zaman prasejarah orang-orang di masa lalu telah menggunakan banyak sekali pernik perlengkapan yang bernilai seni tinggi dalam kehidupannya sehari-hari. Beberapa di antaranya antara lain kapak batu, tulang untuk berburu, dolmen, nekara, moko, baskom dan lain sebagainya.

Pengertian Seni Rupa Terapan
Seiring laju perputaran roda waktu, seni rupa terapan secara turun temurun diwariskan ke masyarakat kita di masa sekarang. Dalam banyak sekali aspek kesenian ibarat seni dekorasi, seni arsitektur, seni ilustrasi, dan seni grafis, seni terapan telah melebur menjadi satu.

Seni Rupa Terapan Berdasarkan Fungsi, Wujud, dan Bentuknya

Karya seni rupa terapan dapat dikelompokan berdasarkan fungsi, wujud dan bentuknya. Pengelompokan ini bertujuan biar Anda lebih mampu memahami pengertian seni rupa terapan dan contoh-contoh dari karya seni rupa terapan dalam kehidupan kita sehari-hari.

1. Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, seni rupa terapan dapat digunakan berdasarkan nilai praktis dan nilai estetis. Nilai praktis dalam seni rupa terapan ialah semua nilai yang terkandung dari pemanfaatan dan pemakaian karya seni rupa tersebut, misalnya seni yang menghiasi perabotan rumah tangga. Sedangkan nilai estetis ialah semua keindahan yang sengaja dibuat dan dimasukan ke dalam benda pakai dengan tujuan sekedar untuk menunjukkan kesan estetis, misalnya seni batik, seni tabrakan pada vas bunga, patung, dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya, seni rupa terapan dibedakan menjadi seni rupa terapan 2 dimensi dan seni rupa terapan 3 dimensi. Seni rupa terapan 2 dimensi ialah seni rupa terapan yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar saja, contohnya batik, wayang kulit, dan tenun. Sedangkan seni rupa terapan 3 dimensi ialah seni rupa terapan yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan kedalaman, contohnya patung, senjata tradisional, rumah adat, dan lain sebagainya.

Pengertian Seni Rupa Terapan

3. Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya, seni rupa terapan dibedakan menjadi 2 yaitu seni rupa terapan nusantara dan seni rupa terapan modern. Pengertian seni rupa terapan nusantara ialah seni rupa terapan yang berasal dari nusantara dan diwariskan secara turun temurun melalui budaya, contohnya rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, alat transportasi tradisional, dan lain sebagainya. Sedangkan seni rupa terapan modern ialah seni rupa terapan yang berasal dari kebudayaan modern masa kini, misalnya seni arsitektur modern, lukisan modern dengan aliran seni rupa tertentu dan lain sebagainya.

Contoh Seni Rupa Terapan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan beragam pola seni rupa terapan beserta cara pemanfaatannya. Ada yang bermanfaat sebagai media komunikasi ibarat hanya poster, ada yang bermanfaat sebagai pemenuh kebutuhan primer dan sekunder ibarat rumah adat, pakaian adat, alat transportasi, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui seputar pola karya seni rupa terapan secara lebih lengkap, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.

Demikianlah pembahasan kami seputar pengertian seni rupa terapan, sejarah, fungsi, dan contohnya. Semoga dapat dipahami dengan mudah sehingga Anda dapat lebih mengenali nilai-nilai seni yang terkandung pada benda-benda di sekitar lingkungan Anda. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Contoh Seni Rupa Terapan dan 15 Gambar Karya yang Dihasilkan

Seni rupa terapan ialah suatu seni yang hasil karyanya memiliki 2 nilai fungsi sekaligus, yaitu fungsi praktis dan fungsi estetis. Fungsi praktis terkait dengan bagaimana karya dari seni ini digunakan secara praktis dalam kehidupan sehari hari, sedangkan fungsi estetis terkait dengan nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam karya seni tersebut. Pada artikel kali ini, kita akan membahas seputar contoh seni rupa terapan beserta gambar dari karya yang dihasilkan dari masing-masing cabang seni tersebut. Silakan disimak!

Contoh Seni Rupa Terapan

Ada beberapa cabang seni yang gotong royong merupakan rujukan seni rupa terapan namun sering kali kita lupakan. Beberapa cabang seni tersebut antara lain seni arsitektur, seni ilustrasi, seni grafis, seni dekorasi, dan seni kriya.

