Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kerajaan Demak. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Kerajaan Demak. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran pedoman Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya pengaruh Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun menjelma sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas ihwal apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan ihwal keberadaan kerajaan ini di masa lalu sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut misalnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau gesekan indah.

Peninggalan Kerajaan Demak

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu ialah Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai ketika ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh alasannya ialah itu, pintu bledek mampu diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan dongeng yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain alasannya ialah Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi digunakan sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan alasannya ialah sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru ialah tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang digunakan masjid ini, dan berdasarkan dongeng semua soko guru tersebut dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan mendapat peran untuk membuat semua tiang tersebut sendiri, hanya saja ketika ia gres membuat 3 buah tiang setelah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini digunakan pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid biar segera datang melakukan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk ibarat tapal kuda memiliki filosofi bahwa jikalau kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera datang untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibuat seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya digunakan sebagai kawasan berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, ketika ini situs tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

6. Maksurah

Maksurah ialah dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibuat sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada ketika Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna ihwal ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana ialah singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam kawasan penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa ialah piring bantuan seorang putri dari Campa yang tak lain ialah ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di kawasan imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta penjelasan dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan dapat memiliki kegunaan untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kala ke 15 M di Jawa Barat. Kesultanan Cirebon ialah pangkalan penting bagi jalur perdagangan, pelayaran, dan penyebaran Islam di Jawa selain Demak. Kesultanan ini pada masa silam sempat mengalami masa kejayaan di masa kepemimpinan Fatahillah sebelum alhasil terpecah pada tahun 1677. Nah, pada artikel berikut, kita akan membahas beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon tersebut untuk mengenali sejarah kesultanan ini di masa silam.

1. Peninggalan Berupa Keraton

Peninggalan Kerajaan Cirebon Keraton

Kesultanan Cirebon meninggalkan beberapa keraton yang antara lain keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanomanan, dan Keraton Kacirebonan.
  1. Keraton Kasepuhan Cirebon kini terletak di Kec. Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon. Ia merupakan sentra pemerintahan dari kesultanan Cirebon pada masa silam. Di keraton ini akan dapat kita jumpai bangunan-bangunan dengan gaya arsitekturnya yang unik, kereta Singa Barong, benda-benda kuno dan naskah kuno.
  2. Keraton Kanoman ialah keraton yang didirikan oleh Sultan Anom I pada tahun 1678. Letaknya berada di 300 meter sebelah utara keraton Kasepuhan. Keraton ini telah berdiri semenjak wafatnya Panembahan Girilaya.
  3. Keraton Kacirebonan ialah keraton terkecil yang dimiliki kesultanan Cirebon. Letaknya berada di 1 km barat daya Keraton Kasepuhan. Di dalamnya juga terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Cirebon ibarat keris, wayang, gamelan, dan perlengkapan perang.


2. Peninggalan Berupa Masjid

Selain mewarisi peninggalan sejarah berupa keraton, Kerajaan Cirebon juga meninggalkan beberapa bangunan masjid. Adanya bangunan-bangunan masjid kuno tersebut tentu mampu menjadi bukti bahwa syiar Islam pada masa itu memang telah berkembang dengan sangat pesat. Adapun beberapa masjid peninggalan kerajaan Cirebon tersebut antara lain
  1. Masjid Sang Cipta Rasa ialah masjid yang dibangun Wali Songo pada tahun 1498 di kompleks keraton Kasepuhan. Berdasarkan kisah rakyat, masjid ini didirikan hanya dalam waktu 1 malam saja. Subuh keesokan harinya masjid yang sampai kini masih berdiri kokoh tersebut telah digunakan untuk sholat berjamaah.
  2. Masjid Jami Pakuncen berada di Tegal Arum, Kab. Tegal - Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Sunan Amangkurat I sebagai tempat penting untuk keperluan syiar Islam di tanah Cirebon pada masa itu.

3. Peninggalan Berupa Makam

Pemakaman muslim kuno yang kini masih terpelihara juga merupakan peninggalan yang tidak mampu dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Kesultanan Cirebon. Di antara makam tersebut misalnya makam Sunan Gunung Jati dan makam para penguasa kerajaan lainnya.

Peninggalan Kerajaan Cirebon Keraton
Kompleks pemakaman peninggalan Kerajaan Cirebon terletak di Keraton Cirebon, 6 km dari sentra Kota Cirebon, Jawa Barat. Di hari Jumat, kompleks pemakaman ini sangat ramai alasannya ialah banyak orang dari banyak sekali kawasan datang untuk berziarah dan mengalap berkah. Selain makam Sunan Gunung Jati, dikompleks ini juga terdapat makam Fatahillah, panglima perang Batavia. Adapun di dalam kompleks tersebut, ada banyak benda-benda bersejarah ibarat perkakas, piring, dan logam-logam kuno yang berasal dari masa kekuasaan Dinasti Ming, China.

4. Peninggalan Berupa Benda Pusaka

Kesultanan Cirebon juga meninggalkan beberapa benda pusaka dan yang paling terkenal ialah pusaka yang berwujud kereta, misalnya kereta Singa barong atau kereta Paksi Naga Liman. Kereta ini ialah kereta kuno yang berasal dari tahun 1549 buatan cucu Sunan Gunung Jati yang berjulukan Panembahan Losari.

Peninggalan Kerajaan Cirebon Keraton

Kereta ini memiliki bentuk yang sangat unik dan penuh filosofi. Pada kereta ini terukir pahatan belalai gajah, kepala naga, dan buroq. Gajah melambangkan persahabatan Cirebon dan India, naga melambangkan persahabatan Cirebon dan China, sedangkan buroq melambangkan persahabatan Cirebon dan Mesir. Perlu diketahui bahwa keunikan kereta ini juga terletak pada bab sayapnya yang dapat otomatos mengepak saat kereta tengah berjalan.

Nah, demikianlah beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon mulai dari yang berupa keraton, masjid, makam, sampai benda-benda pusaka. Semoga artikel ini cukup lengkap dan mampu menambah wawasan sejarah kita semua. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com