Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Alat Musik Gesek, Pengertian dan 5 Contoh Lengkap dengan Gambar

Berdasarkan cara memainkannya, alat musik terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu alat musik tiup, alat musik petik, alat musik pukul, dan alat musik gesek. Di antara keempat jenis alat musik tersebut, alat musik gesek termasuk jenis alat musik yang paling sedikit contohnya. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas pola alat musik gesek tersebut lengkap dengan gambar dan pemaparannya.

Alat Musik Gesek

Alat musik gesek ialah instrumen musik yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini akan menghasilkan suatu suara melodis kalau terjadi ukiran antara dawai dan busurnya. Beberapa pola alat musik ini misalnya biola, contre bass, viola, cello, dan alat musik tradisional rebab. Berikut pemaparan dan gambar dari beberapa alat musik tersebut.

Alat Musik Gesek
1. Biola
Alat musik gesek pertama yang tentu sudah tidak gila lagi bagi kita ialah biola. Biola merupakan alat musik modern yang lazim dimainkan dalam pertunjukan musik orkestra, jazz, pop, dan musik melayu. Alat musik ini memiliki 4 dawai yang diatur sedemikian rupa sehingga memiliki interval nada yang tepat ketika digesek. Para pemain biola umumnya ialah wanita. Mereka dikenal dengan sebutan violinist.

2. Contre Bass atau Double Bass
Contre bass atau double bass ialah biola berukuran besar yang pada umumnya dimainkan pada pertunjukan musik jazz, orkestra, musik bluegrass, country, dan musik rockabilly. Sesuai dengan namanya, alat musik gesek satu ini juga menghasilkan nada-nada rendah ketika dimainkan. Selain digesek, ia kadang kali juga dibunyikan dengan cara dipetik. Di Indonesia, alat musik satu ini memang tidak begitu dikenal, namun di negara-negara Latin dan Eropa, ia selalu dimainkan mengiringi setiap pertunjukan musik.

Alat Musik Gesek
3. Viola
Viola ialah alat musik yang termasuk dalam keluarga biola. Banyak orang yang menganggap viola sama dengan biola. Namun keduanya bersama-sama berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada ukuran dan nada yang dihasilkan. Viola umumnya berukuran lebih kecil dan menghasilkan nada yang lebih berat (rendah) dibandingkan dengan alat musik biola.

4. Cello
Cello atau Violoncello juga merupakan alat musik yang masuk dalam keluarga biola. Ia berukuran lebih kecil dibandingkan double bass namun lebih besar dibandingkan biola. Alat musik ini merupakan instrumen yang wajib ada dalam pertunjukan musik klasik Eropa. Sedangkan di Indonesia, ia kurang begitu dikenal alasannya ialah memang tidak biasa dimainkan dalam pagelaran musik tanah air.

5. Rebab
Rebab merupakan pola alat musik gesek tradisional yang berasal dari jazirah Arab. Alat musik satu ini umumnya akan hadir dalam pertunjukan seni musik Betawi atau gambang kromong serta pertunjukan-pertunjukan kesenian khas Jawa sebagai embel-embel iringan gamelan.

Alat Musik Gesek
Nah, demikianlah beberapa pola alat musik gesek beserta pengertian, penjelasan dan gambar lengkapnya. Ada yang tahu pola alat musik gesek lainnya yang belum disebutkan dalam artikel ini? Silakan sampaikan tambahan gosip Anda melalui kolom komentar di bawah.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Filosofi Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja dari Sulawesi Selatan

Rumah Adat Tongkonan / Indonesia memiliki beragam budaya yang sangat menarik. Beberapa diantaranya menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu objek wisata yang terkenal dari bumi pertiwi ialah wisata budayanya, dimana tujuan wisata budaya bagi para wisatawan  (mancanegara) yang terkadang muncul kepermukaan media internasional sehingga menjadi yang paling terkenal yaitu budaya susila Sulawesi Selatan, khususnya budaya Tana Toraja.

Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja

Tana Toraja memiliki banyak tujuan wisata yang sangat menarik bagi para pelancong. Bukan hanya sebab letak daerahnya yang jauh dari keramaian sehingga terasa damai dan menenangkan, Tana Toraja juga mampu menjadi ikon wisata Sulawesi Selatan sebab wisata budaya dan peninggalan arsitektur nenek moyang mereka yang berupa rumah susila Tongkonan.

Rumah Adat Tongkonan

Rumah susila Tongkonan ialah rumah susila Sulawesi Selatan yang mempunyai bentuk unik mirip wujud perahu dari kerajaan Cina pada jaman dahulu. Rumah susila tongkonan juga kerap kali disebut-sebut seolah-olah dengan rumah gadang dari tempat Sumatera Barat.
Rumah Adat Betawi dan Penjelasannya Lengkap
Filosofi 3 Pakaian Adat Betawi, Pernikahan Salah Satunya
Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya
Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk. Rumah tongkonan sendiri difungsikan sebagai sentra pemerintahan (to ma’ parenta), kekuasaan, dan strata sosial pada elemen masyarakat toraja. Rumah susila Tongkonan tidak mampu dimiliki secara pribadi/perorangan sebab rumah ini ialah warisan nenek moyang dari setiap anggota keluarga atau keturunan mereka.

Fungsi Tongkonan

Rumah Tongkonan bukan hanya sekedar berfungsi sebagai rumah adat. Dalam budaya mereka, masyarakat toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) ialah bapaknya. Deretan tongkonan dan alang pun saling berhadapan sebab dianggap sebagai pasangan suami istri. Alang menghadap ke selatan, sedangkan tongkonan menghadap ke utara.


Ciri Khas Rumah Adat Tongkonan

Perlu diketahui bahwa arsitektur rumah susila Tongkonan selalu mengikuti model desa dimana rumah tongkonan tersebut dibangun. Akan tetapi, arsitektur tersebut tidak akan pernah lepas dari filosofi dan pakem-pakem tertentu yang diturunkan secara turun temurun. Filosofi dan pakem-pakem tersebut antara lain:

Rumah Adat Tongkonan

1. Lapisan dan Bentuk

Rumah tongkonan memiliki 3 lapisan berbentuk segi empat yang bermakna empat peristiwa hidup pada insan yaitu, kelahiran, kehidupan, pemujaan dan kematian. Segi empat ini juga merupakan simbol dari empat penjuru mata angin. Setiap rumah tongkonan harus menghadap ke utara untuk melambangkan awal kehidupan, sedangkan pada adegan belakang yaitu selatan melambangkan simpulan dari kehidupan.

2. Struktur Bangunan Rumah Adat Tongkonan

Struktur bangunan mengikuti struktur makro-kosmos yang memiliki tiga lapisan banua(rumah) yakni adegan atas (rattiangbanua), adegan tengah (kale banua) dan bawah (sulluk banua).

Bagian atas (rattiangbanua) digunakan sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka yang mempunyai nilai sakral dan benda-benda yang dianggap berharga. Pada adegan atap rumah terbuat dari susunan bambu-bambu pilihan  yang telah dibentuk sedemikian rupa kemudian disusun dan diikat oleh rotan dan ijuk. Atap bambu ini dapat bertahan sampai ratusan tahun.

Bagian tengah (kale banua) rumah tongkonan memiliki 3 adegan dengan fungsi yang berbeda. Pertama, Tengalok di adegan utara difungsikan sebagai ruang untuk bawah umur tidur dan ruang tamu. Namun terkadang, ruangan ini digunakan untuk menaruh sesaji. Kedua, Sali dibagian tengah. Ruangan ini biasa difungsikan sebagai tempat pertemuan keluarga, ruang makan, dapur dan tempat disemayamkannya orang mati. Dan ruangan terakhir ialah ruang sambung yang banyak digunakan oleh kepala keluarga .

Bagian bawah (sulluk banua) digunakan sebagai tempat hewan peliharaan dan tempat menaruh alat-alat pertanian. Fondasinya terbuat dari watu pilihan yang dipahat berbentuk persegi.

3. Ukiran Dinding

Ukiran berwarna pada dinding rumah tongkonan terbuat dari tanah liat. Ukiran-ukiran tersebut selalu menggunakan 4 warna dasar yaitu hitam, merah, kuning dan putih. Bagi masyarakat toraja, 4 warna itu memiliki arti dan makna tersendiri. Warna kuning melambangkan anugrah dan kekuasaan Allah (Puang Matua), warna hitam melambangkan kematian/duka, warna putih melambangkan tulang yang berarti kesucian dan warna merah melambangkan kehidupan manusia.

4. Tanduk Kerbau

Rumah susila Tongkonan umumnya dilengkapi dengan hiasan tanduk kerbau. Hiasan ini tersusun menjulang pada tiang adegan depan. Hiasan tanduk kerbau tersebut secara filosofi ialah perlambang kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak tanduk yang tersusun pada rumah ada tongkonan, maka semakin tinggi strata sosial kelompok susila yang memilikinya.

Nah, itulah sekilas pemaparan mengenai filosofi rumah susila Tongkonan yang menjadi rumah susila khas dari Sulawesi Selatan. Adakah di antara Anda yang berniat mengunjungi Tana Toraja? Sempatkanlah untuk menikmati keindahan arsitektur rumah susila di Indonesia yang satu ini. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

7 Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara dan Gambarnya

Berdasarkan asalnya, seni rupa terapan dibedakan menjadi seni rupa terapan nusantara dan seni rupa terapan modern. Jika seni rupa terapan modern yakni seni rupa yang berasal dan muncul akhir dari perpaduan kebudayaan masa kini, maka seni rupa terapan nusantara yakni seni rupa yang justru murni berasal dari kebudayaan nusantara Indonesia di masa silam. Bagi Anda yang belum mengetahui apa saja contoh karya seni rupa terapan nusantara ini, simaklah pembahasan berikut!

