Senin, 02 Oktober 2017

6 Peninggalan Kerajaan Aceh, Keterangan, dan Gambarnya Lengkap

Kerajaan Aceh yaitu sebuah kerajaan Islam yang berdiri pada sekitar simpulan kurun ke 14 Masehi di wilayah yang secara administratif kini masuk dalam  Provinsi Aceh. Kerajaan yang sultan pertamanya berjulukan Sultan Ali Muhayat Syah ini memegang peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan Malaysia pada masa silam. Bukti pentingnya peranan kerajaan Aceh tersebut membekas pada beberapa peninggalan Kerajaan Aceh menyerupai yang akan kita bahas pada artikel berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Aceh

Berikut ini yaitu beberapa peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi bukti bahwa kerajaan tersebut pernah ada dan memiliki peranan penting dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Aceh

1. Masjid Raya Baiturrahman

Peninggalan Kerajaan Aceh yang pertama dan yang paling dikenal yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang dibangun Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1612 Masehi ini berada di sentra Kota Banda Aceh. Saat aksi militer Belanda II, masjid ini sempat dibakar. Namun pada selang 4 tahun setelahnya, Belanda membangunnya kembali untuk meredam amarah rakyat Aceh yang hendak berperang merebut syahid.

Saat bencana Tsunami melanda Aceh pada 2004 lalu, masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia satu ini menjadi pelindung bagi sebagian masyarakat Aceh. Kekokohan bangunannya tak bisa digentarkan oleh sapuan ombak laut yang kala itu meluluhlantahkan kota Banda Aceh.


2. Benteng Indrapatra

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Benteng Indrapatra. Benteng ini merupakan benteng pertahanan yang sebenarnya sudah mulai dibangun semenjak masa kekuasaan Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu tertua di Aceh, tepatnya semenjak kurun ke 7 Masehi. Benteng yang kini terletak di Desa Ladong, Kec. Masjid Raya, Kab. Aceh Besar ini pada masanya dulu memiliki peranan penting dalam melindungi rakyat Aceh dari serangan meriam yang diluncurkan kapal perang Portugis.

Peninggalan Kerajaan Aceh
Sekarang, kita hanya dapat menemukan 2 benteng yang masih kokoh berdiri. Benteng tersebut berukuran 70 meter x 70 meter dengan tinggi 4 meter dan tebal sekitar 2 meter. Selain menjadi peninggalan bersejarah, benteng Indrapatra kini juga dikenal sebagai objek wisata unggulan Kab. Aceh Besar. Gaya arsitekrur serta keunikan konstruksinya yang hanya terbuat dari susunan kerikil gunung ini membuat banyak orang penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya.

3. Gunongan

Gunongan yaitu peninggalan Kerajaan Aceh yang berupa sebuah taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman ini berdasarkan sejarahnya merupakan bukti cinta Sultan Aceh pada permaisurinya yang sangat cantik. Permaisuri yang tak diketahui namanya ini merupakan putri raja Kerajaan Pahang yang ditawan alasannya yaitu kerajaannya kalah perang. Sang Sultan jatuh cinta dan mempersuntingnya, hingga kemudian si permaisuri tersebut meminta dibuatkan sebuah taman yang sama persis dengan istana kerajaannya yang terdahulu untuk mengobati rasa rindunya.

Peninggalan Kerajaan Aceh
Gunongan ketika ini terletak tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Tepatnya berada di Desa Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Jika berkunjung ke Banda Aceh, jangan lupa sempatkan diri Anda singgah di taman asmara ini.

4. Makam Sultan Iskandar Muda

Peninggalan Kerajaan Aceh yang selanjutnya yaitu Makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling ternama, Sultan Iskandar Muda. Makam yang terletak di Kelurahan Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh ini sangat kental dengan nuansa Islami. Ukiran dan pahatan kaligrafi pada kerikil nisannya sangat cantik dan menjadi salah satu bukti sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Aceh

5. Meriam Kerajaan Aceh

Kesultanan Aceh telah bisa membuat sarana persenjataannya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan eksistensi meriam-meriam bau tanah yang kini berjajar di benteng Indraparta dan musium Aceh. Awalnya meriam-meriam tersebut dianggap berasal dari pembelian ke Kerajaan Turki, namun setelah diteliti ulang, ternyata bukan. Teknisi-teknisi kerajaan Aceh-lah yang membuatnya berbekal ilmu yang mereka pelajari dari kerajaan Turki Ustmani. Peranan meriam-meriam ini sangat penting dalam perlawan dan perang terhadap para penjajah dan kapal-kapal perang musuh yang hendak menyandar ke dermaga tanah rencong.

Peninggalan Kerajaan Aceh

6. Uang Emas Kerajaan Aceh

Aceh berada di jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis. Berbagai komoditas yang berasal dari penjuru Asia berkumpul di sana pada masa itu. Hal ini membuat kerajaan Aceh tertarik untuk membuat mata uangnya sendiri. Uang logam yang terbuat dari 70% emas murni kemudian dicetak lengkap dengan nama-nama raja yang memerintah Aceh. Koin ini masih sering ditemukan dan menjadi harta karun yang sangat diburu oleh sebagian orang. Koin ini juga bisa dianggap sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang sempat berjaya pada masanya.

Peninggalan Kerajaan Aceh
Nah, para pembaca, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai 6 peninggalan Kerajaan Aceh lengkap dengan penjelasan dan gambar-gambarnya. Jika ada yang perlu disampaikan silakan berkomentar melalui kolom di bawah ini. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

15 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi dan Prasasti beserta Gambarnya

Kerajaan Mataram Kuno ialah sebuah kerajaan Hindu Budha yang berdiri pada periode ke 8 Masehi di daerah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan yang kemudian runtuh di periode ke 11 Masehi ini telah meninggalkan aneka macam bangunan sejarah yang masih dapat kita temukan hingga ketika ini. Apa saja ya peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tersebut? Untuk mengetahuinya, marilah simak ulasan kami berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno 

Secara umum, Kerajaan Mataram Kuno telah meninggalkan beberapa candi dan prasasti yang ditemukan tersebar di daerah sekitar Jawa Tengah. Salah satu candi yang terkenal misalnya Candi Borobudur. Nah, berikut ialah beberapa candi tersebut beserta gambar dan keterangan singkatnya untuk kita pelajari bersama.

1. Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Nama Candi Gambar Candi
1. Candi Sewu
Terletak di tempat sekitar candi Prambanan, tepatnya di Desa Bugisan, Kec. Prambanan, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Candi Sewu ialah candi Budha terbesar kedua setelah Borobudur.
Candi Sewu
2. Candi Arjuna
Terletak di kompleks Percandian Arjuna, tepatnya di Dataran Tinggi Dieng, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi Hindu satu ini seolah-olah dengan candi-candi di kompleks Gedong Sanga.
Candi Arjuna
3. Candi Bima
Terletak di Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi ini dikatakan memiliki banyak keunikan, misalnya dalam hal arsitekturnya yang seolah-olah dengan candi-candi yang ada di India.
Candi Bima
4. Candi Borobudur
Candi peninggalan Kerajaan Mataram Lama yang satu ini sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia sebagai candi Budha terbesar yang pernah ada. Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah dan diperkirakan berasal dari ke 8 Masehi.
Candi Borobudur
5. Candi Mendut
Candi Mendut merupakan candi peninggalan Agama Budha yang diperkirakan dibangun semenjak Mataram berada di bawah kepemimpinan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Candi Mendut
6. Candi Pawon
Jika Borobudur, Mendut, dan Pawon dilihat dari atas, ketiganya terletak di satu garis lurus. Inilah yang membuat para jago merasa keheranan. Candi pawon masih belum diketahui secara terperinci asal-usulnya alasannya bukti sejarah yang ditemukan masih sangat terbatas.
Candi Pawon
7. Candi Puntadewa
Candi yang terletak di kompleks candi Arjuna ini juga merupakan candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi bercorak Hindu ini mempunyai ukuran kecil tapi terlihat tinggi.
Candi Puntadewa
8. Candi Semar
Candi Semar terletak berhadapan eksklusif dengan Candi Arjuna. Bentuknya segiempat membujur arah Utara – Selatan dengan tangga masuknya berada di sisi Timur dan Barat.
Candi Semar

2. Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Nama Prasasti Gambar Prasasti
1. Prasasti Sojomerto ( sekitar Abad ke 7)
Prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di desa Sojomerto, Kabupaten Pekalongan ini menjelaskan bahwa Syailendra ialah penganut agama Budha.
Prasasti Sojomerto
2. Prasasti Kalasan (778 M)
Prasasti ini berisi ihwal kabar seorang raja Dinasti Syailendra yang membujuk Rakai Panangkaran biar mendirikan bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah vihara bagi para pendeta Budha.
Prasasti Kalasan
3. Prasasti Klurak (782 M)
Prasasti yang ditemukan di daerah Prambanan ini berisi ihwal info pembuatan arca Manjusri sebagai wujud Sang Budha, Wisnu, dan Sanggha. Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini juga menyebut nama Raja Indra sebagai raja yang berkuasa pada ketika itu.
Prasasti Klurak
4. Prasasti Ratu Boko (856 M)
Prasasti ini berisi info kekalahan Balaputra Dewa dalam perang melawan kakaknya Rakai Pikatan atau Pramodhawardani dalam perebutan kekuasaan.
Prasasti Ratu Boko
5. Prasasti Nalanda (860 M)
Prasasti ini berisi ihwal asal-usul Balaputra Dewa yang ialah cucu dari Raja Indra dan putra dari Raja Samarottungga.
Prasasti Nalanda
6. Prasasti Cangal (732 M)
Prasasti ini ditemukan di Gunung Wukir, Desa Canggal. Isinya berupa peringatan pembuatan lingga di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.
Prasasti Cangal
7. Prasasti Mantyasih (907 M) dan 8. Prasasti Wanua Tengah III (908 M)
Kedua prasasti ini berisi ihwal daftar raja-raja yang pernah memerintah di Dinasti Sanjaya.
Tidak Ada Gambar
Nah, demikianlah sekilas pemaparan mengenai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno beserta keterangan dan gambarnya lengkap. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat menambah wawasan bagi kita semua.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

8 Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang memegang peranan penting dalam upaya penyebaran pedoman Islam ke seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten kecil dari kerajaan Majapahit. Seiring runtuhnya pengaruh Majapahit dalam kancah Nusantara serta mulai tumbuhnya Islam di tanah Jawa, Demak pun menjelma sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah. Berikut, pada artikel kali ini kami akan membahas ihwal apa saja peninggalan Kerajaan Demak yang sampai kini masih terpelihara sebagai bukti eksistensinya di masa silam. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak berdiri pada tahun 1475. Bukti sejarah yang mengabarkan ihwal keberadaan kerajaan ini di masa lalu sudah cukup banyak didapatkan. Adapun beberapa bukti lain yang berupa peninggalan bersejarah mirip bangunan atau benda-benda tertentu juga  masih terpelihara sampai sekarang. Beberapa bangunan atau benda peninggalan kerajaan Demak tersebut misalnya Masjid Agung Demak, Soko Guru, Pintu Bledeg, Bedug dan Kentongan, situs Kolam Wudlu, serta maksurah yang berupa pahatan atau gesekan indah.

Peninggalan Kerajaan Demak

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling dikenal tentu ialah Masjid Agung Demak. Bangunan yang didirikan oleh Walisongo pada tahun 1479 ini masih berdiri kokoh sampai ketika ini meski sudah mengalami beberapa renovasi. Bangunan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa kerajaan Demak pada masa silam telah menjadi sentra pengajaran dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik untuk melihat keunikan arsitektur dan nilai-nilai filosofisnya , datanglah ke masjid ini. Letaknya berada di Desa Kauman, Demak - Jawa Tengah.

2. Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti petir, oleh alasannya ialah itu, pintu bledek mampu diartikan sebagai pintu petir. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama dari Masjid Agung Demak. Berdasarkan dongeng yang beredar, pintu ini dinamai pintu bledek tak lain alasannya ialah Ki Ageng Selo memang membuatnya dari petir yang menyambar.

Saat ini, pintu bledek sudah tak lagi digunakan sebagai pintu masjid. Pintu bledek dimuseumkan alasannya ialah sudah mulai lapuk dan tua. Ia menjadi koleksi peninggalan Kerajaan Demak dan kini disimpan di dalam Masjid Agung Demak.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru ialah tiang berdiameter mencapai 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga tegak kokohnya bangunan Masjid Demak. Ada 4 buah soko guru yang digunakan masjid ini, dan berdasarkan dongeng semua soko guru tersebut dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Sang Sunan mendapat peran untuk membuat semua tiang tersebut sendiri, hanya saja ketika ia gres membuat 3 buah tiang setelah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga dengan sangat terpaksa kemudian menyambungkan semua tatal atau potongan-potongan kayu sisa pembuatan 3 soko guru dengan kekuatan spiritualnya dan mengubahnya menjadi soko tatal alias soko guru yang terbuat dari tatal.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

4. Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan yang terdapat di Masjid Agung Demak juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bersejarah dan tak boleh dilupakan. Kedua alat ini digunakan pada masa silam sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid biar segera datang melakukan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan. Kentongan berbentuk ibarat tapal kuda memiliki filosofi bahwa jikalau kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera datang untuk melakukan sholat 5 waktu secepat orang naik kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

Situs bak wudlu dibuat seiring berdirinya bangunan Masjid Demak. Situs ini dahulunya digunakan sebagai kawasan berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melakukan sholat. Namun, ketika ini situs tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah.