Contoh Seni Rupa Terapan

1. Seni Arsitektur

Seni arsitektur atau seni bangunan ialah cabang seni yang bergerak di bidang pembuatan bangunan baik berupa gedung, rumah, daerah ibadah, dan lain sebagainya. Selain mengutamakan kekuatan dari bangunan yang dibuat, para arsitek sebisa mungkin juga memasukan nilai-nilai estetis ke dalamnya sesuai dengan prinsip prinsip seni rupa yang diinginkan. Contoh seni rupa terapan yang satu ini menghasilkan beberapa karya antara lain rumah adat, daerah ibadah, daerah tinggal, bangunan kantor, bangunan tanah, dan lain-lain.


2. Seni Ilustrasi

Seni ilustrasi ialah seni yang menghasilkan karya berupa gambar atau ilustrasi untuk memperinci atau menjelaskan naskah atau teks yang sulit dimengerti. Contoh dari seni terapan yang satu ini menghasilkan karya berupa ilustrasi dalam buku bacaan siswa Sekolah Dasar, karikatur politik, buku pelajaran, cerpen, iklan, dan lain sebagainya.

3. Seni Desain Grafis Terapan

Seni desain grafis terapan ialah sebuah seni yang menghasilkan gambar atau lukisan yang dibuat menggunakan perangkat elektronik modern. Gambar atau lukisan yang dihasilkan umumnya memiliki kegunaan sebagai media komunikasi misalnya ibarat yang dapat kita lihat pada poster iklan, spanduk, banner, dan lain sebagainya. Seni desain grafis juga dapat dikategorikan sebagai contoh seni rupa modern.

Contoh Seni Rupa Terapan

4. Seni Dekorasi

Seni dekorasi juga merupakan salah satu rujukan seni rupa terapan. Seni ini digunakan untuk mempercantik atau menghiasi suatu ruangan semoga tampak lebih menarik dan anggun. Bukan hanya itu, dari sisi praktis, seni dekorasi juga membuat penggunaan dari sebuah ruangan menjadi lebih mudah, terutama bila penggunaan ruangan tersebut terbatas pada suatu tujuan tertentu.

5. Seni Kriya Terapan

Seni kriya ialah seni kerajinan tangan yang karyanya dapat digunakan untuk kepentingan praktis. Berdasarkan materi pembuatannya, seni kriya dibagi menjadi beberapa cabang antara lain kriya logam, kriya kayu, kriya kulit, kriya tekstil, kriya batu, dan kriya keramik. Sedangkan berdasarkan teknik pembuatannya, rujukan seni rupa terapan ini dibagi menjadi kriya ukir, kriya tenun, kriya pahat, kriya anyaman, dan kriya bordir. Adapun beberapa benda yang merupakan hasil seni kriya ini dapat dengan mudah kita jumpai, antara lain kerikil akik, wayang, kain, perkakas logam, dan lain sebagainya.

Nah, demikianlah beberapa rujukan seni rupa terapan yang dapat kami sampaikan. Dapat diambil kesimpulan bahwa seni rupa terapan ternyata dapat ditemukan pada beberapa cabang seni yang antara lain seni arsitektur, seni ilustrasi, seni desain grafis terapan, seni dekorasi, dan seni kriya terapan. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

7 Fungsi Seni Rupa Terapan : Nilai Estetis dan Nilai Praktis

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, fungsi seni rupa terapan secara umum terbagi menjadi 2, yaitu fungsi praktis dan fungsi estetis. Fungsi praktis meliputi semua kegunaan dari hasil karya seni rupa tersebut dalam menunjang acara kehidupan, sedangkan fungsi estetis hanya terkait dengan nilai keindahan yang dimiliki karya seni rupa tersebut. Adapun ditinjau dari cakupan yang lebih luas, seni rupa terapan ternyata juga memiliki beragam fungsi lain yang jauh lebih besar. Apa saja fungsi seni rupa terapan tersebut? Simak pembahasannya berikut ini!

Fungsi Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan terkait akrab dengan kehidupan masyarakat nusantara. Selain sebagai sarana keindahan, seni rupa terapan juga dapat memiliki kegunaan sebagai alat pemenuhan kebutuhan daerah tinggal, pemenuhan kebutuhan sandang, pemenuhan kebutuhan akan rasa aman, pemenuhan kebutuhan pangan, kenyamanan transportasi, kenyamanan dalam beribadah, dan sarana aktualisasi diri.