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Seni rupa terapan nusantara yakni seni rupa terapan yang lahir dari kebudayaan masyarakat nusantara dari masa ke masa. Menyadari bahwa luas negara kita yang begitu besar, maka seni rupa terapan yang dimiki oleh banga ini pun menjadi sangat beragam jenis dan macamnya. Namun, secara umum semuanya terangkum dalam 7 pola berikut ini.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

1. Rumah Adat

Contoh seni rupa terapan nusantara yang pertama yakni rumah adat. Rumah sopan santun ialah rumah yang arsitekturnya dimiliki dan lahir dari kebudayaan masyarakat sopan santun atau suku-suku yang tersebar di nusantara. Sedikitnya, Indonesia memiliki 35 rumah sopan santun dari masing-masing provinsi yang dimilikinya. Misalnya rumah sopan santun Krong Bade yang berasal dari Aceh, rumah sopan santun Limas dari Sumatera Selatan, rumah Joglo dari DI Jogjakarta, rumah Lamin dari Kalimantan Timur, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui daftar rumah sopan santun di Indonesia, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.


2. Alat Transportasi Tradisional

Alat transportasi tradisional juga merupakan salah satu contoh karya seni rupa terapan nusantara. Selain memiliki nilai estetis, alat transportasi tradisional ibarat becak, perahu, delman, dan pedati juga memiliki nilai praktis sebagai sarana mobilitas masyarakat. Perkembangan alat transportasi tradisional secara perlahan telah mengalami pergeseran. Penggunaannya kini terbatas sebagai sarana wisata di tengah semakin maju dan beragamnya moda transportasi modern.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

3. Senjata Tradisional

Senjata tradisional yang pada masa silam berfungsi sebagai sarana untuk berburu, berperang, bekerja, dan sebagai benda pusaka, juga dianggap sebagai salah satu pola seni rupa terapan nusantara alasannya keunikan dan nilai estetis yang milikinya. Beberapa senjata tradisional tersebut antara lain celurit dari Madura, keris dan Jawa Tengah, mandau dari Kalimantan, kujang dari Jawa Barat, dan lain sebagainya.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

4. Pakaian Adat

Suku-suku di Indonesia memiliki ciri khas pakaian adatnya masing-masing. Pakaian sopan santun ini bekerjsama juga merupakan pola seni rupa terapan nusantara mengingat bahwa mereka selain memiliki nilai praktis sebagai pemenuhan kebutuhan sandang, juga memiliki nilai estetis dari keindahan yang dimilikinya. Fungsi seni rupa terapan dari pakaian sopan santun dapat dirasakan bagi para penggunanya.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
  • Tenun yakni salah satu teknik pembuatan kain yang merupakan warisan dari nenek moyang Bangsa Indonesia di masa silam. Ada beragam teknik tenun yang mampu digunakan, antara lain tentun sulam, tenun tapis, tenun mesin dan lain sebagainya.
  • Batik yakni kain yang dihias sedemikian rupa menggunakan gambar-gambar tertentu  melalui proses printing atau canting. Batik ada beragam jenisnya, yang paling terkenal misalnya batik pekalongan dan batik solo.

Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

5. Seni Kriya

Beberapa karya dari seni kriya juga merupakan pola dari seni rupa terapan nusantara. Seni kriya sendiri yakni seni kerajinan tangan yang menghasilkan barang jadi siap pakai. Bebapa diantaranya antara lain anyaman bambu yang digunakan sebagai dinding rumah, gerabah sebagai perabotan rumah tangga, sepatu dari seni kriya kulit, dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa contoh seni rupa terapan nusantara yang dapat kami sampaikan di kesempatan kali ini. Semoga dapat menambah wawasan Anda sekalian. Terima kasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Seni Rupa Terapan, Sejarah, Fungsi, dan Contoh Gambar

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, kita tahu bahwa berdasarkan fungsinya seni rupa dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni ialah seni rupa yang peruntukannya hanya sebagai penghias sehingga ia sekedar memiliki nilai estetika saja. Sedangkan seni rupa terapan ialah seni rupa yang selain memiliki nilai estetika, ia juga memiliki nilai praktis yang dapat digunakan dan dimanfaatkan di kehidupan kita sehari-hari.

Dibanding seni rupa murni, seni rupa terapan cukup umur ini lebih digandrungi sebab kebermanfaatannya yang dirasa lebih banyak. Untuk mengetahui apa saja kebermanfaatan dari jenis seni rupa yang satu ini, berikut akan kita bahas seputar pengertian seni rupa terapan tersebut, beserta fungsi, contoh, dan gambar karyanya. Silakan disimak!

Pengertian Seni Rupa Terapan

Pengertian Seni Rupa Terapan

Secara bahasa, pengertian seni rupa terapan ialah suatu seni yang menghasilkan karya yang selain memiliki nilai estetika (keindahan), juga memiliki nilai praktis sehingga dapat digunakan dalam menunjang acara kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa seni rupa terapan bukan hanya mengutamakan sisi keindahannya saja, melainkan juga kegunaan dari karya yang dihasilkannya.

Karya seni rupa terapan kadang kali disebut karya seni yang aplikatif. Artinya, karya tersebut dapat diterapkan atau diaplikasikan ke dalam bentuk-bentuk fungsional dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Adapun beberapa wujud dari karya seni rupa terapan ini sesungguhnya sudah sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya antara lain perhiasan, perlengkapan makan, ibadah, pakaian, dan lain sebagainya. [Baca Juga : Pengertian Seni Rupa Kontemporer]

Sejarah Seni Rupa Terapan

Dirunut ke masa lalu, seni rupa terapan sesungguhnya sudah dekat dengan zaman nenek moyang bangsa Indonesia di masa silam. Sejarah membuktikan, pada zaman prasejarah orang-orang di masa lalu telah menggunakan banyak sekali pernik perlengkapan yang bernilai seni tinggi dalam kehidupannya sehari-hari. Beberapa di antaranya antara lain kapak batu, tulang untuk berburu, dolmen, nekara, moko, baskom dan lain sebagainya.

Pengertian Seni Rupa Terapan
Seiring laju perputaran roda waktu, seni rupa terapan secara turun temurun diwariskan ke masyarakat kita di masa sekarang. Dalam banyak sekali aspek kesenian ibarat seni dekorasi, seni arsitektur, seni ilustrasi, dan seni grafis, seni terapan telah melebur menjadi satu.

Seni Rupa Terapan Berdasarkan Fungsi, Wujud, dan Bentuknya

Karya seni rupa terapan dapat dikelompokan berdasarkan fungsi, wujud dan bentuknya. Pengelompokan ini bertujuan biar Anda lebih mampu memahami pengertian seni rupa terapan dan contoh-contoh dari karya seni rupa terapan dalam kehidupan kita sehari-hari.

1. Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, seni rupa terapan dapat digunakan berdasarkan nilai praktis dan nilai estetis. Nilai praktis dalam seni rupa terapan ialah semua nilai yang terkandung dari pemanfaatan dan pemakaian karya seni rupa tersebut, misalnya seni yang menghiasi perabotan rumah tangga. Sedangkan nilai estetis ialah semua keindahan yang sengaja dibuat dan dimasukan ke dalam benda pakai dengan tujuan sekedar untuk menunjukkan kesan estetis, misalnya seni batik, seni tabrakan pada vas bunga, patung, dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya, seni rupa terapan dibedakan menjadi seni rupa terapan 2 dimensi dan seni rupa terapan 3 dimensi. Seni rupa terapan 2 dimensi ialah seni rupa terapan yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar saja, contohnya batik, wayang kulit, dan tenun. Sedangkan seni rupa terapan 3 dimensi ialah seni rupa terapan yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan kedalaman, contohnya patung, senjata tradisional, rumah adat, dan lain sebagainya.

Pengertian Seni Rupa Terapan

3. Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya, seni rupa terapan dibedakan menjadi 2 yaitu seni rupa terapan nusantara dan seni rupa terapan modern. Pengertian seni rupa terapan nusantara ialah seni rupa terapan yang berasal dari nusantara dan diwariskan secara turun temurun melalui budaya, contohnya rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, alat transportasi tradisional, dan lain sebagainya. Sedangkan seni rupa terapan modern ialah seni rupa terapan yang berasal dari kebudayaan modern masa kini, misalnya seni arsitektur modern, lukisan modern dengan aliran seni rupa tertentu dan lain sebagainya.

Contoh Seni Rupa Terapan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan beragam pola seni rupa terapan beserta cara pemanfaatannya. Ada yang bermanfaat sebagai media komunikasi ibarat hanya poster, ada yang bermanfaat sebagai pemenuh kebutuhan primer dan sekunder ibarat rumah adat, pakaian adat, alat transportasi, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui seputar pola karya seni rupa terapan secara lebih lengkap, Anda dapat berkunjung ke artikel ini.

Demikianlah pembahasan kami seputar pengertian seni rupa terapan, sejarah, fungsi, dan contohnya. Semoga dapat dipahami dengan mudah sehingga Anda dapat lebih mengenali nilai-nilai seni yang terkandung pada benda-benda di sekitar lingkungan Anda. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Contoh Seni Rupa Terapan dan 15 Gambar Karya yang Dihasilkan

Seni rupa terapan ialah suatu seni yang hasil karyanya memiliki 2 nilai fungsi sekaligus, yaitu fungsi praktis dan fungsi estetis. Fungsi praktis terkait dengan bagaimana karya dari seni ini digunakan secara praktis dalam kehidupan sehari hari, sedangkan fungsi estetis terkait dengan nilai-nilai keindahan yang terkandung dalam karya seni tersebut. Pada artikel kali ini, kita akan membahas seputar contoh seni rupa terapan beserta gambar dari karya yang dihasilkan dari masing-masing cabang seni tersebut. Silakan disimak!

Contoh Seni Rupa Terapan

Ada beberapa cabang seni yang gotong royong merupakan rujukan seni rupa terapan namun sering kali kita lupakan. Beberapa cabang seni tersebut antara lain seni arsitektur, seni ilustrasi, seni grafis, seni dekorasi, dan seni kriya.

Contoh Seni Rupa Terapan

1. Seni Arsitektur

Seni arsitektur atau seni bangunan ialah cabang seni yang bergerak di bidang pembuatan bangunan baik berupa gedung, rumah, daerah ibadah, dan lain sebagainya. Selain mengutamakan kekuatan dari bangunan yang dibuat, para arsitek sebisa mungkin juga memasukan nilai-nilai estetis ke dalamnya sesuai dengan prinsip prinsip seni rupa yang diinginkan. Contoh seni rupa terapan yang satu ini menghasilkan beberapa karya antara lain rumah adat, daerah ibadah, daerah tinggal, bangunan kantor, bangunan tanah, dan lain-lain.