Peninggalan Kerajaan Demak beserta Penjelasan dan Gambarnya

6. Maksurah

Maksurah ialah dinding berukir kaligrafi goresan pena Arab yang menghiasi bangunan Masjid Demak. Maksurah tersebut dibuat sekitar tahun 1866 Masehi, tepatnya pada ketika Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Adapun goresan pena dalam kaligrafi tersebut bermakna ihwal ke-Esa-an Alloh.

7. Dampar Kencana

Dampar kencana ialah singgasana para Sultan yang kemudian dialih fungsikan sebagai mimbar khutbah di Masjid Agung Demak. Peninggalan Kerajaan Demak yang satu ini sampai kini masih terawat rapi di dalam kawasan penyimpanannya di Masjid Demak.

8. Piring Campa

Piring Camapa ialah piring bantuan seorang putri dari Campa yang tak lain ialah ibu dari Raden Patah. Piring ini jumlahnya ada 65 buah. Sebagian dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sedangkan sebagian lain dipasang di kawasan imam.

Nah, demikianlah 6 peninggalan Kerajaan Demak beserta penjelasan dan gambarnya lengkap. Semoga cukup lengkap dan dapat memiliki kegunaan untuk memperkaya wawasan sejarah pembaca sekalian. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Alat Musik Melodis, 7 Contoh, dan Gambarnya Lengkap

Di seluruh dunia, terdapat bermacam ragam aneka jenis alat musik yang dapat kita temukan. Namun, dari seluruh ragam alat musik tersebut, secara umum mereka terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu jenis alat musik melodis, alat musik ritmis, dan alat musik harmonis. Pengkategorian ini khususnya dilakukan berdasarkan fungsi dari alat musik itu sendiri dalam suatu iringan musik. Nah, berikut ini kita akan membahas satu persatu dari ketiga jenis alat musik tersebut secara lebih lengkap disertai dengan pola dan gambarnya. Silakan disimak!

Pengertian Alat Musik Melodis

Alat Musik Melodis

Alat musik melodis ialah alat musik yang dapat membunyikan melodi dalam sebuah lantunan lagu namun pada umumnya tidak dapat memainkan kord sendirian. Artinya, alat musik ini dapat menghasilkan nada atau notasi menyerupai Do, Re, Mi, ...dst yang dapat melengkapi bunyi-bunyian yang dihasilkan dari alat musik ritmis dan harmonis. Alat musik melodis juga dapat diartikan sebagai alat musik yang mempunyai irama atau nada. Biasanya fungsi dari alat musik melodis ini ialah untuk mengatur nada dalam sebuah lagu atau musik.

Ada aneka macam jenis alat musik melodis yang dapat kita temukan ketika ini, mulai dari yang sifatnya tradisional maupun yang modern. Namun, beragam jenis alat musik tersebut juga dapat digolongkan berdasarkan pada cara memainkannya. Berikut ini ialah beberapa cara memainkan alat musik melodis tersebut untuk Anda ketahui.
  1. Dipetik, contohnya menyerupai kecapi, mandolin, gitar, dan sasando.
  2. Ditiup, contohnya menyerupai seruling dan pianika.
  3. Ditekan, contohnya menyerupai akordion dan piano.
  4. Digoyang, contohnya menyerupai angklung.
  5. Digesek, contohnya menyerupai biola.
  6. Dihisap, contohnya menyerupai harmonika.

Contoh Alat Musik Melodis

Secara lebih jelas, berikut ini kami sajikan pula pembahasan mengenai beberapa pola alat musik melodis beserta gambarnya lengkap untuk Anda.

1. Biola

Biola ialah pola alat musik melodis yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini punya 4 dawai yang distel dengan interval tepat (G-D-A-E). Bedasarkan tinggi rendah nada yang dihasilkan, biola juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu biola alto, biola cello, dan biola double bass atau kontra bass (biola dengan nada tertinggi). Dalam bahasa Indonesia, pemain alat musik ini dikenal dengan sebutan violinis.

2. Akordion

Contoh alat musik melodis modern selanjutnya ialah akordeon. Akordeon ialah alat musik sejenis organ yang dimainkan dengan cara digantungkan di badan, tangan kiri pemain akan menekan tombol-tombol akor, sedang tangan kananya memainkan melodi dari lagu yang dibawakan. Di Indonesia, alat musik yang ditemukan C.F.L. Buschmann dari Jerman ini memang belum begitu populer, namun tidak dengan di negara-negara Eropa dan Latin.

Contoh Alat Musik Melodis

3. Bonang

Bonang ialah alat musik tradisional Jawa yang berdasarkan fungsinya juga digolongkan ke dalam jenis alat musik melodis. Alat musik ini dimainkan denganc ara dipukul. Dalam pertunjukan wayang dan upacara adab Jawa, bonang selalu ada dan menjadi embel-embel hiburan rakyat.

4. Angklung

Angklung ialah pola alat musik melodis tradisional Sunda yang sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia sebagai warisan dunia. Terbuat dari bambu, alat musik yang dimainkan dengan cara digoyangkan ini menghasilkan suara melodis yang berasal dari benturan pipa bambu dengan kayu yang berada di dalamnya.

Contoh Alat Musik Melodis Modern

5. Suling

Alat musik tradisional yang satu ini juga berasal dari Jawa Barat. Ia termasuk ke dalam jenis alat musik melodis sebab akan menghasilkan notasi atau nada yang cantik kalau dimainkan. Semuanya mungkin sudah tahu kalau alat musik ini memang dimainkan dengan cara ditiup.

6. Kecapi

Sama menyerupai angklung, kecapi juga merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kebudayaan Sunda. Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik ini akan menghasilkan melodi yang sangat indah. Ia dapat dimainkan secara tunggal atau sebagai embel-embel bunyi-bunyian alat musik lain.

Contoh Alat Musik Melodis Tradisional

7. Sasando

Alat musik dawai yang berasal dari pulau Rote, NTT ini ialah hasil karya luar biasa dari nenek moyang Indonesia pada masa silam. Dimainkan dengan cara dipetik, alat musik melodis ini akan menghasilkan suara yang tidak jauh berbeda dengan suara gitar, kecapi, biola, dan alat musik dawai lainnya.

Nah, itulah sekilas pembahasan kami mengenai pengertian alat musik melodis beserta jenis dan contoh-contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan mari kita lanjutkan pembahasan kita ke alat musik ritmis.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pengertian Alat Musik Ritmis, 9 Contoh dan Gambarnya

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, alat musik berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 3, yaitu alat musik harmonis, alat musik ritmis, dan alat musik melodis. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh seputar salah satu dari 3 alat musik tersebut yaitu mengenai alat musik ritmis, terkhusus mengenai pengertian, contoh, serta beragam cara memainkannya. Silakan disimak.