Fungsi Seni Rupa Terapan

1. Pemenuhan Kebutuhan Tempat Tinggal

Fungsi seni rupa terapan sebagai alat kebutuhan daerah tinggal dapat kita temukan dalam seni arsitektur dan bangunan. Beragam rumah susila yang ada di nusantara dapat menunjukan bahwa rumah yang dijadikan daerah bernaung oleh nenek moyang Indonesia di masa silam bukan hanya terpaut pada kekokohan bangunan belaka. Nuansa estetis juga dipertahankan untuk tetap ada sehingga kenyamanan hunian mampu terjaga.

Seni rupa modern dalam arsitektur masa kini juga tidak berbeda. Arsitek-arsitek muda kita telah merancang bangunan yang kokoh dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai seni dari bangunan yang dibuatnya. Gambar di bawah ini yaitu rujukan bagaimana seni dan daerah tinggal dapat bersatu dengan jalinan yang harmonis.


2. Pemenuhan Kebutuhan Sandang

Jangan lupa bahwa sandang juga merupakan kebutuhan dasar umat manusia. Sandang atau pakaian yang dirancang oleh para desainer selalu mengedepankan nilai dan unsur unsur seni rupa semoga para pemakai busana yang dibuatnya dapat terlihat lebih menarik. Hal ini juga berlaku bagi seni rupa terapan nusantara, di mana pakaian-pakaian tradisional kita begitu unik dan menarik di pandangan mata.

3. Pemenuhan Kebutuhan Akan Rasa Aman

Kebutuhan akan rasa aman yaitu hal wajib yang dimiliki setiap insan dalam kehidupan yang bahagia. Kebutuhan rasa aman dapat pula dipenuhi oleh hasil karya seni rupa terapan, contohnya yaitu adanya beragam senjata tradisional yang diciptakan oleh para pendahulu kita. Ini menjadi fungsi seni rupa terapan yang jarang kita sadari.

Fungsi Seni Rupa Terapan

4. Pemenuhan Kebutuhan Pangan

Adanya beragam perabotan baik yang berupa gerabah berbahan tanah liat, berbahan batu, ataupun berbahan logam hasil kerajinan seni kriya juga merupakan bukti betapa seni telah mendarah daging dalam kehidupan umat manusia. Tanpa peralatan-peralatan tersebut, pengolahan pangan pasti akan menjadi lebih sulit.

5. Kenyamanan Transportasi

Fungsi seni rupa terapan juga terkait dengan mobilitas masyarakat dalam bertransportasi. Kendaraan atau alat transportasi tradisional menunjukan betapa seni rupa terapan sangat penting dalam menunjang kehidupan umat manusia. [Baca Juga : Contoh Seni Rupa Terapan]

6. Kenyamanan dalam Beribadah

Kaligrafi, bangunan daerah ibadah, patung, hiasan pada sajadah merupakan beberapa karya seni rupa yang sangat membantu dalam proses peribadatan. Kekhusyuan ibadah dapat lebih baik dikala seni rupa juga masuk dan membaur dalam urusan agama.

7. Sarana Aktualisasi Diri

Dan yang terakhir yaitu sebagai sarana aktualisasi diri. Fungsi seni rupa terapan ini merupakan pemenuhan kebutuhan tertinggi umat manusia, dimana mereka biasanya menginginkan akreditasi dari masyarakat. Perhiasan-perhiasan dan pernik aksesoris yang menjadi sarana kelengkapan penampilan yaitu hasil karya agung seni rupa yang tak mampu dilupakan begitu saja.

Nah, demikianlah beberapa fungsi seni rupa terapan dalam menunjang kebutuhan dan acara insan di kehidupan sehari-hari. Adakah di antara Anda yang memiliki pendapat ihwal fungsi-fungsi lainnya? Silakan sampaikan melalui kolom komentar.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian dan Contohnya

Berdasarkan fungsinya, seni rupa terbagi menjadi 2 jenis, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Apakah seni rupa murni dan terapan itu? Seni rupa murni ialah seni rupa yang hanya memfokuskan karyanya pada nilai-nilai estetika semata, misalnya lukisan, patung, atau benda-benda pajangan. Sedangkan seni rupa terapan ialah seni rupa yang selain memfokuskan karyanya pada nilai estetika juga memperhatikan nilai-nilai praktis dalam penggunaan karya seni tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas seputar perbedaan seni rupa murni dan terapan tersebut disertai beberapa teladan dan gambar benda-benda karya kedua seni rupa ini baik dalam wujud 2 dimensi maupun 3 dimensi. Silakan disimak!

Seni Rupa Murni Dan Terapan

Seni Rupa Murni dan Terapan

Perbedaan mendasar yang ada antara karya seni rupa murni dan terapan terletak pada bagaimana karya tersebut digunakan.