2. Seni Ilustrasi

Seni ilustrasi ialah seni yang menghasilkan karya berupa gambar atau ilustrasi untuk memperinci atau menjelaskan naskah atau teks yang sulit dimengerti. Contoh dari seni terapan yang satu ini menghasilkan karya berupa ilustrasi dalam buku bacaan siswa Sekolah Dasar, karikatur politik, buku pelajaran, cerpen, iklan, dan lain sebagainya.

3. Seni Desain Grafis Terapan

Seni desain grafis terapan ialah sebuah seni yang menghasilkan gambar atau lukisan yang dibuat menggunakan perangkat elektronik modern. Gambar atau lukisan yang dihasilkan umumnya memiliki kegunaan sebagai media komunikasi misalnya ibarat yang dapat kita lihat pada poster iklan, spanduk, banner, dan lain sebagainya. Seni desain grafis juga dapat dikategorikan sebagai contoh seni rupa modern.

Contoh Seni Rupa Terapan

4. Seni Dekorasi

Seni dekorasi juga merupakan salah satu rujukan seni rupa terapan. Seni ini digunakan untuk mempercantik atau menghiasi suatu ruangan semoga tampak lebih menarik dan anggun. Bukan hanya itu, dari sisi praktis, seni dekorasi juga membuat penggunaan dari sebuah ruangan menjadi lebih mudah, terutama bila penggunaan ruangan tersebut terbatas pada suatu tujuan tertentu.

5. Seni Kriya Terapan

Seni kriya ialah seni kerajinan tangan yang karyanya dapat digunakan untuk kepentingan praktis. Berdasarkan materi pembuatannya, seni kriya dibagi menjadi beberapa cabang antara lain kriya logam, kriya kayu, kriya kulit, kriya tekstil, kriya batu, dan kriya keramik. Sedangkan berdasarkan teknik pembuatannya, rujukan seni rupa terapan ini dibagi menjadi kriya ukir, kriya tenun, kriya pahat, kriya anyaman, dan kriya bordir. Adapun beberapa benda yang merupakan hasil seni kriya ini dapat dengan mudah kita jumpai, antara lain kerikil akik, wayang, kain, perkakas logam, dan lain sebagainya.

Nah, demikianlah beberapa rujukan seni rupa terapan yang dapat kami sampaikan. Dapat diambil kesimpulan bahwa seni rupa terapan ternyata dapat ditemukan pada beberapa cabang seni yang antara lain seni arsitektur, seni ilustrasi, seni desain grafis terapan, seni dekorasi, dan seni kriya terapan. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

7 Fungsi Seni Rupa Terapan : Nilai Estetis dan Nilai Praktis

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, fungsi seni rupa terapan secara umum terbagi menjadi 2, yaitu fungsi praktis dan fungsi estetis. Fungsi praktis meliputi semua kegunaan dari hasil karya seni rupa tersebut dalam menunjang acara kehidupan, sedangkan fungsi estetis hanya terkait dengan nilai keindahan yang dimiliki karya seni rupa tersebut. Adapun ditinjau dari cakupan yang lebih luas, seni rupa terapan ternyata juga memiliki beragam fungsi lain yang jauh lebih besar. Apa saja fungsi seni rupa terapan tersebut? Simak pembahasannya berikut ini!

Fungsi Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan terkait akrab dengan kehidupan masyarakat nusantara. Selain sebagai sarana keindahan, seni rupa terapan juga dapat memiliki kegunaan sebagai alat pemenuhan kebutuhan daerah tinggal, pemenuhan kebutuhan sandang, pemenuhan kebutuhan akan rasa aman, pemenuhan kebutuhan pangan, kenyamanan transportasi, kenyamanan dalam beribadah, dan sarana aktualisasi diri.

Fungsi Seni Rupa Terapan

1. Pemenuhan Kebutuhan Tempat Tinggal

Fungsi seni rupa terapan sebagai alat kebutuhan daerah tinggal dapat kita temukan dalam seni arsitektur dan bangunan. Beragam rumah susila yang ada di nusantara dapat menunjukan bahwa rumah yang dijadikan daerah bernaung oleh nenek moyang Indonesia di masa silam bukan hanya terpaut pada kekokohan bangunan belaka. Nuansa estetis juga dipertahankan untuk tetap ada sehingga kenyamanan hunian mampu terjaga.

Seni rupa modern dalam arsitektur masa kini juga tidak berbeda. Arsitek-arsitek muda kita telah merancang bangunan yang kokoh dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai seni dari bangunan yang dibuatnya. Gambar di bawah ini yaitu rujukan bagaimana seni dan daerah tinggal dapat bersatu dengan jalinan yang harmonis.


2. Pemenuhan Kebutuhan Sandang

Jangan lupa bahwa sandang juga merupakan kebutuhan dasar umat manusia. Sandang atau pakaian yang dirancang oleh para desainer selalu mengedepankan nilai dan unsur unsur seni rupa semoga para pemakai busana yang dibuatnya dapat terlihat lebih menarik. Hal ini juga berlaku bagi seni rupa terapan nusantara, di mana pakaian-pakaian tradisional kita begitu unik dan menarik di pandangan mata.

3. Pemenuhan Kebutuhan Akan Rasa Aman

Kebutuhan akan rasa aman yaitu hal wajib yang dimiliki setiap insan dalam kehidupan yang bahagia. Kebutuhan rasa aman dapat pula dipenuhi oleh hasil karya seni rupa terapan, contohnya yaitu adanya beragam senjata tradisional yang diciptakan oleh para pendahulu kita. Ini menjadi fungsi seni rupa terapan yang jarang kita sadari.

Fungsi Seni Rupa Terapan

4. Pemenuhan Kebutuhan Pangan

Adanya beragam perabotan baik yang berupa gerabah berbahan tanah liat, berbahan batu, ataupun berbahan logam hasil kerajinan seni kriya juga merupakan bukti betapa seni telah mendarah daging dalam kehidupan umat manusia. Tanpa peralatan-peralatan tersebut, pengolahan pangan pasti akan menjadi lebih sulit.

5. Kenyamanan Transportasi

Fungsi seni rupa terapan juga terkait dengan mobilitas masyarakat dalam bertransportasi. Kendaraan atau alat transportasi tradisional menunjukan betapa seni rupa terapan sangat penting dalam menunjang kehidupan umat manusia. [Baca Juga : Contoh Seni Rupa Terapan]

6. Kenyamanan dalam Beribadah

Kaligrafi, bangunan daerah ibadah, patung, hiasan pada sajadah merupakan beberapa karya seni rupa yang sangat membantu dalam proses peribadatan. Kekhusyuan ibadah dapat lebih baik dikala seni rupa juga masuk dan membaur dalam urusan agama.

7. Sarana Aktualisasi Diri

Dan yang terakhir yaitu sebagai sarana aktualisasi diri. Fungsi seni rupa terapan ini merupakan pemenuhan kebutuhan tertinggi umat manusia, dimana mereka biasanya menginginkan akreditasi dari masyarakat. Perhiasan-perhiasan dan pernik aksesoris yang menjadi sarana kelengkapan penampilan yaitu hasil karya agung seni rupa yang tak mampu dilupakan begitu saja.

Nah, demikianlah beberapa fungsi seni rupa terapan dalam menunjang kebutuhan dan acara insan di kehidupan sehari-hari. Adakah di antara Anda yang memiliki pendapat ihwal fungsi-fungsi lainnya? Silakan sampaikan melalui kolom komentar.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian dan Contohnya

Berdasarkan fungsinya, seni rupa terbagi menjadi 2 jenis, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Apakah seni rupa murni dan terapan itu? Seni rupa murni ialah seni rupa yang hanya memfokuskan karyanya pada nilai-nilai estetika semata, misalnya lukisan, patung, atau benda-benda pajangan. Sedangkan seni rupa terapan ialah seni rupa yang selain memfokuskan karyanya pada nilai estetika juga memperhatikan nilai-nilai praktis dalam penggunaan karya seni tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas seputar perbedaan seni rupa murni dan terapan tersebut disertai beberapa teladan dan gambar benda-benda karya kedua seni rupa ini baik dalam wujud 2 dimensi maupun 3 dimensi. Silakan disimak!

Seni Rupa Murni Dan Terapan

Seni Rupa Murni dan Terapan

Perbedaan mendasar yang ada antara karya seni rupa murni dan terapan terletak pada bagaimana karya tersebut digunakan.

1. Pengertian Seni Rupa Murni

Karya seni rupa murni ialah karya yang benar-benar murni berfungsi sebagai pengindah dan peningkat rasa kesukaan. Penggunaannya hanya terbatas pada pajangan sebagai pemikat ketertarikan manusia. Beberapa teladan seni terapan murni antara lain lukisan, patung, relief, dan kaligrafi.

a. Lukisan

Lukisan dari beragam fatwa seni rupa memiliki fungsi yang sama saja. Mereka dibuat hanya sekedar sebagai pajangan untuk memperindah isi suatu ruangan. Terlepas dari itu, karya seni rupa yang satu ini tidak dapat difungsikan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Ini ialah salah satu teladan dari seni rupa modern yang paling sering kita temukan.


b. Patung

Sama halnya menyerupai lukisan, patung pun hanya dapat dimanfaatkan nilai estetikanya saja. Kadang kali memang beliau berkhasiat sebagai ciri khas suatu kawasan atau tempat. Namun, kegunaan itu tidak membuat beliau tergolong sebagai teladan seni rupa terapan alasannya ialah nilai estetisnya lebih besar dibandingkan dengan nilai praktisnya.

c. Relief

Pada candi-candi atau bangunan-bangunan lama, kita sering menjumpai adanya pahatan-pahatan dengan pola tertentu. Pahatan-pahatan inilah yang dinamakan dengan relief. Relief merupakan teladan seni rupa murni 2 dimensi. Kegunaannya tak lain hanya sekedar penghias belaka.

d. Kaligrafi

Kaligrafi merupakan seni peninggalan sejarah Islam di Indonesia. Kita mampu menemui karya seni ini di tempat ibadah, kitab suci, atau lukisan-lukisan bernuansa Islam. Sama menyerupai teladan seni rupa murni lainnya, kaligrafi juga hanya dapat dimanfaatkan nilai estetikanya saja.