Pengertian Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis yaitu alat musik yang tidak dapat membunyikan nada-nada tertentu, melainkan hanya dimainkan sebagai pengiring irama dan pengatur tempo lagu. Beberapa pola alat musik ini misalnya drum, marakas, simbal, tamborin, timpani, triangle, konga, timpani, kastanyet, rebana, tifa, dan kendang. Secara umum, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul, namun ada pula beberapa alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digesek dan dikocok (digoyangkan).

pengertian alat musik ritmis

Contoh Nama Alat Musik Ritmis dan Gambarnya

Dengan perkembangan seni musik dunia yang begitu pesat, pada masa sekarang ini kita dapat menemukan aneka macam pola alat musik ritmis. Adapun beragam pola tersebut dapat kita kategorikan menjadi jenis alat musik tradisional dan jenis alat musik modern. Berikut ini yaitu beberapa pola alat musik ritmis berdasarkan penggolongan tersebut lengkap dengan pembahasan dan gambarnya.

1. Kendang

Yang pertama yaitu kendang atau gendang. Alat musik tradisional Jawa ini juga merupakan alat musik ritmis yang dimainkan sebagai pengatur irama. Biasanya dimainkan sebagai embel-embel iringan musik gamelan yang dipentaskan dikala pertunjukan wayang, tari jaipong, sinden, atau campur sari. Kendang ada beragam macamnya, ada kendang ketipung (ukuran kecil), kendang ciblon atau kebar (ukuran menengah), dan kendang kalih (ukuran besar). Semua macam kendang ini dimainkan dengan cara diteplak atau dipukul.

gambar alat musik ritmis beserta namanya

2. Tifa

Tifa yaitu alat musik tradisonal Papua yang juga termasuk jenis alat musik ritmis. Berdasarkan cara memainkan, bentuk, serta materi pembuatannya, alat musik ini bergotong-royong tidak jauh berbeda dengan gendang Jawa, hanya saja bentuk tabungnya yang ramping memanjang membuat dia umumnya dimainkan sambil berdiri. Tifa seringkali dimainkan dikala digelarnya upacara etika Papua atau pesta-pesta adat.

3. Tamborin

Tamborin yaitu alat musik ritmis tradisional yang dapat menghasilkan 2 bunyi sekaligus dikala dimainkan. Bunyi pertama berupa bunyi gemerincing yang berasal dari tumbukan logam pada bab sisi, sedangkan bunyi kedua berupa bunyi tabuhan yang berasal dari bab membrannya. Alat musik ini diketahui berasal dari Eropa, namun di beberapa bagian dunia lain alat musik serupa juga banyak ditemukan.

alat musik ritmis dan penjelasannya

4. Drum

Drum yaitu kelompok alat musik ritmis yang terbuat dari kulit atau plastik yang direntangkan pada sebuah lubang tabung dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik atau pemukul khusus. Dalam pertunjukan musik rock, pop, dan jazz, drum umumnya mengacu pada satu set alat musik yang terdiri dari bass drum, snare drum, hi-hat, tom-tom, cymbal, dan lain sebagainya. Orang yang memainkan drum set ini disebut dengan istilah drummer.

5. Triangle

Triangle juga merupakan salah satu pola alat musik ritmis modern. Alat musik yang berbentuk segitiga dan terbuat dari materi logam ini menghasilkan bunyi ketika dipukul pada bab sisi luar maupun dalam menggunakan pemukul logam pula. Triangle biasanya dimainkan pada musik-musik slow, menyerupai pop, jazz, atau dangdut.

Nah, demikianlah sekilas pembahasan kami mengenai pengertian alat musik ritmis beserta pola dan gambarnya lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan mari kita lanjutkan pembahasan kita mengenai alat musik harmonis pada artikel selanjutnya.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Pesugihan Gunung Kawi, Ritual, Tumbal, dan Kisah Nyata

Pesugihan Gunung Kawi / Bagi Anda yang tinggal di sekitar Jawa Timur, nama Gunung Merapi, gunung yang terletak di Malang ini, selain dikenal memiliki panorama yang luar biasa, ia juga dianggap sebagai salah satu gunung yang menyimpan segudang dongeng misteri luar biasa.

Salah satu dongeng misteri yang cukup populer dan menjadi doktrin di masyarakat sekitar gunung ini ialah ihwal adanya ritual pesugihan atau ritual mendatangkan kekayaan dunia dengan santunan raja jin. Pesugihan Gunung Kawi, -begitu ritual ini disebut-, telah banyak mengundang rasa penasaran masyarakat dari seluruh Nusantara, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi dan ingin terlepas dari belenggu kemiskinan. Jika Anda termasuk orang yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pesugihan ini, berikut akan saya jelaskan informasinya untuk Anda.

Pesugihan Gunung Kawi

Pesugihan Gunung Kawi

Setiap tahun, tak sedikit orang dari seluruh penjuru Nusantara datang dan menziarahi Gunung Kawi. Mereka yang datang biasanya bertujuan untuk mengalap berkah dan mengharapkan datangnya kekayaan dengan jalan pintas melalui ritual pemujaan pada penguasa gaib gunung Kawi.

Dari kisah yang beredar, melaksanakan pemujaan di gunung Kawi memang diyakini dapat membuat diri kita menjadi dimudahkan dalam menerima rezeki. Beberapa konglomerat negeri ini menyerupai Ong Hok Liong (pengusaha rokok) dan Sudono Salim (pemilik Salim Group) juga diisukan pernah melaksanakan pemujaan di gunung ini dikala usaha mereka mengalami pailit di masa jatuh bangunnya dulu. Entah benar entah tidak, namun yang terang gosip ini sudah sangat berkembang di sana. [Baca Juga : Pesugihan Gunung Kemukus, Sragen - Jawa Tengah]

Ritual Pesugihan Gunung Kawi

Dari pemaparan seorang kuncen yang belum lama ini saya temui, saya mengetahui bahwa ritual pesugihan gunung kawi sesungguhnya hanya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Para peziarah sekedar diwajibkan untuk melaksanakan ritual tapa brata selama 3 hari di bawah sebuah pohon keramat berjulukan pohon Dewandaru.

Ritual Pesugihan Gunung Kawi
Sebelum melaksanakan tapabrata, peziarah tersebut diwajibkan terlebih dahulu melaksanakan mandi suci yang dipimpin eksklusif oleh sang kuncen. Ketika melaksanakan mandi wajib inilah, peziarah itu melaksanakan kontrak mati atau semacam perjanjian dengan penguasa gaib gunung kawi. Mereka harus bersedia menawarkan tumbal nyawa pada sang penguasa setiap tahun untuk melanggengkan  kekayaannya.