1. Pengertian Seni Rupa Murni

Karya seni rupa murni ialah karya yang benar-benar murni berfungsi sebagai pengindah dan peningkat rasa kesukaan. Penggunaannya hanya terbatas pada pajangan sebagai pemikat ketertarikan manusia. Beberapa teladan seni terapan murni antara lain lukisan, patung, relief, dan kaligrafi.

a. Lukisan

Lukisan dari beragam fatwa seni rupa memiliki fungsi yang sama saja. Mereka dibuat hanya sekedar sebagai pajangan untuk memperindah isi suatu ruangan. Terlepas dari itu, karya seni rupa yang satu ini tidak dapat difungsikan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Ini ialah salah satu teladan dari seni rupa modern yang paling sering kita temukan.


b. Patung

Sama halnya menyerupai lukisan, patung pun hanya dapat dimanfaatkan nilai estetikanya saja. Kadang kali memang beliau berkhasiat sebagai ciri khas suatu kawasan atau tempat. Namun, kegunaan itu tidak membuat beliau tergolong sebagai teladan seni rupa terapan alasannya ialah nilai estetisnya lebih besar dibandingkan dengan nilai praktisnya.

c. Relief

Pada candi-candi atau bangunan-bangunan lama, kita sering menjumpai adanya pahatan-pahatan dengan pola tertentu. Pahatan-pahatan inilah yang dinamakan dengan relief. Relief merupakan teladan seni rupa murni 2 dimensi. Kegunaannya tak lain hanya sekedar penghias belaka.

d. Kaligrafi

Kaligrafi merupakan seni peninggalan sejarah Islam di Indonesia. Kita mampu menemui karya seni ini di tempat ibadah, kitab suci, atau lukisan-lukisan bernuansa Islam. Sama menyerupai teladan seni rupa murni lainnya, kaligrafi juga hanya dapat dimanfaatkan nilai estetikanya saja.

2. Seni Rupa Terapan

Lain halnya dengan seni rupa murni, seni rupa terapan selain berfokus pada nilai-nilai keindahan (estetika) juga benar-benar memperhatikan nilai praktis atau kegunaan dari suatu karya dalam menunjuang kebutuhan hidup manusia. Seni ini mengalir dan menyatu dalam benda-benda yang diharapkan insan dalam kehidupannya sehari-hari. Adapun beberapa teladan seni rupa terapan antara lain rumah, dekorasi,  busana, dan seni kriya.

Seni Rupa Murni Dan Terapan

a. Rumah atau Bangunan

Seni arsitektur telah berhasil memadukan kebutuhan insan akan hunian yang aman dan infinit dengan nilai-nilai seni dan keindahan. Kita mampu melihat bagaimana sebuah rumah didesain dengan sangat kokoh sekaligus nyaman untuk ditinggali. Ini merupakan salah satu teladan seni rupa terapan yang paling mudah kita jumpai.

b. Dekorasi

Dalam sebuah acara, dekorasi ruangan memegang peranan penting dalam keberlangsungan sebuah perhelatan. Dekorasi dirancang dengan berpagut pada nilai-nilai estetis sekaligus menunjang bagaimana jalannya program semoga dapat berlangsung dengan baik.

c. Busana

Kain batik dan tenun merupakan bukti karya seni terapan yang dapat kita jumpai sehari-hari. Pakaian yang kita kenakan selain dibuat senyaman mungkin juga dibuat seindah mungkin semoga penampilan kita yang mengenakannya terkesan lebih menarik.

d. Seni Kriya

Contoh seni rupa terapan selanjutnya dapat ditemukan pada seni kriya atau kerajinan tangan. Anyaman bambu, peralatan masak dari logam, gerabah, dan batu, atau sepatu dan tas yang dibuat dari materi kulit merupakan bukti bahwa seni telah menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari.

Nah, demikianlah pengertian seni rupa murni dan terapan beserta contoh-contoh karyanya yang dapat kita temui sehari-hari. Semoga dapat menambah wawasan seni bagi kita semua. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

8 Unsur Unsur Seni Musik dan Penjelasannya Lengkap

Musik, siapa yang tak suka dengan cabang seni yang satu ini? Saya yakin Anda semua menyukainya. Perpaduan yang unik dan menarik dari setiap unsur pembentuk musik telah memanjakan indra indera pendengaran dan otak kita sehingga mereka bisa refresh dari kepenatan yang hadir setelah menjalani acara harian. Unsur-unsur seni musik yang menyatu dan membentuk alunan musik secara alamiah bisa mensugesti perasaan dan pikiran manusia.