2. Seni Rupa Terapan

Lain halnya dengan seni rupa murni, seni rupa terapan selain berfokus pada nilai-nilai keindahan (estetika) juga benar-benar memperhatikan nilai praktis atau kegunaan dari suatu karya dalam menunjuang kebutuhan hidup manusia. Seni ini mengalir dan menyatu dalam benda-benda yang diharapkan insan dalam kehidupannya sehari-hari. Adapun beberapa teladan seni rupa terapan antara lain rumah, dekorasi,  busana, dan seni kriya.

Seni Rupa Murni Dan Terapan

a. Rumah atau Bangunan

Seni arsitektur telah berhasil memadukan kebutuhan insan akan hunian yang aman dan infinit dengan nilai-nilai seni dan keindahan. Kita mampu melihat bagaimana sebuah rumah didesain dengan sangat kokoh sekaligus nyaman untuk ditinggali. Ini merupakan salah satu teladan seni rupa terapan yang paling mudah kita jumpai.

b. Dekorasi

Dalam sebuah acara, dekorasi ruangan memegang peranan penting dalam keberlangsungan sebuah perhelatan. Dekorasi dirancang dengan berpagut pada nilai-nilai estetis sekaligus menunjang bagaimana jalannya program semoga dapat berlangsung dengan baik.

c. Busana

Kain batik dan tenun merupakan bukti karya seni terapan yang dapat kita jumpai sehari-hari. Pakaian yang kita kenakan selain dibuat senyaman mungkin juga dibuat seindah mungkin semoga penampilan kita yang mengenakannya terkesan lebih menarik.

d. Seni Kriya

Contoh seni rupa terapan selanjutnya dapat ditemukan pada seni kriya atau kerajinan tangan. Anyaman bambu, peralatan masak dari logam, gerabah, dan batu, atau sepatu dan tas yang dibuat dari materi kulit merupakan bukti bahwa seni telah menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari.

Nah, demikianlah pengertian seni rupa murni dan terapan beserta contoh-contoh karyanya yang dapat kita temui sehari-hari. Semoga dapat menambah wawasan seni bagi kita semua. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

10 Contoh Seni Rupa Murni, Gambar, dan Keterangannya

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas perihal pengertian seni rupa murni. Di antara Anda mungkin ada yang masih belum paham perihal menyerupai apa bergotong-royong fungsi dan jenis-jenis seni rupa murni itu. Nah, untuk semakin memperjelas pemahaman Anda, di kesempatan kali ini, kita akan membahas 10 contoh seni rupa murni lengkap dengan gambar dan keterangannya baik itu yang berwujud 2 atau 3 dimensi, maupun yang berasal dari kawasan di nusantara atau mancanegara. Silakan disimak!

Contoh Seni Rupa Murni

Berbeda dengan seni rupa terapan, seni rupa murni hanya berfokus perihal bagaimana suatu karya yang dihasilkan dapat memiliki nilai estetis yang tinggi, tanpa menghiraukan nilai praktis dan kegunaannya dalam membantu kehidupan manusia. Seni rupa murni sendiri biasanya berfungsi sebagai pajangan saja. Di antara banyak karya yang dihasilkannya, 10 pola seni rupa murni menyerupai patung, relief, lukisan, dan lainnya di bawah ini mungkin dapat membuat Anda semakin memahami hakikat bergotong-royong dari seni rupa murni.

Contoh Seni Rupa Murni

1. Patung

Patung yaitu seni rupa murni 3 dimensi yang merupakan hasil dari lisan jiwa yang diungkapkan dalam bentuk visual untuk tujuan estetis. Biasanya,patung diletakan di lobi gedung, di atas meja, taman, atau persimpangan jalan. Adapun wujudnya patung umumnya berupa sosok makhluk mitologiatau makhluk hidup menyerupai hewan, tumbuhan, dan manusia.

2. Relief

Reliefadalah seni lukis yang berwujud 3 dimensi namun dituangkan di atas bidang 2 dimensi. Relief dapat ditemukan pada candi, musium, atau tugu peringatan. Biasanya, pola seni rupa murni satu ini berisi diorama yang mengandung nilai sejarah tertentu.


3. Lukisan

Lukisan yaitu pola seni rupa murni 2 dimensi yang dibuat dengan mengoleskan cat menggunakan kuas atau peralatan lain pada sebuah media kanvas. Lukisan hanya berkhasiat sebagai pengindah dekorasi ruangan. Ia tidak memiliki nilai praktis apapun.

4. Karikatur

Seni karikatur telah mengalami perkembangan yang luar biasa cukup umur ini. Seni ini juga merupakan pola seni rupa murni alasannya pemanfaatannya hanya sekedar dilihat dari nilai estetikanya saja.

5. Kriya Keramik

Kriya keramik yang menghasilkan karya-karya berupa guci atau piring hias yaitu pola seni rupa murni yang tidak mampu dilupakan begitu saja. Guci atau keramik tidak mungkin digunakan dalam memudahkan hidup kita. Piring hias misalnya, meski dapat digunakan untuk tempat makan, namun lebih sempurna rasanya kalau ia hanya digunakan sebagai pajangan.

6. Seni Kaligrafi

Seni kaligrafi yaitu pola karya seni rupa yang lebih menekankan keindahan. Bentuk-bentuk aksara disusun dan dimodifikasi sehingga terlihat menarik dan mempunyai nilai estetis. Huruf dapat disusun menjadi kaligrafi misalnya aksara Hijaiyah, aksara Jawa, aksara Jepang, dan lain-lain.

7. Mosaik

Mosaik yaitu karya seni rupa murni yang dibuat dengan merangkai potongan kecil atau kepingan darikeramik, batu, kulit telur, atau kaca. Mosaik dapat kita temukan di rumah, gereja, atau arsitektur romawi. Meski dibuat secara sederhana, namun kalau dilihat dengan seksama, mosaik kadang kali memiliki nilai estetis yang tinggi.

8. Seni Ukir

Seni ukir yaitu seni memahat atau mengukir kayu atau kerikil menjadi suatu bentuk tertentu. Sama halnya menyerupai seni patung, bentuk goresan yang dibuat pada umumnya berupa mahluk hidup. Ukiran biasanya menjadi hiasan dalam ruangan atau benda-benda pakai menyerupai dingklik kayu, meja, dipan, lemari, dan lain sebagainya.

9. Fotografi

Seiring kemajuan teknologi kamera, seni fotografi kini kian digemari kaula muda. Mereka menggunakan fotografi sebagai alat untuk berekspresi. Fotografi sendiri telah menjadi bisnis baru. Jasa fotografi untuk moment-moment penting begitu diminati di masa kini.

10. Topeng

Topeng yaitu benda seni yang difungsikan sebagai penutup wajah. Topeng memiliki ekspresi-ekspresi tertentu, menyerupai marah, sedih, kecewa, senang, dan lain sebagainya. Contoh seni rupa murni satu ini dapat dibuat dari kertas karton, plastik fiber, kain, kayu, atau logam.

Demikianlah 10 pola seni rupa murni yang dapat dibahas di kesempatan kali ini. Semoga dapat bermanfaat dan mampu membuat Anda semakin memahami hakikat dari pengertian seni rupa. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Seni Rupa Modern : Pengertian, Aliran, Ciri-ciri, dan Contohnya

Berdasarkan masa munculnya, seni rupa dibedakan menjadi 3 yaitu seni rupa tradisional daerah, seni rupa kontemporer, dan seni rupa modern. Pada artikel kali ini, kita akan membahas salah satu dari ketiga kesenian tersebut. Kita akan membahas wacana seni rupa modern mulai dari pengertian, ciri-ciri, aliran, dan contoh-contoh karyanya disertai gambar lengkapnya. Silakan disimak!

Seni Rupa Modern

Seni rupa modern terlahir akhir adanya dorongan untuk tetap menjaga nilai estetik yang terus terancam oleh beragam permasalahan. Seni rupa modern melahirkan “Conceptual Art “ atau “Seni Konseptual”. Conceptual Art yaitu suatu usaha menempatkan ide, konsep, dan gagasan sebagai problem utama dalam menciptakan karya seni. Adapun bentuk objek dan material yang menjadi unsur seni rupa hanya dianggap sebagai efek samping dari konsep tersebut.

Seni Rupa Modern : Pengertian, Aliran, Ciri-ciri, dan Contohnya

1. Pengertian Seni Rupa Modern

Pengertian seni rupa modern didefinisikan sebagai seni rupa diciptakan dengan inspirasi dan wujud yang tidak terbatas pada budaya atau pakem-pakem suatu daerah. Seni rupa modern yaitu hasil karya seni rupa yang tercipta dari kreativitas dan inovasi. Karya-karya dalam seni rupa modern menekankan beberapa unsur yang antara lain unsur eksperimen, pembaruan, kebaruan, dan orisinalitas.

Kendati diciptakan dengan inspirasi dan wujud yang tidak terbatas pada pakem tertentu, seni rupa modern tetap mengandung filosofi dan diubahsuaikan dengan aliran-aliran seni rupa yang ada.


2. Aliran Seni Rupa Modern

Ada 15 pedoman seni rupa modern. Aliran-aliran tersebut antara lain pedoman Naturalisme, Realisme, Romantisme, Impresionisme, Ekspresionisme, Kubisme, Fauvisme, Dadaisme, Futurisme, Surealisme, Pop Art (Popular Art), Post Modern (Kontemporer), Konstruktivisme, Neo-Klasik, dan Abstraksionisme. Untuk mengetahui penjelasan dan keterangan dari ke 15 pedoman seni rupa tersebut, Anda mampu berkunjung ke artikel ini.

3. Ciri-ciri Seni Rupa Modern

Karya-karya dalam seni rupa modern dapat dikenali melalui beberapa ciri. Ciri-ciri seni rupa modern tersebut antara lain:
  • Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
  • Minimalis
  • Rasionalitas
  • Dominan bentuk-bentuk geometris
  • Tidak ada unsur ornament
  • Universal
  • Fungsionalitas diprioritaskan
  • Orisinalitas
  • Penguatan dalam konsep
  • Kreativitas
  • Memutus relasi dengan sejarah

4.   Fungsi dan Tujuan Seni Modern

Hadirnya seni rupa modern telah menunjukkan beragam manfaat. Manfaat, tujuan, dan fungsi seni rupa modern tersebut antara lain:
  • Seni rupa modern menunjukkan warna gres dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis manusia. Kebutuhan fisik insan dipenuhi oleh munculnya bentuk-bentuk dan desain arsitektur gres dan seperti  alat-alat transportasi, rumah, fashion, dan lain-lain. Sedangkan kebutuhan psikis insan dipenuhi oleh munculnya aliran-aliran seni rupa baru, misalnya dalam seni lukis atau cabang seni rupa lainnya.
  • Meningkatkan kepopuleran para seniman, hal ini sebab pada setiap karya yang diciptakan nama seniman pembuatnya selalu disertakan.
  • Penemuan-penemuan gres hasil eksperimen para seniman modern menunjukkan masyarakat banyak pilihan dalam menentukan karya seni yang disukainya.