Setelah melaksanakan mandi wajib, para peziarah gres diperbolehkan bergabung bersama para peziarah lain untuk melaksanakan tapa brata. Mereka harus bersila di atas selembar daun pisang, tidak boleh makan, minum, dan tidur. Mereka pun tidak boleh buang air besar dan buang air kecil kecuali mengeluarkannya di atas daun pisang yang didudukinya. [Baca Juga : Pesugihan Nyi Blorong]

Tapa brata dihentikan jikalau mereka telah dihampiri selembar daun dari pohon Dewandari yang gugur dengan sendirinya. Daun itu harus jatuh sempurna di tubuh. Gugurnya daun dewandaru mengambarkan bahwa harapan Anda untuk menjadi kaya melalui jalur pesugihan gunung kawi telah disetujui oleh penguasa gaib penunggu pohon dewandaru itu.

Namun jikalau selama 3 hari melaksanakan tapa brata, petapa tidak kejatuhan daun dewandaru, hal ini berarti harapan Anda untuk menjadi kaya melalui pesugihan ini tidak diizinkan oleh penguasa gaib Gunung Kawi. Anda akan pulang dengan tangan hampa dan tidak menerima keberkahan dari tapa brata yang Anda lakukan. Orang-orang yang gagal menerima daun dewandaru biasanya ialah orang-orang yang memiliki niat buruk dan sebetulnya tidak terlalu butuh alasannya ialah secara ekonomi sudah berkecukupan. Sedangkan orang yang berhasil memperoleh daun dewandaru ialah mereka yang benar-benar sudah dalam posisi sulit, terlilit hutang, dan mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi.

Kisah Nyata Persembahan Tumbal
Setelah menjalani ritual pesugihan gunung dan menerima selembar daun dewandaru, petapa harus pulang dan menyimpan daun yang didapatkannya itu di dalam bantal daerah tidurnya. Selain itu, ia juga harus membuka usaha dagang. Daun dewandaru yang disimpannya dalam bantal akan membantu melariskan dagangan, menambahkan uang secara gaib ke dalam laci penyimpanan uang, dan membantu melancarkan usaha tersebut secara spiritual. [Baca Juga : Pesugihan Uang Balik]

Kisah Nyata Persembahan Tumbal

Setelah satu tahun, pemilik pesugihan biasanya akan mulai mengalami peningkatan dalam kehidupan ekonominya. Ketika itu, ia mulai harus menyerahkan tumbal seorang insan yang masih memiliki relasi darah dan sepersusuan dengannya. Ia harus menunjuknya dan merelakan kepergian saudaranya itu untuk dijadikan pesuruh di kerajaan gaib gunung kawi. Setiap tahun tumbal harus diberikan melalui ritual tertentu. Seorang yang ditunjuk menjadi tumbal biasanya akan mati secara mendadak tanpa diduga-duga. Selain itu, setiap kali memberi tumbal, kekayaan pemilik pesugihan biasanya akan melonjak secara drastis.

Demikianlah pemaparan sekilas kami mengenai pesugihan gunung kawi beserta ritual-ritual yang harus dijalani. Cukup mengerikan ya. Semoga kita semua terhindar dari kesulitan rizki dan segala bujuk rayu setan. Amin.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Peninggalan Kerajaan Singasari, 5 Candi, 1 Arca, dan 4 Prasasti + Gambar

Kerajaan Singosari ialah salah satu kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang sempat terekam dalam sejarah budaya bangsa kita. Kerajaan yang didirikan pada tahun 1222 M ini diperkirakan terletak di sebelah Timur Gunung Kawi, Malang – Jawa Timur. Beragam bukti dan peninggalan sejarah berdirinya kerajaan ini sebagian telah ditemukan, di antaranya ada yang berupa candi, prasasti, dan ada pula yang berupa arca atau patung. Nah, pada kesempatan kali ini, Blog akan membahas seputar beberapa peninggalan Kerajaan Singasari tersebut lengkap dengan penjelasan dan gambar-gambarnya. Silakan disimak!

Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi Singosari

1. Candi Singosari

Peninggalan Kerajaan Singosari  yang pertama ialah sebuah candi yang terletak di Kec, Singosari, Malang – Jawa Timur, tepatnya berada di lembah antara Gunung Arjuna dan Gunung Tengger. Candi yang dinamai Candi Singosari ini berdasarkan goresan pena dalam Prasasti Gadjah Mada (1351 M) yang terdapat di halaman kompeksnya disebut merupakan daerah pendarmaan raja-raja Kerajaan Singosari.

2. Candi Jago

Candi Jago ialah sebuah candi peninggalan Kerajaan Singosari yang terletak di Kec. Tumpang, Malang – Jawa Timur. Candi yang terbuat dari watu andesit yang disusun ibarat teras punden berundak-undak ini dikenal punya keunikan. Keunikan tersebut terletak pada adegan atas candi yang terpenggal dan hanya tersisa sebagian saja. Berdasarkan mitos yang berkembang, terpenggalnya atap candi ini disebabkan karena sambaran petir.

Berdasarkan pendapat para ahli, candi Jago didirikan pada masa pemerintahan Kertanegara. Candi ini didirikan sebagai bentuk perhormatan pada raja Wisnuwardhana (ayah Kertanegara) yang meninggal di tahun 1268.

Candi Jago

3. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan ialah sebuah candi berbentuk stupa yang terletak di Desa Toyomarto, Kec. Singosari, Malang – Jawa Timur (berada 5 km dari Candi Singosari). Pada masanya dulu, candi ini sering digunakan umat Budha sebagai daerah ibadah. Dibangun pada sekitar masa ke 14 M, candi peninggalan Singosari ini berada di akrab sebuah telaga basah bening. Pemandangan sekitarnya yang mengagumkan membuat candi ini menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Malang.

Candi Sumberawan

4. Candi Jawi

Candi peninggalan Kerajaan Singosari  selanjutnya terletak di Desa Candi Wates, Kec. Prigen, Pasuruan - Jawa Timur. Candi yang berada sempurna di kaki Gunung Welirang ini pada masa silam dikenal sebagai daerah penyimpanan bubuk mendiang raja Singosari  terakhir, Prabu Kertanegara. Beberapa relief pahatan juga ditemukan di dinding candi ini, hanya saja sebagian dari relief tersebut tak mampu lagi terbaca karena sudah lapuk tergoda usia.

Candi Jawi

5. Candi Kidal

Candi Kidal ialah candi peninggalan kerajaan Singosari  yang terletak di Desa Rejokidal, Kec. Tumpang, Malang – Jawa Timur. Candi yang diperkirakan dibangun pada pertengahan masa ke 13 M ini merupakan wujud penghormatan untuk jasa besar Anusapati yang telah memerintah selama 20 tahun lamanya (1227 - 1248).