Unsur Unsur Seni Musik

Masuk lebih dalam ke pemahaman seni musik, dasar pertama yang harus kita ketahui yakni unsur unsur seni musik itu sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa, musik terdiri atas 8 unsur pembentuk. Unsur-unsur musik tersebut antara lain melodi, irama, birama, tangga nada, harmoni, tempo, dinamika, dan timbre.

Unsur Unsur Seni Musik

1. Melodi

Melodi yakni suatu kesatuan frase yang terdiri dari nada-nada dengan urutan, interval, dan tinggi rendah yang teratur.  Di antara unsur-unsur seni musik yang lain, melodi diannggap sebagai unsur yang menjadi daya tarik musik itu sendiri. Adapun untuk menghasilkan melodi, para seniman musik biasanya menggunakan perkusi atau alat musik melodis lainnya menyerupai piano, gitar, atau bonang.

2. Irama

Irama (ritme) yakni pergantian panjang pendek, tinggi rendah, dan keras lembut nada atau suara dalam suatu rangkaian musik. Secara sederhana, irama dapat didefiniskan sebagai penentu ketukan dalam musik. Adapun timbulnya unsur seni musik yang satu ini biasanya disebabkan oleh perulangan bunyi, panjang pendek kata dalam lagu, atau karena pergantian tekanan-tekanan kata.

3. Birama

Birama yakni unsur seni musik yang berupa ketukan atau ayunan berulang-ulang yang datang dengan teratur pada waktu yang sama. Penulisan birama biasanya ditulis dalam angka cuilan menyerupai 2/4, 3/4, 2/3, dan seterusnya. Angka di atas tanda “/” (pembilang) mengambarkan jumlah ketukan, sedangkan angka di atas tanda “/” (penyebut) mengambarkan nilai nada dalam satu ketukan. Birama yang nilai penyebtnya genap disebut birama bainar, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil disebut birama ternair.


4. Harmoni

Unsur Unsur Seni Musik
Harmoni yakni sekumpulan nada yang kalau dimainkan bahu-membahu menjadi suara yang enak di dengar. Harmoni juga bisa di artikan sebagai suatu rangkaian akord-akord yang disusun selaras dan dimainkan sebagai iringan musik.

5. Tangga Nada

Tangga nada yakni deret nada yang disusun berjenjang dan dimainkan sebagai unsur penting dalam pertunjukan seni musik. Ada 2 jenis tangga nada, yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis. Tangga nada diantonis yakni tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada dengan 2 jenis jarak (1/2 dan 1), sedangkan tangga nada diatonis yakni tangga nada yang terdiri dari 5 buah nada dengan jarak tertentu.

6. Tempo

Tempo yakni ukuran kecepatan birama lagu. Semakin cepat suatu lagu dimainkan, maka semakin besar juga nilai tempo dari lagu tersebut. Unsur-unsur seni musik yang satu ini digolongkan menjadi 8, yaitu Largo (Lambat Sekali), Lento (Lebih Lambat), Adagio (Lambat), Andante (Sedang), Moderato (Sedang Agak Cepat), Allegro (Cepat), Vivace (Lebih Cepat), dan Presto (Cepat Sekali).

7. Dinamik

Dinamika yakni tanda untuk memainkan nada dengan volume nyaring atau lembut. Di antara unsur-unsur seni musik yang lain, dinamika menjadi unsur yang paling besar lengan berkuasa mengambarkan perasaan yang terkandung dalam suatu komposisi musik. Dinamika penting untuk mengambarkan apakah sebuah lagu memiliki nuansa sedih, riang, agresif, dan datar. Dinamika dinyatakan dalam bahasa latin yaitu piano yang menyatakan lembut dan forte yang menyatakan nyaring.  Dinamika dinotasikan dalam abreviasi sebagai berikut f (forte), ff (fotissimo), fff (forte fortissimo), mf (mezzo forte), p (piano), pp (pianissimo), ppp (piano pianissimo), mp (mezzo piano), > (crescendo), dan < (decrescendo).

8. Timbre

Timbre yakni kualitas atau warna bunyi. Unsur seni musik satu ini keberadaannya sangat dipengaruhi sumber suara dan cara bergetarnya. Timbre yang dihasilkan alat musik tiup pasti akan berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik, meskipun keduanya dimainkan dalam nada yang sama.

Demikianlah unsur-unsur seni musik beserta keterangan dan penjelasannya. Semoga apa yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com