5. Contoh Seni Rupa Modern

Contoh seni rupa modern dapat kita temukan pada lukisan-lukisan karya beberapa seniman tanah air menyerupai Raden Saleh, Abdulah Sr, Syarif Bustaman, Pirngadi, Wakidi, Basuki Abdullah, Wahid Somantri, S. Sujoyono, Agus Jaya Suminta, Ramli, Otto Jaya S, Tutur, Abdul Salam, dan Emira Sunarsa.

Nah, demikianlah pemaparan seputar pengertian seni rupa modern, aliran, ciri, fungsi, serta referensi karya seni rupa modern disertai gambarnya. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Apresiasi Seni Rupa, Karya, dan Contohnya

Dalam dunia seni rupa, istilah apresiasi dimaksudkan untuk menunjukkan penghargaan terhadap sebuah karya. Apresiasi dianggap penting sebagai wujud penghormatan bagi seorang seniman dan mampu menjadi penyemangat untuk terus menyebarkan ide-ide dan karya selanjutnya. Pada artikel berikut, kita akan membahas seputar pengertian apresiasi seni rupa, contoh, dan karyanya ditinjau dari fungsinya sebagai seni rupa murni maupu terapan. Mari simak uraiannya!

Pengertian Apresiasi Seni Rupa

Ditinjau dari sisi bahasa, apresiasi berasal dari kata Appreatiatus, bahasa Latin yang berarti derma rasa hormat.

Ditinjau dari sisi istilah, apresiasi diartikan sebagai suatu proses mendengar, melihat, menghayati, menilai, menjiwai, dan membandingkan, atau menghargai sesuatu.

Pengertian Apresiasi Seni Rupa

Dikaitkan dengan seni rupa, maka pengertian apresiasi seni rupa dapat didefinisikan sebagai suatu proses mendengar, melihat, menghayati, menilai, menjiwai, dan membandingkan, atau menghargai karya seni dikaitkan dengan segi keindahannya.

Dalam buku Seni Rupa terbitan Erlangga, pengertian apresiasi seni rupa adalahkegiatan menilai sebuah karya seni rupa melalui proses pengenalan bobot-bobot seni yang terkandung di dalamnya. Apresiasi seni rupa merupakan derma keputusan dan rasa tertentu terhadap karya seni sebagai proses penghargaan pada seorang seniman.


Apresiasi Karya Seni Rupa

Apresiasi setiap individu terhadap sebuah karya seni mampu berbeda-beda, bergantung denganlatar belakang individu yang menilainya. Adapun secara runur, para kritikus seni umumnya menilai sebuah karya dengan menggunakan 4 pendekatan, yaitu pendekatan ilham atau gagasan, kreativitas, gaya perseorangan, dan representasi. Keempat pendekatan tersebut digunakan untuk menilai unsur-unsur seni rupa sehingga secara keseluruhan dapat digunakan sebagai landasan dalam menentukan seberapa besar nilai estetis yang dimilikinya.

Dalam apresiasi karya seni rupa, beberapa tahapan yang dilalui antara lain tahap awal, tahap penghayatan, dan tahap penilaian. Dalam tahap penghayatan, nilai bentuk, isi, norma, dan anutan seni rupa yang dianalisa menggunakan pendekatan mimetik (kesesuaian dengan keyataan yang ada), ekspresif (penilaian ungkapan), struktural (kesatuan utuh), dan pendekatan semiotik (tanda-tanda tertentu).

Contoh Apresiasi Seni Rupa

Dalam prakteknya, apresiasi seni rupa dapat dilakukan pada beragam cabang, baik seni rupa 2 dimensi, 3 dimensi, seni rupa murni, maupun seni rupa terapan.

Apresiasi seni lukis dalam hal ini merupakan referensi apresiasi seni rupa yang paling sering dilakukan. Dalam pameran-pameran acara ini dilakukan selain bertujuan untuk sarana rekreasi maupun sarana penghargaan bagi para seniman.

Demikian pembahasan seputar pengertian apresiasi seni rupa beserta contohnya. Mulai sekarang, mari kita budayakan untuk terus mengapresiasi setiap karya yang dihasilkan oleh para seniman. Salah satu yang paling mudah ialah dengan tidak melaksanakan pembajakan pada hasil jerih payah mereka.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Seni Rupa Murni, Fungsi, Contoh dan Gambarnya

Berdasarkan fungsinya, seni rupa dibedakan menjadi 2 cabang yaitu cabang seni rupa murni dan seni rupa terapan. Adapun ditinjau dari nilai estetikanya, seni rupa murni dianggap menjadi cabang seni yang paling unggul. Hal ini tak lain sebab dalam pembuatannya, cabang seni satu ini tidak mempertimbangkan faktor dan nilai-nilai praktis dari karya yang dihasilkan, sehingga nilai estetisnya menjadi jauh lebih menonjol. Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh seputar pengertian seni rupa murni, jenis, fungsi, serta pola seni rupa murni baik dari tempat maupun lingkup mancanegara. Mari kita simak bersama!

Pengertian Seni Rupa Murni

Dalam buku seni rupa untuk kelas XII SMA terbitan Erlangga disebutkan bahwa pengertian seni rupa murni ialah suatu cabang seni yang menghasilkan karya dengan fungsinya sekedar untuk dinikmati keindahannya saja. Dalam proses pembuatannya, seni rupa murni tidak mempedulikan nilai-nilai praktis dari karya yang dihasilkannya, melainkan lebih berfokus pada nilai estetisnya saja.

Pengertian Seni Rupa Murni

Fungsi Seni Rupa Murni

Berdasarkan pengertian seni rupa murni tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa cabang seni rupa yang satu ini hanya berfungsi sebagai pajangan saja. Fungsi seni rupa murni tersebut hanya berpaku pada pengindah belaka dan tidak dapat digunakan dalam mempermudah kehidupan kita.


Contoh Seni Rupa Murni dan Gambarnya

Kita dapat menemukan karya-karya yang menjadi pola seni rupa murni baik dalam wujud 2 dimensi maupun 3 dimensi, atau dari tempat maupun mancanegara. Untuk pola seni rupa murni 2 dimensi, kita dapat menemukannya pada karya lukisan, kaligrafi, seni grafis, dan seni fotografi. Sedangkan pola seni rupa murni 2 dimensi kita dapat menemukannya dalam wujud patung, relief, topeng, atau seni keramik.

Seni rupa murni ialah seni yang diciptakan tanpa mempertimbangkan fungsi dan kegunaannya tetapi sekedar untuk dinikmati keindahannya saja. Seni rupa murni dibuat secara lebih bebas dan biasanya memiliki nilai estetika yang tinggi. Fungsinya hanya sebagai pajangan dan tidak dapat digunakan untuk mempermudah hidup kita. Beberapa pola seni rupa murni misalnya lukisan, kaligrafi, dan patung. Karya seni rupa murni sering ditemukan di museum seni atau di dalam bangunan sebagai pajangan atau penghias ruangan.

1. Lukisan

Lukisan ialah karya seni yang dibuat dengan melukiskan cat warna ke atas media kanvas (2 dimensi). Lukisan dianggap pola seni rupa murni sebab fungsinya yang sekedar menjadi hiasan dinding atau pajangan.

2. Kaligrafi

Sama ibarat lukisan, kaligrafi juga merupakan pola seni rupa murni 2 dimensi yang hanya digunakan sebagai penghias semata. Di masjid, mushola, atau rumah-rumah orang muslim, karya kaligrafi kerap dijumpai sebagai pajangan dinding.

Pengertian Seni Rupa Murni

3. Seni Grafis

Seni grafis dapat menjadi pola seni rupa murni sekaligus seni rupa terapan. Jika ia sekadar digunakan sebagai hiasan, ia termasuk karya seni murni, sedangkan jikalau kegunaannya diperuntukan sebagai sarana ilustrasi, maka ia termasuk karya seni rupa terapan.

4. Seni Fotografi

Jenis seni rupa murni satu ini semakin berkembang remaja ini. Seiring kemajuan teknologi kamera, fotografi kian diminati oleh banyak kalangan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Objek-objek yang dipotret menggunakan kamera akan semakin cantik jikalau dipadukan dengan seni yang satu ini.

Contoh Seni Rupa Murni

5. Patung

Patung ialah pola karya seni rupa murni 3 dimensi yang mampu dibuat dari materi berupa batu, logam, kayu, fiber, atau karet. Patung tidak memiliki nilai praktis. Ia hanya digunakan sebagai hiasan atau pajangan belaka.

6. Relief

Relief ialah pahatan yang menggambarkan dongeng atau diorama tertentu. Pahatan relief dapat ditemukan pada bangunan bersejarah ibarat candi, museum, atau tugu peringatan. Fungsinya hanya sekedar untuk menambah keindahan bangunan saja.

Contoh Seni Rupa Murni

7. Topeng

Topeng memang mampu digunakan sebagai properti tari atau untuk kebutuhan lainnya. Namun jikalau ia hanya sekedar dipajang di dinding, maka fungsinya tentu sudah lain. Contoh seni rupa murni yang dapat mengekspresikan suasana hati insan ini mampu menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menambah kesan estetis di dalam rumah.