Candi Kidal

6. Arca Dwarapala

Arca Drawapala ialah sebuah patung monster besar yang pada masa silam berfungsi sebagai menandakan masuk atau patung selamat datang dikala hendak memasuki wilayah Kotaraja. Akan tetapi, letak wilayah Kotaraja sampai dikala ini masih belum diketahui secara pasti.


Arca Dwarapala

7. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mula Malurung ialah sebuah prasasti yang berupa lempengan-lempengan tembaga peninggalan Kerajaan Kediri, tepatnya dari masa pemerintahan Kertanegara tahun 1255. Prasasti ini terdiri dari 10 lempeng yang masing-masing menjelaskan perihal yang berbeda. Untuk lebih jelasnya mengenai isi dari prasasti Malurung ini, Anda dapat berkunjung ke Wikipedia.

Prasasti Manjusri

8. Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri ialah sebuah manuskrip kuno yang dipahat pada adegan belakang Arca Manjusri. Prasasti yang bertarikh 1343 ini pada mulanya ditemukan di sekitar reruntuhan Candi Jago, namun kini ia dipindahkan ke Museum Nasional, Jakarta.  Prasasti Manjusri menjelaskan perihal penghormatan pada keluarga kerajaan dengan isi teks sebagai berikut:
Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Ibu Yang Mulia Rajapatni maka Adityawarman itu, yang berasal dari keluarganya, yang bakir murni dan bertindak selaku menteri wreddaraja, telah mendirikan di pulau Jawa, di dalam Jinalayapura, sebuah candi yang ajaib- dengan impian biar dapat membimbing ibunya, ayahnya dan sahabatnya ke kenikmatan Nirwana.

9. Prasasti Singosari

Prasasti Singosari merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Singosari  yang ditemukan di Desa Singosari, Malang – Jawa Timur. Bertarikh tahun 1351 M, prasasti yang ditulis dalam Aksara Jawa ini sekarang disimpan di Museum Gajah. Maksud dari pembuatan prasasti ini diduga sebagai peringatan pembangunan sebuah candi pemakaman (caitya).

10. Prasasti Wurare

Prasasti Wurare merupakan prasasti yang dibuat untuk memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah daerah berjulukan Wurare. Manuskrip pada prasasti bertarikh 1289 M ini dipahatkan pada sebuah arca yang melambangkan penghormatan Raja Kertanegara. 

Demikianlah pemaparan mengenai beberapa peninggalan Kerajaan Singosari  mulai dari yang berbentuk candi, prasasti, sampai arca. Semoga dengan dilengkapi gambar-gambarnya, Anda semakin mudah memahami artikel ini.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Alat Musik Gesek, Pengertian dan 5 Contoh Lengkap dengan Gambar

Berdasarkan cara memainkannya, alat musik terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu alat musik tiup, alat musik petik, alat musik pukul, dan alat musik gesek. Di antara keempat jenis alat musik tersebut, alat musik gesek termasuk jenis alat musik yang paling sedikit contohnya. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas pola alat musik gesek tersebut lengkap dengan gambar dan pemaparannya.

Alat Musik Gesek

Alat musik gesek ialah instrumen musik yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini akan menghasilkan suatu suara melodis kalau terjadi ukiran antara dawai dan busurnya. Beberapa pola alat musik ini misalnya biola, contre bass, viola, cello, dan alat musik tradisional rebab. Berikut pemaparan dan gambar dari beberapa alat musik tersebut.

Alat Musik Gesek
1. Biola
Alat musik gesek pertama yang tentu sudah tidak gila lagi bagi kita ialah biola. Biola merupakan alat musik modern yang lazim dimainkan dalam pertunjukan musik orkestra, jazz, pop, dan musik melayu. Alat musik ini memiliki 4 dawai yang diatur sedemikian rupa sehingga memiliki interval nada yang tepat ketika digesek. Para pemain biola umumnya ialah wanita. Mereka dikenal dengan sebutan violinist.

2. Contre Bass atau Double Bass
Contre bass atau double bass ialah biola berukuran besar yang pada umumnya dimainkan pada pertunjukan musik jazz, orkestra, musik bluegrass, country, dan musik rockabilly. Sesuai dengan namanya, alat musik gesek satu ini juga menghasilkan nada-nada rendah ketika dimainkan. Selain digesek, ia kadang kali juga dibunyikan dengan cara dipetik. Di Indonesia, alat musik satu ini memang tidak begitu dikenal, namun di negara-negara Latin dan Eropa, ia selalu dimainkan mengiringi setiap pertunjukan musik.

Alat Musik Gesek
3. Viola
Viola ialah alat musik yang termasuk dalam keluarga biola. Banyak orang yang menganggap viola sama dengan biola. Namun keduanya bersama-sama berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada ukuran dan nada yang dihasilkan. Viola umumnya berukuran lebih kecil dan menghasilkan nada yang lebih berat (rendah) dibandingkan dengan alat musik biola.

4. Cello
Cello atau Violoncello juga merupakan alat musik yang masuk dalam keluarga biola. Ia berukuran lebih kecil dibandingkan double bass namun lebih besar dibandingkan biola. Alat musik ini merupakan instrumen yang wajib ada dalam pertunjukan musik klasik Eropa. Sedangkan di Indonesia, ia kurang begitu dikenal alasannya ialah memang tidak biasa dimainkan dalam pagelaran musik tanah air.

5. Rebab
Rebab merupakan pola alat musik gesek tradisional yang berasal dari jazirah Arab. Alat musik satu ini umumnya akan hadir dalam pertunjukan seni musik Betawi atau gambang kromong serta pertunjukan-pertunjukan kesenian khas Jawa sebagai embel-embel iringan gamelan.

Alat Musik Gesek
Nah, demikianlah beberapa pola alat musik gesek beserta pengertian, penjelasan dan gambar lengkapnya. Ada yang tahu pola alat musik gesek lainnya yang belum disebutkan dalam artikel ini? Silakan sampaikan tambahan gosip Anda melalui kolom komentar di bawah.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

8 Peninggalan Kerajaan Cirebon, Sejarah dan Gambarnya Lengkap

Kesultanan Cirebon ialah salah satu kesultanan Islam yang berdiri semenjak kala ke 15 M di Jawa Barat. Kesultanan Cirebon ialah pangkalan penting bagi jalur perdagangan, pelayaran, dan penyebaran Islam di Jawa selain Demak. Kesultanan ini pada masa silam sempat mengalami masa kejayaan di masa kepemimpinan Fatahillah sebelum alhasil terpecah pada tahun 1677. Nah, pada artikel berikut, kita akan membahas beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon tersebut untuk mengenali sejarah kesultanan ini di masa silam.