Nah, demikianlah pembahasan ihwal pengertian seni rupa murni, fungsi, jenis, dan beberapa pola seni rupa murni disertai gambarnya. Jika Anda ingin eksklusif menengok karya-karya yang dihasilkan dari seni rupa murni, rencanakanlah diliburan nanti untuk berkunjung ke museum seni di kota Anda. Semoga mampu bermanfaat. Salam!
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

5 Pakaian Adat Kalimantan Timur : Gambar dan Filosofinya

Kalimantan Timur ialah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki wisata budaya dan budbahasa cukup menarik. Budaya dan budbahasa yang dimiliki provinsi ini terbilang sangat unik dan beragam sebab merupakan perpaduan beberapa suku. Suku Kutai, Suku Dayak, dan Suku Banjar dikenal sebagai suku-suku yang mendominasi masyarakat dari provinsi yang beribukota di Samarinda ini. Berikut kita akan mengupas seputar budbahasa budaya Kalimantan Timur tersebut, mulai dari pakaian budbahasa Kalimantan Timur, Rumah adat, senjata tradisional, serta upacara adatnya. Silakan disimak!

Pakaian Adat Kalimantan Timur

Karena didiami oleh beragam suku, Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya memiliki 1 pakaian budbahasa saja. Kalimantan Timur sedikitnya memiliki 5 buah pakaian adat, di antaranya baju budbahasa Kustin, baju budbahasa Sapei Sapaq, Baju Adat Dayak Ngaju, Baju Adat Bulan Kuurung, dan Baju Adat Bulang Burai King.

Pakaian Adat Kalimantan Timur


a. Baju Adat Kustin

Baju budbahasa Kustin ialah pakaian budbahasa Kalimantan Timur yang sering dikenakan oleh suku Kutai. Baju ini umumnya dipakai oleh golongan menengah ke atas sebagai pakaian resmi upacara ijab kabul di masa silam. Nama “Kustin” sendiri berasal dari bahasa Kutai yang berarti busana.

Baju budbahasa Kustin milik suku Kutai di Kalimantan Timur umumnya terbuat dari materi beludru warna hitam. Lengan baju ini panjang dan kerahnya tinggi dengan episode kerah dan dada biasanya dihiasi oleh pasmen. Bagi para pria, baju budbahasa Kustin biasanya akan dipadukan dengan celana panjang hitam yang dipasangi dodot rambu di episode luarnya. Mereka juga akan mengenakan setorong atau tutup kepala bulat berhiaskan lambang wapen. Bagi para wanita, baju budbahasa kustin dikenakan dengan tambahan berupa kelibun kuning yang terbuat dari sutera. Mereka juga akan menghias rambutnya dengan hiasan ibarat aksesoris sanggul budbahasa Jawa. Gambar di atas ialah gambar pakaian budbahasa Kustin Kalimantan Timur.


b. Baju Adat Sapei Sapaq

Suku Dayak Kenyah ialah sub-suku Dayak mayoritas yang mendiami provinsi Kalimantan Timur. Sub suku ini juga memiliki pakaian budbahasa yang juga cukup dikenal. Pakaian budbahasa tersebut berjulukan pakaian budbahasa Ta a dan pakaian budbahasa Sapei Sapaq.

Pakaian Adat Kalimantan Timur
Pakaian budbahasa Ta a ialah pakaian perempuan budbahasa suku Dayak Kenyah. Pakaian ini terdiri dari da a (semacam ikat kepala yang dibuat dari pandan), baju atasan sapei inoq, serta rok ta a. Sedangkan pakaian budbahasa Sapei Sapaq merupakan pakaian laki-lakinya. Tidak berbeda dengan Ta a, pakaian budbahasa Sapei Sapaq juga memiliki gaya yang sama. Perbedaan hanya terletak pada pakaian atasannya yang berbentuk rompi, celana dalam ketat, serta aksesoris senjata tradisional khas Kalimantan Timur yaitu Mandau. 

Perlu diketahui bahwa, corak pakaian budbahasa Kalimantan Timur sangat beragam. Ada yang coraknya bergambar burung enggang dan harimau (corak khusus bangsawan), serta corak tumbuhan (corak untuk rakyat jelata).

c. Baju Adat Dayak Ngaju

Dayak Ngaju gotong royong tidak secara umum dikuasai mendiami tempat di Kalimantan Timur. Namun kekhasan pakaian budbahasa yang diwariskan kebudayaan mereka sangat sayang untuk tidak dibahas.

Suku Dayak Ngaju lebih sering ditemukan mendiami wilayah di Kalimantan Tengah. Untuk kaum pria, pakaian tradisional mereka umumnya berupa kain penutup episode bawah sebatas lutut, rompi, kalung manik-manik, ikat kepala berhias bulu enggang, ikat pinggang, serta tameng kayu, dan mandau sebagai aksesoris di episode pinggang. Sedangkan untuk wanita, pakaian budbahasa tersebut berupa kain (rok pendek), baju rompi, ikat pinggang ikat atau penutup kepala yang dihiasi bulu-bulu enggang, kalung manik-manik, serta gelang tangan.

Perlu diketahui bahwa pembuatan pakaian adatnya tersebut, suku Dayak Ngaju umumnya menggunakan bahan-bahan alami berupa kulit kayu siren, serat alam, atau kayu nyamu. Bahan tersebut dibentuk sedemikian rupa dan dibubuhi warna dan corak hias. Corak hias yang digunakan sering kali diilhami oleh keyakinan masyarakat di suku tersebut.

Pakaian Adat Kalimantan Timur

d. Baju Adat Bulan Kuurung

Selain pakaian budbahasa diatas, ada beberapa pakaian budbahasa Kalimantan Timur lainnya yang belum terekspos, salah satunya yaitu pakaian budbahasa Bulang kuurung. Pakaian budbahasa ini terbagi menjadi beberapa macam. Ada yang tanpa lengan, pakaian dengan lengan pendek (dokot tangan), serta baju dengan lengan panjang (lengke). Biasanya pakaian budbahasa satu ini sering digunakan oleh para dukun.

e. Baju Adat Bulang Burai King

Pakaian budbahasa Kalimantan Timur selanjutnya ialah pakaian budbahasa Bulung Burai King. Pakaian ini umunya digunakan ketika upacara budbahasa Dayak. Cirinya terletak pada hiasan manik-manik serta bulu burung yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, menarik, dan indah.

Nah, demikianlah sekilas pemaparan mengenai pakaian budbahasa Kalimantan Timur. Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas wacana rumah budbahasa Kalimantan Timur. Silakan klik link ini untuk mengunjunginya. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Rumah Adat Kalimantan Timur (Rumah Lamin) dan Penjelasannya

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas perihal pakaian etika Kalimantan Timur, di artikel kali ini kita akan membahas seputar peninggalan budaya dan etika Kalimantan Timur lainnya, yaitu rumah etika Lamin. Kita akan membahas perihal konstruksi, arsitektur, hingga filosofi rumah etika Kalimantan Timur ini secara terperinci dan lengkap. Silakan disimak!

Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah etika Kalimantan Timur yaitu rumah lamin. Rumah ini yang bahwasanya merupakan rumah identitas suku Dayak Kenyah ini ditetapkan menjadi rumah tradisional Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 1967. Keunikan yang dimiliki oleh rumah etika ini terletak pada struktur dan ukuran bangunannya. Perlu diketahui bahwa rumah Lamin dapat menampung sedikitnya hingga 100 orang. Daya tampung tersebut ditunjang dengan ukuran rumah Lamin yang terbilang sangat besar yaitu panjang 300 m, lebar 15 m, dan tinggi 3 m.

Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah lamin yaitu rumah panggung dengan daya tampung yang sangat besar. Besarnya daya tampung rumah ini merupakan tanda bahwa masyarakat Dayak di kawasan Kalimantan Timur memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi. Mereka hidup berkelompok dalam satu rumah. Antara 12 hingga 30 keluarga hidup bahu-membahu dalam rumah ini.

Konstruksi dan Arsitektur Rumah Adat Kalimantan Timur

Beberapa ciri khas unik yang dimilikinya telah membuat rumah Lamin begitu mudah dikenali. Beberapa ciri khas tersebut antara lain:

a. Terdapat Ukiran

Ciri khas rumah Lamin yang pertama yaitu terdapatnya ukiran-ukiran etnik berupa gambar bermakna. Gambar-gambar tersebut umumnya bermotif makhluk hidup ibarat wajah manusia, dongeng perburuan, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya. Ukiran-ukiran ini menurut kepercayaan, disebut dapat menjaga keluarga yang tinggal di rumah itu dari ancaman ilmu hitam yang kapan saja mampu menyerang. Masyarakat suku Dayak sendiri dikenal sebagai suku yang besar lengan berkuasa dalam hal ilmu spiritualis dan kebatinan.

Rumah Adat Kalimantan Timur

b. Warna yang Khas

Rumah etika Kalimantan Timur ini juga mempunyai ciri khas berupa warna-warna kontras yang menghiasi dasar dindingnya. Warna khuning, hitam, merah, biru, dan putih yaitu warna-warna utama dalam arsitektur rumah etika ini. Warna merah melambangkan keberanian, kuning melambangkan kewibawaan, putih melambangkan kebersihan jiwa, dan hitam melambangkan keteduhan.

c. Kontruksi Bahan

Ciri unik rumah etika Lamin selanjutnya terletak pada kontruksi materi pembuatannya. Rumah etika suku Dayak ini dibuat menggunakan kayu ulin. Kayu ulin yaitu kayu terbaik yang hanya dapat diperoleh dari hutan Kalimantan. Kayu ini sangat besar lengan berkuasa dan tak mudah melapuk. Bahkan bila terkena air, kayu ulin ini justru akan bertambah tingkat kekerasan dan kekuatannya. Oleh alasannya itu, kayu yang  mendapat julukan kayu besi digunakan sebagai tiang penyangga, dinding, sekaligus untuk bantalan rumah etika Kalimantan Timur ini.

d. Pembagian Ruangan

Rumah Lamin dibagi menjadi tiga ruangan, antara lain ruang tamu, ruangan tidur, dan dapur. Ruang tamu yaitu ruang kosong panjang yang digunakan untuk mendapatkan tamu atau pertemuan adat. Ruang tidur dipisahkan berdasarkan kegunaannya, yaitu untuk laki-laki dan untuk perempuan. Namun, ada pula ruangan tidur yang dikhususkan untuk pasangan yang sudah resmi menikah.

e. Tangga dan Kolong Rumah

Karena berwujud panggung, rumah etika Lamin khas Kalimantan Timur ini juga dilengkapi dengan sebuah tangga. Tangga ini berfungsi untuk jalan masuk ke dalam rumah. Adapun pada bab bawah, kolong rumah ini umumnya digunakan sebagai sangkar pemeliharaan ternak, ibarat kambing atau sapi.

Rumah Adat Kalimantan Timur

f. Aksesoris Rumah

Rumah Lamin umumnya juga dilengkapi dengan ornamen atau aksesoris tertentu. Aksesoris yang paling diutamakan misalnya patung-patung atau totem ibarat yang tersaji pada gambar di atas. Patung-patung atau totem ini merupakan dewa-dewa yang dipercaya oleh masyarakat Dayak kuno sebagai penjaga rumah dari bahaya.

Demikianlah sekilas pemaparan yang dapat kami sampaikan perihal rumah Lamin. Rumah etika Kalimantan Timur ini merupakan bukti faktual bahwa Kalimantan Timur memiliki budaya yang maju di masa silam. Kebudayaan Kalimantan Timur yang maju ini juga dibuktikan dengan peninggalan nenek moyang berupa senjata tradisional Mandau yang akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Rumah Adat Sulawesi Tenggara dan Penjelasannya

Provinsi Sulawesi Tenggara semakin terkenal dengan wisata baharinya, terutama di gugusan pulau-pulau yang dikenal dengan Wakatobi. Keindahan alam bawah lautnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kemari. Namun masih ingatkah kalian dengan pulau penghasil aspal yang terletak di provinsi ini? Ya, Pulau Buton. Pulau ini terletak di bab tenggara Pulau Sulawesi dan menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara. Di sana, terdapat Kesultanan Buton yang meninggalkan beberapa jejak peradaban. Salah satu jejak peninggalan tersebut misalnya dapat kita lihat pada rumah adat Sulawesi Tenggara.

Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Beribukota di Kendari, provinsi ini terdiri dari 15 kabupaten dan 2 kota, yaitu Kota Bau-Bau dan Kota Kendari. Kabupatennya yaitu Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Muna Barat dan Wakatobi.

Rumah Adat Sulawesi Tenggara dan Penjelasannya

Suku lebih banyak didominasi di Sulawesi Tenggara ini yaitu suku Buton. Selain itu terdapat suku-suku lainnya yaitu suku Muna, Tolaki, Morenene dan Wawonii. Suku buton juga dikenal dengan Suku Walio. Suku inilah mewariskan rumah adat Banua Tada yang menjadi Rumah Adat Sulawesi Tenggara.

Rumah Adat Banua Tada

Rumah adat Banua Tana berbentuk rumah panggung dengan material utamanya yaitu kayu tanpa menggunakan paku. Banua Tada terdiri dari 2 kata, yaitu Banua yang berarti rumah dan Tada yang berarti siku. Secara harfiah, Banua Tada berarti rumah siku.

Berdasarkan peruntukannya, rumah adat Banua Tada terbagi dalam 3 jenis, yaitu Kamali atau malige, yang merupakan rumah atau istana kawasan tinggal raja berserta keluarganya; Banua tada tare pata pale, merupakan rumah siku bertiang empat tenpat tinggal pejabat dan pegawai istana; dan Banua tada tare talu pale, merupakan rumah siku bertiang tiga kawasan tinggal orang biasa.

Sebagai peninggalan kesultanan Buton, rumah adat Kamali atau Malige inilah yang lebih dikenal sebagai Rumah Adat Sulawesi Tenggara. Di Malige sendiri terdapat simbol-simbol dan hiasan yang banyak dipengaruhi oleh konsep dan aliran tasawuf. Simbol dan hiasan tersebut melambangkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan dongeng dari peradaban kesultanan Buton di masa silam.

Material Rumah

Material utama yang digunakan dalam pembangunan Rumah Adat Sulawesi Tenggara ini yaitu kayu pohon nangka, jati, dan bayem, baik itu untuk tiang, dinding, pasak, tangga dan rangka atap. Selain itu digunakan pula bambu yang telah direndam dalam air laut untuk lantai, serta daun rumbia atau nipa untuk atap rumah.

Konstruksi Rumah

Terdapat beberapa perbedaan pada ketiga jenis Banua Tada. Perbedaan mencolok terlihat pada bangunan Kamali/Malige. Hal ini bertujuan sebagai penanda kebesaran dan keagungan sultan/raja sebagai pemimpin, pengayom dan pelindung rakyat.

Tabel 1. Perbedaan Konstruksi Rumah pada 3 Jenis Banua Tada
Konstruksi Rumah Kamali/Malige Banua tada tare pata pale Banua tada tare talu pale
Jumlah tiang 8 tiang samping 6 tiang samping 4 tiang samping
Susunan bangunan 4 tingkat 1 tingkat 1 tingkat
Lantai rumah Dibuat dari kayu yang disusun secara bertingkat-tingkat Tidak bertingkat Dibuat dari bambu yang sudah bau tanah dan tidak bertingkat
Secara umum, konstruksi ketiga jenis Rumah Adat Sulawesi Tenggara ini memiliki karakteristik yang dapat mencirikannya. Karakteristik tersebut yaitu sebagai berikut:
  1. Sendi (pondasi) tersusun dari batu-batu sungai atau gunung yang berbentuk pipih tanpa materi perekat lain.
  2. Tiang. Untuk malige, kayu-kayu yang telah diperoleh dibentuk segi empat, sedangkan untuk rumah orang biasa, kayu tiang berbentuk bulat. Setiap tiang dilubangi sebagai temapt menyatukan dengan tiang yang lain. Pertama kali dipasang tiang utama/tiang sentra kemudian disusul dengan tiang-tiang lainnya.
  3. Dinding. Dinding Rumah Adat Sulawesi Tenggara terbuat dari papan kayu yang disusun di sepanjang rangka dinding.
  4. Lantai. Lantai untuk malige terbuat dari kayu jati. Hal ini melambangkan status sosial sang sultan juga melambangkan bahwa sultan merupakan seorang yang memiliki kepribadian damai dalam menghadapi banyak sekali persoalan.
  5. Atap. Atap rumah terbuat dari rangka kayu atau bambu denagn rumbia atau nioah sebagai penutupnya.

Nah, demikianlah pemaparan sekilas mengenai rumah Banua Tada yang menjadi rumah adat Sulawesi Tenggara. Semoga dengan gambar-gambar yang kami sajikan di atas, Anda semakin mengenali peninggalan budaya bangsa yang satu ini. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Rumah Adat Kalimantan Barat, Nama, Gambar, dan Penjelasannya

Suku Dayak merupakan suku secara umum dikuasai yang tersebar di seluruh Pulau Kalimantan. Suku ini terbagi menjadi beberapa sub suku yang masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri. Salah satunya ciri khas dari sub suku dayak di Kalimantan misalnya dapat kita lihat dari struktur rumah adatnya. Rumah Adat Panjang yang menjadi Rumah Adat Kalimantan Barat contohnya. Berikut akan dijelaskan mengenai rumah watak tersebut, mulai dari struktur bangunan, pembagian ruang, serta filosofinya secara lengkap. Silakan disimak!

Rumah Adat Kalimantan Barat

Kalimantan Barat terletak di bab barat Pulau Kalimantan dengan ibukota di Pontianak. Di provinsi ini terdapat banyak sungai, baik besar maupun kecil. Oleh alasannya yakni itu, provinsi ini dikenal juga dengan provinsi ‘seribu sungai’.

Rumah Adat Kalimantan Barat

Kalimantan Barat berbatasan eksklusif dengan Malaysia di tempat Serawak. Kalimantan Barat terdiri dari 12 kabupaten dan 6 kota. Kabupatennya yaitu Kabupaten Bengkayang, Kapus Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Mempawah, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau dan Sintang. Empat kota yang terdapat di Kalimantan Barat yaitu Kota Ketapang, Mempawah, Pontianak, Sambas, Sintang, dan Singkawang.

Baca Juga : Rumah Adat Kalimantan Timur

Suku secara umum dikuasai di Kalimantan Barat yakni Suku Dayak dan Suku Melayu. Suku Dayak bermata pencarian sebagai petani dengan sistem ladang berpindah. Bersamaan dengan memulai kegiatan berladang, Suku Dayak juga akan membuat rumah sementara. Rumah ini akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara, meskipun demikian, setiap keluarga besar tetap mempunyai rumah tetap sendiri. Rumah tetap tersebutlah yang menjadi Rumah Adat Kalimantan Barat.

Rumah Panjang

Dalam bahasa Dayak Kanayatn, Rumah Adat Kalimantan Barat disebut dengan rumah Radakng atau rumah Panjang.  Sesuai namanya, rumah watak ini merupakan rumah panggung setinggi 5-8 meter dari permukaan tanah dan berbentuk persegi panjang dengan panjang sampai 180 meter dan lebar sampai 30 meter.

Dibangunnya rumah watak Panjang dimaksudkan untuk melindungi keluarga dari serangan suku-suku lain, menghindari serangan binatang buas, dan sebagai tindakan antisipasi ketika terjadi banjir akhir meluapnya sungai.

Rumah Adat Kalimantan Barat Dayak

Rumah Panjang merupakan gambaran watak istiadat dan sosial Suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat. Material utama Rumah Adat Kalimantan Barat ini yakni kayu. Rumah watak ini didiami satu keluarga inti dan beberapa keluarga lainnya. Setiap keluarga menempati satu kamar. Selain sebagai tempat tinggal beberapa keluarga, rumah Panjang juga digunakan untuk kegiatan bermasyarakat. Termasuk sebagai tempat pertemuan-pertemuan masyarakat, upacara adat, dan ritual-ritual watak Suku Dayak.

Konstruksi rumah

Rumah watak Kalimantan Barat memiliki konstruksi bangunan yang unik. Ada 3 bab utama dalam kontruksi rumah ini, yaitu :
  1. Tangga : disebut juga hejot. Jumlah tangga haruslah ganjil, umumnya terdapat 3 tangga dalam 1 rumah, yaitu di bab depan rumah serta di bab ujung kiri dan kanan rumah. Namun demikian hal ini masih tergantung dengan ukuran rumah. Semakin besar rumah, jumlah tangganya juga akan semakin banyak.
  2. Badan rumah : rumah Panjang dibangun menggunakan kayu Ulin yang kokoh dan dapat bertahan sampai ratusan tahun. Setiap ruangan disekat-sekat. Penyekatnya merupakan dinding dari papan kayu.
  3. Lantai : lantai rumah biasanya terbuat dari bambu, belahan batang pinang atau kayu lingkaran sebesar pergelangan tangan.