1. Peninggalan Berupa Keraton

Peninggalan Kerajaan Cirebon Keraton

Kesultanan Cirebon meninggalkan beberapa keraton yang antara lain keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanomanan, dan Keraton Kacirebonan.
  1. Keraton Kasepuhan Cirebon kini terletak di Kec. Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon. Ia merupakan sentra pemerintahan dari kesultanan Cirebon pada masa silam. Di keraton ini akan dapat kita jumpai bangunan-bangunan dengan gaya arsitekturnya yang unik, kereta Singa Barong, benda-benda kuno dan naskah kuno.
  2. Keraton Kanoman ialah keraton yang didirikan oleh Sultan Anom I pada tahun 1678. Letaknya berada di 300 meter sebelah utara keraton Kasepuhan. Keraton ini telah berdiri semenjak wafatnya Panembahan Girilaya.
  3. Keraton Kacirebonan ialah keraton terkecil yang dimiliki kesultanan Cirebon. Letaknya berada di 1 km barat daya Keraton Kasepuhan. Di dalamnya juga terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Cirebon ibarat keris, wayang, gamelan, dan perlengkapan perang.


2. Peninggalan Berupa Masjid

Selain mewarisi peninggalan sejarah berupa keraton, Kerajaan Cirebon juga meninggalkan beberapa bangunan masjid. Adanya bangunan-bangunan masjid kuno tersebut tentu mampu menjadi bukti bahwa syiar Islam pada masa itu memang telah berkembang dengan sangat pesat. Adapun beberapa masjid peninggalan kerajaan Cirebon tersebut antara lain
  1. Masjid Sang Cipta Rasa ialah masjid yang dibangun Wali Songo pada tahun 1498 di kompleks keraton Kasepuhan. Berdasarkan kisah rakyat, masjid ini didirikan hanya dalam waktu 1 malam saja. Subuh keesokan harinya masjid yang sampai kini masih berdiri kokoh tersebut telah digunakan untuk sholat berjamaah.
  2. Masjid Jami Pakuncen berada di Tegal Arum, Kab. Tegal - Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Sunan Amangkurat I sebagai tempat penting untuk keperluan syiar Islam di tanah Cirebon pada masa itu.

3. Peninggalan Berupa Makam

Pemakaman muslim kuno yang kini masih terpelihara juga merupakan peninggalan yang tidak mampu dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Kesultanan Cirebon. Di antara makam tersebut misalnya makam Sunan Gunung Jati dan makam para penguasa kerajaan lainnya.

Peninggalan Kerajaan Cirebon Keraton
Kompleks pemakaman peninggalan Kerajaan Cirebon terletak di Keraton Cirebon, 6 km dari sentra Kota Cirebon, Jawa Barat. Di hari Jumat, kompleks pemakaman ini sangat ramai alasannya ialah banyak orang dari banyak sekali kawasan datang untuk berziarah dan mengalap berkah. Selain makam Sunan Gunung Jati, dikompleks ini juga terdapat makam Fatahillah, panglima perang Batavia. Adapun di dalam kompleks tersebut, ada banyak benda-benda bersejarah ibarat perkakas, piring, dan logam-logam kuno yang berasal dari masa kekuasaan Dinasti Ming, China.

4. Peninggalan Berupa Benda Pusaka

Kesultanan Cirebon juga meninggalkan beberapa benda pusaka dan yang paling terkenal ialah pusaka yang berwujud kereta, misalnya kereta Singa barong atau kereta Paksi Naga Liman. Kereta ini ialah kereta kuno yang berasal dari tahun 1549 buatan cucu Sunan Gunung Jati yang berjulukan Panembahan Losari.

Peninggalan Kerajaan Cirebon Keraton

Kereta ini memiliki bentuk yang sangat unik dan penuh filosofi. Pada kereta ini terukir pahatan belalai gajah, kepala naga, dan buroq. Gajah melambangkan persahabatan Cirebon dan India, naga melambangkan persahabatan Cirebon dan China, sedangkan buroq melambangkan persahabatan Cirebon dan Mesir. Perlu diketahui bahwa keunikan kereta ini juga terletak pada bab sayapnya yang dapat otomatos mengepak saat kereta tengah berjalan.

Nah, demikianlah beberapa peninggalan Kerajaan Cirebon mulai dari yang berupa keraton, masjid, makam, sampai benda-benda pusaka. Semoga artikel ini cukup lengkap dan mampu menambah wawasan sejarah kita semua. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Filosofi Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja dari Sulawesi Selatan

Rumah Adat Tongkonan / Indonesia memiliki beragam budaya yang sangat menarik. Beberapa diantaranya menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu objek wisata yang terkenal dari bumi pertiwi ialah wisata budayanya, dimana tujuan wisata budaya bagi para wisatawan  (mancanegara) yang terkadang muncul kepermukaan media internasional sehingga menjadi yang paling terkenal yaitu budaya susila Sulawesi Selatan, khususnya budaya Tana Toraja.

Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja

Tana Toraja memiliki banyak tujuan wisata yang sangat menarik bagi para pelancong. Bukan hanya sebab letak daerahnya yang jauh dari keramaian sehingga terasa damai dan menenangkan, Tana Toraja juga mampu menjadi ikon wisata Sulawesi Selatan sebab wisata budaya dan peninggalan arsitektur nenek moyang mereka yang berupa rumah susila Tongkonan.

Rumah Adat Tongkonan

Rumah susila Tongkonan ialah rumah susila Sulawesi Selatan yang mempunyai bentuk unik mirip wujud perahu dari kerajaan Cina pada jaman dahulu. Rumah susila tongkonan juga kerap kali disebut-sebut seolah-olah dengan rumah gadang dari tempat Sumatera Barat.
Rumah Adat Betawi dan Penjelasannya Lengkap
Filosofi 3 Pakaian Adat Betawi, Pernikahan Salah Satunya
Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya
Tongkonan berasal dari kata “tongkon” yang berarti duduk. Rumah tongkonan sendiri difungsikan sebagai sentra pemerintahan (to ma’ parenta), kekuasaan, dan strata sosial pada elemen masyarakat toraja. Rumah susila Tongkonan tidak mampu dimiliki secara pribadi/perorangan sebab rumah ini ialah warisan nenek moyang dari setiap anggota keluarga atau keturunan mereka.

Fungsi Tongkonan

Rumah Tongkonan bukan hanya sekedar berfungsi sebagai rumah adat. Dalam budaya mereka, masyarakat toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, sedangkan alang sura (lumbung padi) ialah bapaknya. Deretan tongkonan dan alang pun saling berhadapan sebab dianggap sebagai pasangan suami istri. Alang menghadap ke selatan, sedangkan tongkonan menghadap ke utara.