Pembagian ruangan

Rumah watak Kalimantan Barat terbagi dalam beberapa bagian, yaitu:
  1. Pante: teras rumah. Pante terdapat di depan rumah dengan atap yang menjorok ke luar. Bagian ini berfungsi sebagai tempat untuk mengadakan upacara adat, tempat menjemur padi dan pakaian.
  2. Samik: ruang tamu. Di ruangan ini terdapat satu pene, yaitu meja berbentuk lingkaran yang digunakan untuk meletakkan hidangan ketika mendapatkan tamu.
  3. Ruang keluarga. Ruangan ini berukuran panjang 6 meter dan lebar 6 meter. Ruangan ini berbentuk persegi panjang dan terletah di bab tengah rumah. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga untuk melaksanakan banyak sekali kegiatan bersama.
  4. Kamar tidur. Kamar tidur terletak di sepanajng rumah secara berjejeran. Kamar tidur orang renta berada di ujung pemikiran sungai, kemudian berderet sampai yang paling ujung hilir sungai. Bagian paling ujung hilir sungai harus didiami oleh anak bungsu.
  5. Bagian belakang rumah. Digunakan sebagai dapur dan tempat untuk menyimpan hasil panen dan alat-alat pertanian. Dapur harus menghadap ke pemikiran sungai. Hal ini dipercaya akan mendatangkan rezeki.

Filosofi Rumah Adat Kalimantan Barat

Sesuai dengan bentuk dan peruntukannya, rumah watak Kalimantan Barat menggambarkan sifat kebersamaan dan toleransi antar setiap anggota keluarga.

Gambar Rumah Adat Kalimantan Barat
Bagian hulu rumah harus searah dengan matahari terbit, sedangkan bab hilir rumah harus searah dengan matahari terbenam. Hal tersebut melambangkan kerja keras dalam mengarungi kehidupan, mulai dari matahari terbit sampai matahari terbenam.

Baca Juga : Pakaian Adat Kalimantan Timur

Bagian depan rumah sering dijumpai patung yang mirip manusia. Patung ini terbuat dari kayu Ulin yang digunakan dalam ritual mengantar arwah leluhur ke alam surga. Patung ini dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat yang akan masuk ke dalam rumah.

Rumah adat Panjang yang dihuni oleh banyak keluarga menawarkan bahwa Suku Dayak memiliki rasa kebersamaan dan toleransi yang tinggi dalam bermasyarakat. Hal ini berbeda sekali dengan pendapat masyarakat di luar yang menyatakan bahwa Suku Dayak merupakan suku yang keras dan kasar. Sesuai pembahasan Rumah Adat Kalimantan Barat di atas diperlukan dapat menawarkan sisi lain dari kehidupan Suku Dayak yang mementingkan keharmonisan dalam kekerabatan bermasyarakat. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Rumah Adat Kalimantan Selatan, Nama, Gambar, dan Penjelasannya

Jika Thailand mempunyai Floating Market (pasar apung) di Pattaya, Indonesia juga mempunyai pasar apung yang terletak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar ini mulai ada semenjak tahun 1500-an dan lebih dikenal dengan nama Pasar Terapung Muara Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito.

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Seperti halnya dalam kegiatan jual beli, acara masyarakat Kalimantan Selatan memang lebih banyak dilakukan di atas sungai. Berdasarkan hal ini, maka rumah yang mereka tinggali konstruksinya juga sering diubahsuaikan dengan aktivitasnya tersebut, contohnya mirip pada konstruksi rumah budpekerti Baanjung yang berupa rumah pangung.

Rumah adat Baanjung ialah nama dari rumah budpekerti Kalimantan Selatan, salah satu rumah budpekerti yang cukup unik gaya arsitekturnya. Berikut ini penjelasan mengenai Rumah budpekerti tersebut secara lengkap mulai dari konstruksi, gambar, dan filosofinya.

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Sekilas Tentang Provinsi Kalimantan Selatan

Terletak di episode selatan Pulau Kalimantan, provinsi ini beribukota di Banjarmasin. Kalimantan Selatan terdiri dari 11 kabupaten dan 2 kota yaitu, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin. Kabupatennya yaitu Kabupaten Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Kabupaten Tapin.


Rumah Adat Baanjung

Suku Banjar merupakan suku lebih banyak didominasi di Kalimantan Selatan. Suku Banjar mendiami rumah budpekerti Banjar yang disebut dengan Rumah Baanjung. Dalam bahasa Banjar, ba-anjung berarti beranjung atau bersayap. Hal ini terlihat dari adanya sayap bangunan yang menjorok dari samping kiri dan kanan bangunan utama. Sayap ini merupakan bangunan aksesori di kanan kiri rumah.

Kayu ulin, kayu lanan, dan kayu damar putih merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi dan bangunan rumah budpekerti Kalimantan Selatan ini. Bagian depan rumah menggunakan papan kayu ulin, sedangkan episode samping dan belakang menggunakan papan kayu lanan dan kayu damar putih. [Baca Juga : Rumah Adat Kalimantan Barat]

Konstruksi Rumah

Rumah Baanjung memiliki tubuh yang berbentuk lurus memanjang ke depan dengan tiang sebagai pondasinya. Tiang merupakan pondasi utama yang sangat diperhatikan dalam pembangunan rumah Baanjung. Untuk pondasi tiang umumnya digunakan kayu kapur naga atau kayu galam, sedangkan untuk tiang penunjang digunakan material berupa kayu ulin.

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Bubungan atap Rumah budpekerti Kalimantan Selatan ini berbentuk segitiga dengan atap tinggi melancip (disebut dengan Bubungan Tinggi), memanjang ke depan (disebut dengan atap Sindang Langit) dan memanjang ke belakang (disebut atap Hambin Awan).

Rangka atap menggunakan kayu dan ditutupi dengan sirap atau rumbia. Lantainya tersusun dari papan kayu ulin yang disebut dengan lantai jarang atau lantai ranggang. Sedangkan dindingnya merupakan papan yang dipasang dengan posisi berdiri sehingga menempel pada tiang-tiang rangka rumah. [Baca Juga : Rumah Adat Kalimantan Timur]

Pembagian Ruangan

Rumah Baanjung terbagi atas beberapa ruangan, yaitu ruang terbuka, ruang setengah terbuka, dan ruang dalam.

Ruang terbuka disebut juga Palatar atau teras atau Pamedangan. Terletak di episode depan rumah dengan luas sekitar 7 x 3 meter. Di teras ini diletakkan kawasan air yang digunakan untuk membasuh kaki sebelum masuk ke rumah.

Ruang setengah terbuka disebut juga lapangan pademangan. Ruang ini difungsikan sebagai beranda atau teras rumah.

Ruang dalam terdiri atas beberapa episode di antaranya pacira, panampik kacil, panampik tangah, dan beberapa episode lain.
  1. Pacira. Terdiri dari pacira luar dan pacira dalam. Pacira luar terletak setelah pintu depan (disebut dengan Lawang Hadapan). Pacira dalam merupakan kawasan untuk menyimpan alat-alat pertanian, alat penangkap ikan dan pertukangan.
  2. Panampik kacil. Dapat ditemukan setelah lawang hadapan yang merupakan ruang tamu dengan lantai yang lebih tinggi aripada palatar.
  3. Panampik tangah. Ruangan ini merupakan ruang tamu di episode tengah rumah dengan lantai yang lebih tinggi daripada lantai panampik kacil.
  4. Panampik basar. Merupakan ruang tamu episode dalam dengan lantai yang lebih tinggi daripada lantai panampik tangah.
  5. Padapuran atau padu. Terletak di episode belakang rumah yang digunakan sebagai kawasan untuk kegiatan masak-memasak dan kegiatan tumah tangga.
  6. Palidangan atau Ambin dalam
  7. Panampik dalam atau panampik bawah

Nilai-Nilai Filosofi

Rumah budpekerti Kalimantan Selatan memiliki beberapa nilai filosofi, di antaranya terkait dengan kepercayaan dan kehidupan masyarakat suku Banjar yang menjadi lebih banyak didominasi di provinsi ini. Berikut pemaparan mengenai nilai-nilai filosofis rumah adat yang satu ini.

Rumah Adat Kalimantan Selatan

1. Dwitunggal semesta

Pada episode atas rumah terdapat gesekan naga yang melambangkan alam bawah dan pada episode atas rumah terdapat gesekan elang gading yang melambangkan alam atas. Suku Banjar mempercayai bahwa rumah merupakan kawasan sakral dimana Yang Maha Esa juga ikut tinggal di dalamnya.

2. Payung dan pohon hayat

Jika dilihat sekilas, atap rumah budpekerti Kalimantan Selatan berbentuk mirip payung. Hal ini melambangkan kekuasaan dan tingkat kebangsawanan. Selain berbentuk segitiga, atap rumah Baanjung ini juga membumbung tinggi mirip pohon hayat. Pohon hayat dipercaya sebagai cerminan dari aneka macam aspek yang menyatukan dunia. [Baca Juga : Pakaian Adat Kalimantan Timur]

3. Tubuh manusia

Suku Banjar mengibaratkan rumah mirip tubuh manusia. Bagian atap mirip kepala, tubuh rumah mirip badan, tiang-tiang penyangga mirip kaki dan anjung mirip asisten dan kiri. Setiap episode rumah dibuat simetris yang mewakili kehidupan yang seimbang, baik kehidupan sehari-hari maupun kehidupan dalam pemerintahan.

4. Ruangan yang bersusun

Memasuki rumah budpekerti Baanjung mirip menaiki tangga. Setiap memasuki satu ruangan maka akan menaiki satu anak tangga, sebab letak ruangan yang semakin dalam semakin tinggi kemudian rendah dikala memasuki episode belakang rumah. Hal ini melambangkan tata krama Suku Banjar yang kental yang sangat menghormati si pemilik rumah.

Nah, demikianlah pemaparan mengenai Rumah Baanjung, rumah budpekerti Kalimantan Selatan yang saran dengan nilai-nilai filosofi. Semoga kita semakin mengenal rumah budpekerti masyarakat suku Banjar ini dan mulai melestarikannya. Salam
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com