Ciri Khas Rumah Adat Tongkonan

Perlu diketahui bahwa arsitektur rumah susila Tongkonan selalu mengikuti model desa dimana rumah tongkonan tersebut dibangun. Akan tetapi, arsitektur tersebut tidak akan pernah lepas dari filosofi dan pakem-pakem tertentu yang diturunkan secara turun temurun. Filosofi dan pakem-pakem tersebut antara lain:

Rumah Adat Tongkonan

1. Lapisan dan Bentuk

Rumah tongkonan memiliki 3 lapisan berbentuk segi empat yang bermakna empat peristiwa hidup pada insan yaitu, kelahiran, kehidupan, pemujaan dan kematian. Segi empat ini juga merupakan simbol dari empat penjuru mata angin. Setiap rumah tongkonan harus menghadap ke utara untuk melambangkan awal kehidupan, sedangkan pada adegan belakang yaitu selatan melambangkan simpulan dari kehidupan.

2. Struktur Bangunan Rumah Adat Tongkonan

Struktur bangunan mengikuti struktur makro-kosmos yang memiliki tiga lapisan banua(rumah) yakni adegan atas (rattiangbanua), adegan tengah (kale banua) dan bawah (sulluk banua).

Bagian atas (rattiangbanua) digunakan sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka yang mempunyai nilai sakral dan benda-benda yang dianggap berharga. Pada adegan atap rumah terbuat dari susunan bambu-bambu pilihan  yang telah dibentuk sedemikian rupa kemudian disusun dan diikat oleh rotan dan ijuk. Atap bambu ini dapat bertahan sampai ratusan tahun.

Bagian tengah (kale banua) rumah tongkonan memiliki 3 adegan dengan fungsi yang berbeda. Pertama, Tengalok di adegan utara difungsikan sebagai ruang untuk bawah umur tidur dan ruang tamu. Namun terkadang, ruangan ini digunakan untuk menaruh sesaji. Kedua, Sali dibagian tengah. Ruangan ini biasa difungsikan sebagai tempat pertemuan keluarga, ruang makan, dapur dan tempat disemayamkannya orang mati. Dan ruangan terakhir ialah ruang sambung yang banyak digunakan oleh kepala keluarga .

Bagian bawah (sulluk banua) digunakan sebagai tempat hewan peliharaan dan tempat menaruh alat-alat pertanian. Fondasinya terbuat dari watu pilihan yang dipahat berbentuk persegi.

3. Ukiran Dinding

Ukiran berwarna pada dinding rumah tongkonan terbuat dari tanah liat. Ukiran-ukiran tersebut selalu menggunakan 4 warna dasar yaitu hitam, merah, kuning dan putih. Bagi masyarakat toraja, 4 warna itu memiliki arti dan makna tersendiri. Warna kuning melambangkan anugrah dan kekuasaan Allah (Puang Matua), warna hitam melambangkan kematian/duka, warna putih melambangkan tulang yang berarti kesucian dan warna merah melambangkan kehidupan manusia.

4. Tanduk Kerbau

Rumah susila Tongkonan umumnya dilengkapi dengan hiasan tanduk kerbau. Hiasan ini tersusun menjulang pada tiang adegan depan. Hiasan tanduk kerbau tersebut secara filosofi ialah perlambang kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak tanduk yang tersusun pada rumah ada tongkonan, maka semakin tinggi strata sosial kelompok susila yang memilikinya.

Nah, itulah sekilas pemaparan mengenai filosofi rumah susila Tongkonan yang menjadi rumah susila khas dari Sulawesi Selatan. Adakah di antara Anda yang berniat mengunjungi Tana Toraja? Sempatkanlah untuk menikmati keindahan arsitektur rumah susila di Indonesia yang satu ini. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Cara Merawat Bulu Perindu dan 4 Pantangannya

Cara Merawat Bulu Perindu - Bulu perindu ialah benda bertuah yang oleh banyak orang Jawa dipercaya bisa mendatangkan manfaat dan bisa menyelesaikan persoalan asmara yang mereka hadapi. Bagi para pemilik benda pusaka ini, bisa mengamalkan dan menandakan khasiat bulu perindu yang mereka miliki kadangkali menjadi suatu pujian tersendiri. Dengan tirakat yang dilakukan, wanita secantik dan sekaya apapun bisa dengan mudah mereka taklukan hatinya. Tak jarang bahkan mereka yang awalnya sukar mendapat jodoh setelah menggunakan karomah dari benda supranatural asli Kalimantan ini kemudian segera bertemu pasangan hidupnya.

Cara Merawat Bulu Perindu

Bagi Anda yang sudah menandakan keampuhan dan manfaat bulu perindu yang Anda miliki, saya menyarankan Anda untuk bisa menjaga karomah yang dimiliki pusaka tersebut dengan merawatnya semoga khasiat dan energi yang dimilikinya tidak hilang. Adapun untuk cara merawat bulu perindu, Anda bisa mengikuti petunjuk dan pantangan-pantangan yang kami paparkan berikut ini.

Cara Merawat Bulu Perindu

1. Berikan Minyak Khusus

Agar karomah bulu perindu yang Anda miliki tidak hilang, Anda perlu memberi khodam yang tinggal didalamnya beberapa tetes minyak khusus. Pemberian minyak sebaiknya dilakukan minimal 2 kali sebulan, yaitu setiap Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Minyak yang lebih diutamakan diberikan tentunya ialah minyak bulu perindu yang sudah diberi campuran aroma serimpi. Jika tidak ada, Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun yang bisa Anda beli di minimarket.

2. Jauhkan dari Benda Haram

Khodam yang terdapat dalam bulu perindu ialah jin muslim. Ia akan pergi jikalau Anda mendekatkannya pada benda-benda atau perkara yang haram, menyerupai minuman keras, daging babi, daging anjing, dan perkara-perkara lain yang diharamkan dalam aliran islam. Oleh sebab itu, berusahalah untuk menjauhi semua benda tersebut.

3. Jangan Dibawa ke dalam WC

Cara merawat bulu perindu selanjutnya ialah dengan menghindarkan ia dari perkara-perkara najis. Jangan bawa benda bertuah ini jikalau Anda akan buang air besar. Jangan pula melangkahinya baik disengaja maupun tidak. Jika Anda wanita, usahakan pula untuk tidak membawanya ketika Anda sedang menstruasi.

4. Jangan Dibawa Melayat

Membawa bulu perindu Anda ke pemakaman atau melayat ke daerah orang meninggal bisa membuat khodam dalam benda bertuah Anda pergi meninggalkan rumahnya. Oleh sebab itu, usahakan untuk mengingat pantangan ini jikalau Anda tetap ingin bisa menikmati manfaat bulu perindu yang Anda miliki.

Nah, demikianlah 4 cara merawat bulu perindu beserta pantangan-pantangannya. Semoga bisa menjadi peringatan bagi Anda, para pemilik bulu perindu di seluruh Nusantara. Jangan lupa baca juga artikel kami yang berjudul cara membedakan bulu perindu asli dan hasil kerajinan tangan di sini.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com